
Banda Aceh -- Pemerintah Aceh melalui Komisi Beasiswa Aceh [KBA] selama empat tahun terakhir telah mengirim sebanyak 1.277 mahasiswa untuk belajar ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.
Koordinator Lembaga Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh Dr Qismullah di Banda Aceh, Selasa mengatakan, seribuan lebih mahasiswa itu sudah disebar ke berbagai universitas yang ada di luar negeri.
Didampingi Wakil Koordinator LPSDM Idris Ibrahim, Qismullah menjelaskan, para mahasiswa tersebut di sekolahkan pada program master [S2] dan doktor [S3].
Sepulang dari sekolah, kata dia, para mahasiswa harus kembali ke Aceh. "Sesuai dengan kontrak, setelah belajar di sana mahasiswa harus kembali untuk membangun Aceh," kata dia.
Dia menambahkan, program mahasiswa dikirim ke luar negeri dilakukan dengan seleksi ketat. Tujuannya, mahasiswa yang menuntut ilmu disana bisa mengimplementasikan untuk membangun Aceh. Para mahasiwa tersebut itu disebar ke-16 negara.
"Setiap tahun, permohonan untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri meningkat drastis. Tapi kendala yang dihadapi rata-rata mahasiswa kita kurang paham dengan bahasa," ujar dia.
Namun, lanjut dia, program beasiswa tidak hanya ke luar negeri tapi juga ada di dalam negeri. Total mahasiswa yang belajar di dalam negeri sebanyak 423 orang yang tersebar di 30 universitas di Indonesia, tutur Qismullah yang juga dosen FKIP Universitas Syiah Kuala [Unsyiah] Banda Aceh ini.
Selain itu, Qismullah mengatakan, ilmu yang dimiliki para lulusan luar negeri tersebut kini akan diimplementasi ke dalam masyarakat Aceh, misalnya, untuk membuat teknologi mengolah angin menjadi energi. "Insya Allah dengan adanya alat tersebut masyarakat Aceh akan merasakan manfaatnya," tandas dia.
Sementara itu, Idris Ibrahim mengatakan komisi beasiswa ini adalah jembatan antara ilmuwan dan masyarakat dalam mentransformasi ilmunya. |AT/Yd/Ant

0 komentar:
Posting Komentar