Banda Aceh | Acehtraffic.com-Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memastikan akan menjalankan sejumlah program unggulan Pemerintah Aceh pada tahun depan. Program unggulan tersebut di antaranya Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), Bantuan Keuangan Peumakmu Gampong (BKPG), bantuan pendidikan bagi anak yatim piatu, miskin, terlantar dan putus sekolah.“Para kepala desa di Aceh tidak perlu terlalu khawatir. Ketiga program unggulan itu masih tetap kami lanjutkan dan alokasi anggarannya telah kita masukkan dalam penyusunan KUA dan PPAS 2012,” kata Irwandi Yusuf pada acara dialog dengan Forum Keuchik se-Aceh di Hotel Regina, Banda Aceh, Rabu (19/10).
Irwandi menegaskan, ketiga program ini tidak boleh tidak dilanjutkan karena bisa membawa bencana yang besar bagi Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. “Jumlah penduduk miskin di Aceh bisa meningkat, angka kematian bayi dan ibu melahirkan bisa meningkat kembali, dan rasio anak bersekolah di Aceh bisa merosot tajam,” jelasnya.
Dia bahkan akan mengupayakan peningkatan pelaksanaan program. Misalnya untuk program BKPG Rp 50 juta/desa/tahun yang bersumber dari Pemerintah Provinsi, diberikan setelah Pemkab/Pemko menyediakan dana sharing-nya dalam bentuk alokasi dana gampong (ADG) paling rendah Rp 50 juta/desa yang bersumber dari APBK. “Dana sharing kabupaten/kota itu wajib. Jika daerah tidak menyediakannya, maka dana BKPG dari provinsi tidak akan disalur,” pungkasnya.
Sedangkan mengenai permohonan agar dana ADG kabupaten/kota diseragamkan, menurut Irwandi hal itu tidak mungkin dilakukan oleh Pemerintah Aceh karena kemampuan keuangan masing-masing kabupaten/kota berbeda. Untuk itu, para keuchik perlu menyarankan kepada bupati dan DPRK-nya agar mengalokasikan dana ADG lebih dulu, supaya bisa terus menerima dana BKPG dari pemerintah Provinsi.
Sementara itu, salah seorang Ketua Forum Keuchik Aceh Utara, Mukhsalmina, dalam kesempatan tersebut membacakan rekomendasi rapat kerja keuchik se-Aceh tahun 2011, yang menyatakan keuchik se-Aceh mengharapkan pelaksanaan Pilkada bisa berjalan tepat waktu, aman, serta sesuai dengan mekanisme yang ada.
“Ini penting untuk menjada perdamaian Aceh yang telah berjalan bisa langgeng dan abadi,” bacanya. Selain itu, Forum Keuchik se-Aceh juga berharap supaya honor jerih payah mereka bisa ditingkatkan menjadi di atas upah minimum regional (UMR) Aceh minimal Rp 1,3 juta/bulan.
Forum Keuchik juga meminta Pemerintah Provinsi membantu dana untuk bangun kantor desa yang belum ada. Tujuannya supaya pelaksanaan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat desa bisa berjalan optimal.| AT | Serambi | RD

0 komentar:
Posting Komentar