Banda Aceh | Acehtraffic.com- Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf mengatakan tak pernah menerbitkan pernyataan untuk memboikot Pilkada Aceh. Bahkan dia juga menegaskan tak pernah menyebut tak bersedia mendaftar di Pilkada.Hanya Partai Aceh menunggu semua aturan main jelas, jika sudah jelas baru partai merah itu mendaftarkan calon Gubernur dan Wakil.
Calon wakil gubernur dari Partai Aceh itu menyebutkan banyak persoalan yang harus diselesaikan sebelum Pilkada Aceh dilangsungkan."Kita berharap adanya penjelasan aturan bagaimana yang harus kita ikuti. Saya merasakan ada persoalan mendasar dalam Pilkada Aceh ini," katanya. "Kami bukannya tak mendaftar, tapi menunggu kejelasan aturannya dulu soal pilkada ini sebagaimana di lansir atjehpost.Jumat [21/10]
Mualem mengatakan sikap Partai Aceh yang tak buru-buru mendaftar meski KIP sudah menetapkan jadwalnya itu tak lebih agar jangan sampai terjadinya tumpang tindih dalam aturan. "Kita harus terbiasa memilih sesuatu yang jelas dulu, jangan karena ingin berkuasa lalu tak menghiraukan apakah Pilkada ini sudah jelas atau belum," katanya.
Menyangkut pendaftaran yang sudah berakhir, Mualem mengatakan persoalan politik tak kaku seperti itu. "Selalu saja ada jalan keluar yang harus kita bicarakan bersama-sama. Semuanya bisa kita selesaikan dengan baik, asalkan yang kita utamakan adalah kepentingan rakyat banyak," katanya. "Sebagai orang Aceh, kita harus mengutamakan kepentingan Aceh dari pada kepentingan pribadi dan kelompok kita."
Mualem mengatakan, soal sikap Partai Aceh sama seperti yang disampaikannya dalam jumpa pers di kantor Partai Aceh pada pada Jumat 7 Oktober 2011. Waktu itu, dia mengatakan “dalam hal pencalonan kami sebagai kandidat di Pilkada Aceh sangat bergantung kepada kejelasan sikap pemerintah tentang penyelamatan Undang- Undang Pemerintah Aceh (UUPA)."
Dia kembali menegaskan, bahwa dalam pernyataan sikap Partai Aceh tak ada satu kata pun yang menyebut kata "boikot" Pilkada Aceh. "Dalam kata lainnya, bahwa kami akan mendaftar jika sudah ada kejelasan. Lihat saja pernyataan kami secara utuh jangan sepotong-sepotong, nanti malah membingungkan masyarakat."| AT | AJP | BBS
Calon wakil gubernur dari Partai Aceh itu menyebutkan banyak persoalan yang harus diselesaikan sebelum Pilkada Aceh dilangsungkan."Kita berharap adanya penjelasan aturan bagaimana yang harus kita ikuti. Saya merasakan ada persoalan mendasar dalam Pilkada Aceh ini," katanya. "Kami bukannya tak mendaftar, tapi menunggu kejelasan aturannya dulu soal pilkada ini sebagaimana di lansir atjehpost.Jumat [21/10]
Mualem mengatakan sikap Partai Aceh yang tak buru-buru mendaftar meski KIP sudah menetapkan jadwalnya itu tak lebih agar jangan sampai terjadinya tumpang tindih dalam aturan. "Kita harus terbiasa memilih sesuatu yang jelas dulu, jangan karena ingin berkuasa lalu tak menghiraukan apakah Pilkada ini sudah jelas atau belum," katanya.
Menyangkut pendaftaran yang sudah berakhir, Mualem mengatakan persoalan politik tak kaku seperti itu. "Selalu saja ada jalan keluar yang harus kita bicarakan bersama-sama. Semuanya bisa kita selesaikan dengan baik, asalkan yang kita utamakan adalah kepentingan rakyat banyak," katanya. "Sebagai orang Aceh, kita harus mengutamakan kepentingan Aceh dari pada kepentingan pribadi dan kelompok kita."
Mualem mengatakan, soal sikap Partai Aceh sama seperti yang disampaikannya dalam jumpa pers di kantor Partai Aceh pada pada Jumat 7 Oktober 2011. Waktu itu, dia mengatakan “dalam hal pencalonan kami sebagai kandidat di Pilkada Aceh sangat bergantung kepada kejelasan sikap pemerintah tentang penyelamatan Undang- Undang Pemerintah Aceh (UUPA)."
Dia kembali menegaskan, bahwa dalam pernyataan sikap Partai Aceh tak ada satu kata pun yang menyebut kata "boikot" Pilkada Aceh. "Dalam kata lainnya, bahwa kami akan mendaftar jika sudah ada kejelasan. Lihat saja pernyataan kami secara utuh jangan sepotong-sepotong, nanti malah membingungkan masyarakat."| AT | AJP | BBS

0 komentar:
Posting Komentar