Tidak
hadirnya para pendemo kelokasi pengaruh situasi, semangat para pejuang
penghentian pilkada ini menciut karena hujan deras yang mengguyur Kota
Lhokseumawe sejak pagi.
Refki
Ahmad sekretaris umum aksi tersebut menyatakan bahwa aksi mereka ditunda untuk
sementara karena kondisi tidak memungkinkan untuk dilaksnakan aksi, masyarakat
dari beberapa daerah di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sulit untuk datang.
“Masyarakat
untuk bergerak kesini sangat sulit karena kondisi hujan” Ungkap Refki.
Sementara
itu, menurut pantauan Acehtraffic.com dilokasi aksi Lapangan hiraq Kota
Lhokseumawe kosong, peserta aksi hanya ada beberapa orang dari KMPA dan Gempa
yang ditemani dua unit mobil jenis pick up dan satu unit truk yang berisi saund
system.
Di Kota Langsa juga sempat terdengar bakal ada demo tuntutan tunda pilkada, namun tadi malam tersiar khabar panitia membatalkan rencana tersebut. Sumber media menyebutkan gagal karena audien atau calon peserta demo kurang semangat.
Di Kota Langsa juga sempat terdengar bakal ada demo tuntutan tunda pilkada, namun tadi malam tersiar khabar panitia membatalkan rencana tersebut. Sumber media menyebutkan gagal karena audien atau calon peserta demo kurang semangat.
Seperti
diberitakan sebelumnya 30 organisasi dan lembaga swadaya yang tergabung dalam gerakan sipil pendukung
UUPA sesuai MoU Helsinki akan berswadaya menghadang KIP dan Bupati Aceh Utara dan Lhokseumawe, demo
tersebut juga dibarengi dengan kegiatan
zikir bersama. Tujuan demo tak lain agar bupati mau menghentikan alokasi dana
Pilkada dan KIP menghentikan tahapan
pilkada, sama seprti yang telah terjadi di Pidie, Pidie Jaya dan Idi Aceh Timur. AT | RD | YD

0 komentar:
Posting Komentar