News Update :

Tidak Berhasil Dalam Berjuang Menunda Pilkada, Calon Gubernur Partai Aceh Buka Praktik

Selasa, 11 Oktober 2011

Kuala Simpang | Acehtraffic.com–  dr Zaini Abdullah (mantan Menlu GAM)  yang sebelumnya di usung partai Aceh sebagai calon gubernur Aceh bersama Muzakkir Manaf, namun akhirnya tidak mendaftarkan diri  dengan alasan pemerintah tidak mau menunda pilkada sebagaimana keinginan anggota DPRA dari Partai Aceh, Senin [10/10] membuka praktik di Desa Simpang Empat Upah kecamtan Manyak Payed Aceh Tamiang. .

dr Zaini Abdullah usai mengobati pasiennya, kepada media Serambinews.com, mengaku selama empat tahun (1972 sampai 1976) ia pernah menjadi salah seorang dokter di Aceh Tamiang. Namun karena terlibat GAM dan menjadi pimpinan sejak 1976-2010, dia tidak lagi berpraktik secara formal. Namun banyak pihak menyebutkan bahwa setelah dia melarikan diri keluar negeri, yang akhirnya menetap di Swedia, dr Zaini Abdullah masih tetap menjalani frofesinya sebagai tenaga medis.

Pasca perundingan GAM dan Pemerintah Indonesia pada Agustus 2005, ia kembali ke Aceh dan merubah status warga negara dari awalnya berkewarganegaan Swedia menjadi warga negara NKRI, dan kemudian ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh lewat Partai Aceh, pencalonan dirinya menuai protes,  hingga mantan kombatan yang sebelumnya solid, akhirnya  terpecah, karena pencalonan dirinya sebagai cagub, dianggap  tidak melalui proses demokrasi, tetapi lebih pada penunjukan yang di lakukan oleh beberapa pemegang kuasa di partai tersebut.

Namun niat untuk bertarung pupus sudah, KIP menutup pendaftaran calon pada [7/10] lalu, Partai Aceh menolak mencalonkan kader mereka dengan alasan bahwa putusan KIP dan KPU pusat melanjutkan pilkada adalah tidak sesuai dengan MOU, dan bahkan Partai Aceh mempersoal Mahkamah Kontitusi yang telah memutuskan bahwa jalur Independen masih berlaku di Aceh. 

Terkait soal ini DPRA yang di pimpin oleh adik kandungnya dr Zaini Abdullah yaitu Hasbi Abdullah menggugat MK, namun MK dengan senang hati menjawab " “Silakan daftarkan gugatan. Nanti saya akan baca keseluruhannya seperti apa,” ujar Mahfud. Tidak cukup disitui, Partai Aceh juga mengancam mengadukan kasus ini ke UNI Eropa, namun Pengamat politik Otto Syamsuddin Ishak mengatakn langkah Partai Aceh salah alamat," tidak ada urusan uni eropa mengurusi persoalan pilkada Aceh "

Terkait persoalan ini, sejumlah warga menertawakan langkah-lahkan Partai Aceh ini, bahkan banyak juga yang menilai bahwa Partai aceh ngotot agar di tunda lagi pilkada, toh karena berharap calon Gubernur dari Independen Irwandi Yusuf habis masa jabatan, sehingga kekuatan Irwandi dapat melemah, alias dia sedang tidak sedang berkuasa. 

Nah dengan melemahnya Irwandi maka peluang menang Partai Aceh semakin besar, Namun jika kondisi tidak terjadi demikian maka peluang menang Partai Aceh sangat tipis. Jadi masyarakat mengambil kesimpulan baikotnya Partai Aceh dalam mendaftar calon Gubernur karena takut kalah. 

Sementara alasan ini-itu hanya sebagai pelipur lara anggota Partai Aceh dilapangan, karena mereka tidak mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi pada tingkat "Tinggi" Partai Aceh.|AT/RD/BBS
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016