Bener Meriah | Acehtraffic.com - Douglas Russel Dilts (59) warga negara Amerika Serikat (USA) meninggal dunia, Sabtu [15/10] petang. Tenaga ahli bidang pertanian itu sedang melakukan survei di kawasan Kampung Pantan Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Diduga, ia meninggal dunia karena kelelahan.
"Menurut hasil pemeriksaan dokter Puskeshgmas Buntul, Kecamatan Permata, WNA asal Amerika ini meninggal lantaran kelelahan ketika melakukan survei," kata Kapolres Bener Meriah, AKBP Drs Hari Apriyono melalui Kasat Reskrim Iptu Hartana, Sabtu (15/10) malam.
Douglas bersama petugas Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL) Banda Aceh, melakukan survei lahan perkebunan untuk studi kelayakan di Kampung Pantan Antara, Kecamatan Permata. Tim survei tersebut, bergerak menuju lokasi Sabtu (15/10) pagi, namun beberapa jam setelah terjun ke lapangan, bule Amerika itu dikabarkan meninggal dunia di lokasi survei.
Dikatakan, masuknya warga asing ke Kampung Pantan Antara, Kecamatan Permata, Bener Meriah, untuk melakukan survei, sebelumnya tidak ada izin maupun pemberitahuan kepada pihak Polres Bener Meriah. Bahkan dikabarkan, kegiatan survei yang melibatkan WNA itu tidak berkoordinasi dengan pihak BPKEL Banda Aceh. "Setelah diselidiki lagi, ternyata WNA asal Amerika ini masa berlaku pasportnya sudah habis. Dan tidak ada izin masuk ke Bener Meriah," terang Iptu Hartana.
Disebutkan Iptu Hartana, kronologis kejadian meninggalnya bule tersebut menurut keterangan sejumlah saksi mata, karena kondisi jarak tempuh lokasi survei perkebunan di Kampung Pantan Antara, Kecamatan Permata memang cukup jauh. "Jarak tempuh menggunakan kendaraan memakan waktu dua jam dari Permata, dan sekitar satu jam lebih berjalan kaki. Jarak yang cukup jauh dan kondisi daerah yang sulit dilalui salah satu faktor penyebab meninggalnya WNA Amerika itu," terang Kasat Reskrim Polres Bener Meriah ini.
Paska kejadian, jelas Iptu Hartana, jenazah Douglas Russel Dilts sempat di autopsi di Puskesmas Buntul, Permata, sebelum dibawa ke Medan, Sumatera Utara (Sumut). Sementara paska kejadian itu, pihak kepolisian setempat telah memeriksa sejumlah saksi termasuk dua orang petugas dari BPKEL dan 19 warga Pondok.|AT/Srb
"Menurut hasil pemeriksaan dokter Puskeshgmas Buntul, Kecamatan Permata, WNA asal Amerika ini meninggal lantaran kelelahan ketika melakukan survei," kata Kapolres Bener Meriah, AKBP Drs Hari Apriyono melalui Kasat Reskrim Iptu Hartana, Sabtu (15/10) malam.
Douglas bersama petugas Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL) Banda Aceh, melakukan survei lahan perkebunan untuk studi kelayakan di Kampung Pantan Antara, Kecamatan Permata. Tim survei tersebut, bergerak menuju lokasi Sabtu (15/10) pagi, namun beberapa jam setelah terjun ke lapangan, bule Amerika itu dikabarkan meninggal dunia di lokasi survei.
Dikatakan, masuknya warga asing ke Kampung Pantan Antara, Kecamatan Permata, Bener Meriah, untuk melakukan survei, sebelumnya tidak ada izin maupun pemberitahuan kepada pihak Polres Bener Meriah. Bahkan dikabarkan, kegiatan survei yang melibatkan WNA itu tidak berkoordinasi dengan pihak BPKEL Banda Aceh. "Setelah diselidiki lagi, ternyata WNA asal Amerika ini masa berlaku pasportnya sudah habis. Dan tidak ada izin masuk ke Bener Meriah," terang Iptu Hartana.
Disebutkan Iptu Hartana, kronologis kejadian meninggalnya bule tersebut menurut keterangan sejumlah saksi mata, karena kondisi jarak tempuh lokasi survei perkebunan di Kampung Pantan Antara, Kecamatan Permata memang cukup jauh. "Jarak tempuh menggunakan kendaraan memakan waktu dua jam dari Permata, dan sekitar satu jam lebih berjalan kaki. Jarak yang cukup jauh dan kondisi daerah yang sulit dilalui salah satu faktor penyebab meninggalnya WNA Amerika itu," terang Kasat Reskrim Polres Bener Meriah ini.
Paska kejadian, jelas Iptu Hartana, jenazah Douglas Russel Dilts sempat di autopsi di Puskesmas Buntul, Permata, sebelum dibawa ke Medan, Sumatera Utara (Sumut). Sementara paska kejadian itu, pihak kepolisian setempat telah memeriksa sejumlah saksi termasuk dua orang petugas dari BPKEL dan 19 warga Pondok.|AT/Srb


0 komentar:
Posting Komentar