News Update :

Yaman Kembali Perang, 26 Demonstran Tewas

Selasa, 20 September 2011



SANAA -- Demonstrasi anti-pemerintahan kembali mengguncang Yaman. Tembakan pun dilepaskan oleh pasukan Yaman dan menewaskan 26 orang demonstran di Kota Sanaa.

Pada Minggu malam, Yaman berubah menjadi gelap gulita akibat padamnya listrik. Saat itu pula, para demonstran melancarkan aksinya dan menciptakan kemacetan di kota. Puluhan ribu demonstran membangun tenda-tenda dan menyerang kantor Pemerintah Yaman serta mencoba untuk membakar bangunan tersebut.

Sekira 100 ribu demonstran membanjiri Kota Sanaa dan mengepung stasiun radio serta kantor pemerintahan. Saat mereka bergerak ke Istana Presiden, pasukan Yaman melepaskan tembakan.  

Serangan yang menewaskan 26 demonstran ini menjadi serangan terburuk yang pada September ini. Demonstran pun mendesak agar Presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Senin [19/9/2011].

Wakil Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour Hadi berang saat melihat demonstrasi tersebut, karena Presiden Saleh yang saat masih menjalani perawatan di Arab Saudi sudah sepakat untuk menandatangani perjanjian transfer kekuasaan.

Perjanjian tersebut akan mengakhiri kekuasaan Presiden Saleh yang bertahan selama tiga dekade di Yaman dan membentuk pemerintahan transisi. Setelah itu, pemilihan umum juga akan digelar untuk memilih pemimpin baru.

"Aksi damai ini dihadapkan oleh senjata, kami bersumpah akan meningkatkan aksi kami. Kami tidak akan berhenti dan menyerah," ujar salah satu demonstran, Mohammed al Sabri.

Pergolakan politik di Yaman juga sering kali dimanfaatkan oleh militan Al Qaeda dalam melancarkan serangan. Militan Al Qaeda di Yaman merupakan militan terkuat yang sudah menguasai satu provinsi dan banyak kota di negara tersebut. |AT/Yd/Okz
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016