Aceh Timur | Acehtraffic – Walaupun keputusan hukum pemilukada telah diputuskan untuk di lanjutkan sesuai hukum yang berlaku di NKRI, namun organisasi KMPA hari ini dikota Idi Aceh Timur dengan membawa ratusan massa melakukan demo menuntut Pilkada ditunda, alasan mereka karena konflik regulasi belum selesai? [Baca; http://www.acehtraffic.com/2011/10/bek-karujalur-independen-sesuai-isi-mou.html]
Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh [KMPA] yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Partai Aceh ini, sebelumnya telah melakukan demo di Pidie, dengan tuntusan yang sama.
Beni Koordinator Aksi, mengklaim aksi ini tidak ditunggangi oleh pihak manapun, namun murni atas kesadaran dan tanggung jawab masyarakat Aceh Timur yang tidak ingin MoU Helsinki dan kekhususan Aceh tidak lagi diutak-atik oleh Pemerintah Pusat di Jakarta.
Namun keterangan itu diragukan oleh sejumlah pihak, Kaukus Pantai Timur dalam rilis yang di terima redaksi The Acehtraffic.com meragukaan berbagai aksi dan komentar dari elemen sipil untuk menunda pilkada.
”Ini keinginan masyarakat atau birahi politik kelompok,” Ujar Juru bicara Kaukus Darmawan dalam rilis yang dikirim organisasi pemuda itu.[Baca :http://www.acehtraffic.com/2011/10/partai-aceh-dpra-vs-mk.html]
Darmawan berharap jangan jadikan rakyat sebagai tameng dalam berbagai moment politik yang hanya demi kepentingan kelompok/golongan dan pribadi saja. “Marilah berjiwa besar dan menyelesaikan segala bentuk perbedaan dengan kepala dingin serta politik yang santun” [Baca:http://www.acehtraffic.com/2011/10/laba-rugi-mempertahankan-mou-atau-uupa.html]
Terkait dengan ini organisasi pemuda itu menyatakan 7 sikap :
1. Mendesak Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri RI untuk tetap komitmen dalam mendukung kesuksesan Pemilukada ceh tahun 2011;
2. Meminta kepada semua pihak masyarakat Aceh baik yang berada di Aceh maupun diluar Aceh untuk menghormati dan mematuhi keputusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil judicial review pasal 256 UUPA tentang calon perseorangan/independen;
3. Meminta kepada KPU Pusat untuk terus memerikan dukungan penuh terhadap KIP Aceh dalam melaksanakan tahapan Pemilukada dan pemungutan suara sesuai jadwal pada tanggal 24 Desember 2011;
4. Mendukung pelaksanaan tahapan Pemilukada yang telah ditetapkan KIP Aceh;
5. Mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai anggota dewan berdasarkan aspirasi rakyat yang merupakan konstituennya dengan tidak mengedepankan kepentingan partai atau golongan;
6. Meminta kepada aparat keamanan baik TNI/POLRI dan lainnya untuk terus menerus bekerja keras dalam rangka memberikan jaminanan keamanan kepada masyarakat Aceh guna terwujudnya tatanan keamanan dan ketentraman terutama disaat berlangsungnya Pemilukada Aceh sehingga perdamaian abadi di Aceh tetap terjaga dengan baik;
7. Menghimbau kepada seluruh rakyat Aceh untuk tidak terpancing oleh aksi provokasi yang dilakukan oleh oknum tertentu sehingga menimbulkan huru-hara dan konflik baru di Aceh serta diharapkan kepada masyarakat untuk terus bahu membahu dalam rangka mensukseskan Pemilukada Aceh tahun 2011 yang berujung pada terpilihnya Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota, Bupati/Wakil Bupati sesuai dengan pilihan rakyat dalam memimpin Aceh dimasa mendatang. AT | RILIS
Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh [KMPA] yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Partai Aceh ini, sebelumnya telah melakukan demo di Pidie, dengan tuntusan yang sama.
Beni Koordinator Aksi, mengklaim aksi ini tidak ditunggangi oleh pihak manapun, namun murni atas kesadaran dan tanggung jawab masyarakat Aceh Timur yang tidak ingin MoU Helsinki dan kekhususan Aceh tidak lagi diutak-atik oleh Pemerintah Pusat di Jakarta.
Namun keterangan itu diragukan oleh sejumlah pihak, Kaukus Pantai Timur dalam rilis yang di terima redaksi The Acehtraffic.com meragukaan berbagai aksi dan komentar dari elemen sipil untuk menunda pilkada.
”Ini keinginan masyarakat atau birahi politik kelompok,” Ujar Juru bicara Kaukus Darmawan dalam rilis yang dikirim organisasi pemuda itu.[Baca :http://www.acehtraffic.com/2011/10/partai-aceh-dpra-vs-mk.html]
Darmawan berharap jangan jadikan rakyat sebagai tameng dalam berbagai moment politik yang hanya demi kepentingan kelompok/golongan dan pribadi saja. “Marilah berjiwa besar dan menyelesaikan segala bentuk perbedaan dengan kepala dingin serta politik yang santun” [Baca:http://www.acehtraffic.com/2011/10/laba-rugi-mempertahankan-mou-atau-uupa.html]
Terkait dengan ini organisasi pemuda itu menyatakan 7 sikap :
1. Mendesak Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri RI untuk tetap komitmen dalam mendukung kesuksesan Pemilukada ceh tahun 2011;
2. Meminta kepada semua pihak masyarakat Aceh baik yang berada di Aceh maupun diluar Aceh untuk menghormati dan mematuhi keputusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil judicial review pasal 256 UUPA tentang calon perseorangan/independen;
3. Meminta kepada KPU Pusat untuk terus memerikan dukungan penuh terhadap KIP Aceh dalam melaksanakan tahapan Pemilukada dan pemungutan suara sesuai jadwal pada tanggal 24 Desember 2011;
4. Mendukung pelaksanaan tahapan Pemilukada yang telah ditetapkan KIP Aceh;
5. Mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai anggota dewan berdasarkan aspirasi rakyat yang merupakan konstituennya dengan tidak mengedepankan kepentingan partai atau golongan;
6. Meminta kepada aparat keamanan baik TNI/POLRI dan lainnya untuk terus menerus bekerja keras dalam rangka memberikan jaminanan keamanan kepada masyarakat Aceh guna terwujudnya tatanan keamanan dan ketentraman terutama disaat berlangsungnya Pemilukada Aceh sehingga perdamaian abadi di Aceh tetap terjaga dengan baik;
7. Menghimbau kepada seluruh rakyat Aceh untuk tidak terpancing oleh aksi provokasi yang dilakukan oleh oknum tertentu sehingga menimbulkan huru-hara dan konflik baru di Aceh serta diharapkan kepada masyarakat untuk terus bahu membahu dalam rangka mensukseskan Pemilukada Aceh tahun 2011 yang berujung pada terpilihnya Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota, Bupati/Wakil Bupati sesuai dengan pilihan rakyat dalam memimpin Aceh dimasa mendatang. AT | RILIS


0 komentar:
Posting Komentar