Jakarta | Acehtraffic.com - Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI)
menyebutkan, citra politisi di masyarakat kian turun drastis. Survei yang
dilakukan 5-10 September 2011 itu menunjukan, hanya 23,4 persen responden yang
menggangap citra politisi masih baik. Sebesar 51,3 persen menyatakan citra
politisi buruk, dan sisanya 22,1 persen tidak menjawab.
Peneliti
LSI, Ardian Sopa menjelaskan, hasil tersebut didapatkan setelah dilakukan
survei dengan cara multistage random sampling terhadap 1200 koresponden.
"Tokoh-tokoh
yang dimasukan dalam survei ini adalah tokoh yang dipilih oleh masyarakat dan
individu, seperti anggota DPR, menteri-menteri, bahkan hingga presiden.
Permasalahannya
sekarang banyak menteri dan mantan menteri yang ditahan atau diduga kasus
korupsi. Ini adalah sebuah rekor terbaru dari pejabat publik Indonesia terlibat
kasus korupsi," ujar Ardian, dalam jumpa pers di Kantor LSI, Jakarta,
Minggu [2/10/2011].
Ia
mengungkapkan, jika dibandingkan hasil survei terakhir tahun 2005, survei kali
ini menunjukkan adanya kepercayaan yang kian meluntur terhadap para politisi.
Ardian mengatakan, pada survei tahun 2005, sebesar 44,2 persen masyarakat
menilai kinerja politisi masih relatif baik.
"Berarti
dalam kurun waktu enam tahun terjadi penurunan 21 persen mengenai politisi. Ini
sangat menurun drastis," kata Adrian.
Bahkan,
ditambahkan Ardian, banyak responden yang menyatakan kualitas politisi saat ini
lebih buruk dibandingkan dengan politisi era Orde Baru. Hanya 12,9 persen yang
menyatakan politisi saat ini lebih baik daripada politisi era Orde Baru.
Sebesar 31,9 persen responden menyatakan politisi Orde Baru lebih baik,
daripada era reformasi.
"Kalau
bisa kita simpulkan, ini memperlihatkan, tanggapan dari masyarakat kalau
politisi era reformasi lebih baik daripada era orde baru, hanya disetujui 12
persen responden. Orde Baru lebih baik daripada politisi era reformasi,"
kata Ardian.
Ia
menambahkan, masyarakat perkotaan yang berpendidikan tinggi, yang menyatakan
politisi bekerja dengan baik juga lebih sedikit, hanya 18,4 persen. Di kalangan
responden yang berpendidikan menengah, dan rendah, sebanyak 24 persen,
menyatakan kinerja politisi lebih baik.
"Jika
kita lihat, di kota masyarakat lebih melihat kinerja politisi lebih buruk
karena pemilih di kota punya akses informasi yang lebih baik, dibandingkan
pemilih di desa," kata Ardian.AT/kompas

0 komentar:
Posting Komentar