Medan | Acehtraffic.com- Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf melayat korban tewas jatuhnya pesawat Casa 212-200 PK-TLF, di Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan. Irwandi tiba Ahad, 2 Oktober 2011, malam dengan mengendarai mobil dinas Toyota Landcuiser. Tanpa didampingi pengawal, Irwandi langsung menuju ruang Instalasi Jenazah, tempat proses identifikasi tengah berlangsung.
Irwandi baru keluar dari ruang Instalasi setelah proses identifikasi oleh tim Forensik RSU Adam Malik dan Disaster Victim Identification Polda Sumatera Utara selesai dilakukan. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan jenazah kepada keluarga dilakukan.
”Saya datang untuk melihat kondisi korban,” kata Irwandi kepada wartawan. Irwandi mengemukakan, ada 12 warga asal Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, yang menjadi korban dalam kecelakaan itu. ”Hanya 11 jenazah yang dibawa ke Kutacane (Kabupaten Aceh Tenggara). Seorang lagi dimakamkan di Medan,” katanya.
Dari seluruh korban kecelakaan pesawat Casa 212-200, Irwandi cukup mengenal salah seorang korban, dr Suhelman. Suhelman beserta istrinya, dr Juli Dhallana, tewas dakam kecelakaan pesawat yang berangkat dari Bandar Udara Polonia Medan menuju Bandar Udara Alas Leuser Kutacane, Kamis, 29 September 2011.
Suhelman yang juga anggota DPRK Aceh Tenggara itu, kata Irwandi, merupakan salah seorang tim sukses pemenangannya pada pemilihan gubernur lalu. ”Dokter Suhelman, salah satu TS (tim sukses) saya dulu,” kata Irwandi.
Ke 11 jenazah warga Kutacane itu dibawa menuju rumah duka secara beriringan. Sebelas ambulan yang membawa jenazah meninggalkan Instalasi Kamar Jenazah RSU Adam Malik Medan, sekitar pukul 22.00 WIB. ”Rombongan dipimpin bupati,” kata Irwandi. Sementara proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga baru selesai pukul 23.45 WIB.|AT/TI
Irwandi baru keluar dari ruang Instalasi setelah proses identifikasi oleh tim Forensik RSU Adam Malik dan Disaster Victim Identification Polda Sumatera Utara selesai dilakukan. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan jenazah kepada keluarga dilakukan.
”Saya datang untuk melihat kondisi korban,” kata Irwandi kepada wartawan. Irwandi mengemukakan, ada 12 warga asal Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, yang menjadi korban dalam kecelakaan itu. ”Hanya 11 jenazah yang dibawa ke Kutacane (Kabupaten Aceh Tenggara). Seorang lagi dimakamkan di Medan,” katanya.
Dari seluruh korban kecelakaan pesawat Casa 212-200, Irwandi cukup mengenal salah seorang korban, dr Suhelman. Suhelman beserta istrinya, dr Juli Dhallana, tewas dakam kecelakaan pesawat yang berangkat dari Bandar Udara Polonia Medan menuju Bandar Udara Alas Leuser Kutacane, Kamis, 29 September 2011.
Suhelman yang juga anggota DPRK Aceh Tenggara itu, kata Irwandi, merupakan salah seorang tim sukses pemenangannya pada pemilihan gubernur lalu. ”Dokter Suhelman, salah satu TS (tim sukses) saya dulu,” kata Irwandi.
Ke 11 jenazah warga Kutacane itu dibawa menuju rumah duka secara beriringan. Sebelas ambulan yang membawa jenazah meninggalkan Instalasi Kamar Jenazah RSU Adam Malik Medan, sekitar pukul 22.00 WIB. ”Rombongan dipimpin bupati,” kata Irwandi. Sementara proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga baru selesai pukul 23.45 WIB.|AT/TI


0 komentar:
Posting Komentar