Banda Aceh | Acehtraffic.com – Occidental Research Institute atau ORI dalam surveinya menyebutkan 59,8 persen atau 861 warga Aceh setuju Pilkada 2011 dilakukan tepat waktu seperti yang telah ditetapkan Komisi Independen Pemilihan Aceh.
“Sedangkan 477 orang atau 33,1 persen menolak pelaksanaan pilkada. Sisanya 104 orang atau 71 persen responden tidak menjawab (tidak tahu),” urai Maimun didampingi Budi Azhari, Tim Survei ORI kepada sejumlah wartawan, Selasa (18/10), di Palace Cafe, Banda Aceh.
Survei tersebut digelar ORI di delapan kabupaten dan kota di Aceh dengan melibatkan 1442 responden. Kedelapan daerah tersebut adalah Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Selatan, dan Aceh Barat. Penelitian dilakukan dengan dua jenis data: kualitatif dan kuantitatif, selama lima hari, 10 sampai 15 Oktober 2011,
Azhari juga menjelaskan, alasan reponden mendukung pelaksanaan pilkada karena itu merupakan amanah undang-undang yang harus dilaksanakan tepat waktu
"Karena tahapan pilkada telah berjalan dan calon sudah mendaftar jadi pilkada akan dilaksanakan. Semakin diundur maka terjadi pemborosan dana yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan ekonomi masyarakat Aceh yang saat ini sedang membutuhkan," rinci Azhari.
Sedangkan alasan responden menolak pilkada, kata dia, karena Partai Aceh tidak mendaftar. "Kalau dilanjutkan dikhawatirkan terjadi keributan. Dan karena masyarakat tidak banyak yang akan ikut pilkada, mereka lebih memilih golput. Maka dikhawatirkan pilkada tidak sah, jadi perlu menunggu jadwal yang tepat dimana kesepakatan telah dicapai.”
Koresponden yang diteliti ORI dibagi dalam kelas atas (pengusaha, pejabat, dan pengurus partai), kelas menengah (pegawai biasa, pemuda, dan mahasiswa), serta kelas bawah (petani, buruh, dan nelayan). Per daerah rata-ratanya berjumlah 180 responden.
“Dari representatif, survei ini dapat dipertanggungjawabkan. Yang banyak memberikan jawaban dari kalangan atas. Dari kalangan bawah banyak yang tidak memahami pilkada seperti dipahami oleh kalangan politik,” ujar Azhari.
Selain survei itu, ORI juga menggelar survei tentang persepsi masyarakat tentang sikap Partai Aceh yang tidak mencalonkan diri dalam pilkada atau alasan masayarakat tentang sikap Partai Aceh.|AT/AJP
“Sedangkan 477 orang atau 33,1 persen menolak pelaksanaan pilkada. Sisanya 104 orang atau 71 persen responden tidak menjawab (tidak tahu),” urai Maimun didampingi Budi Azhari, Tim Survei ORI kepada sejumlah wartawan, Selasa (18/10), di Palace Cafe, Banda Aceh.
Survei tersebut digelar ORI di delapan kabupaten dan kota di Aceh dengan melibatkan 1442 responden. Kedelapan daerah tersebut adalah Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Selatan, dan Aceh Barat. Penelitian dilakukan dengan dua jenis data: kualitatif dan kuantitatif, selama lima hari, 10 sampai 15 Oktober 2011,
Azhari juga menjelaskan, alasan reponden mendukung pelaksanaan pilkada karena itu merupakan amanah undang-undang yang harus dilaksanakan tepat waktu
"Karena tahapan pilkada telah berjalan dan calon sudah mendaftar jadi pilkada akan dilaksanakan. Semakin diundur maka terjadi pemborosan dana yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan ekonomi masyarakat Aceh yang saat ini sedang membutuhkan," rinci Azhari.
Sedangkan alasan responden menolak pilkada, kata dia, karena Partai Aceh tidak mendaftar. "Kalau dilanjutkan dikhawatirkan terjadi keributan. Dan karena masyarakat tidak banyak yang akan ikut pilkada, mereka lebih memilih golput. Maka dikhawatirkan pilkada tidak sah, jadi perlu menunggu jadwal yang tepat dimana kesepakatan telah dicapai.”
Koresponden yang diteliti ORI dibagi dalam kelas atas (pengusaha, pejabat, dan pengurus partai), kelas menengah (pegawai biasa, pemuda, dan mahasiswa), serta kelas bawah (petani, buruh, dan nelayan). Per daerah rata-ratanya berjumlah 180 responden.
“Dari representatif, survei ini dapat dipertanggungjawabkan. Yang banyak memberikan jawaban dari kalangan atas. Dari kalangan bawah banyak yang tidak memahami pilkada seperti dipahami oleh kalangan politik,” ujar Azhari.
Selain survei itu, ORI juga menggelar survei tentang persepsi masyarakat tentang sikap Partai Aceh yang tidak mencalonkan diri dalam pilkada atau alasan masayarakat tentang sikap Partai Aceh.|AT/AJP


0 komentar:
Posting Komentar