News Update :

Tak Tahan Hujan Berlumpur, Kemarau Berdebu, Jalan Lintas Kecamatan Meureubo Diblokir

Selasa, 13 September 2011



Meulaboh -- Warga Pasie Aceh Tunong, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, melakukan aksi pemblokiran jalan lintas Kecamatan Meureubo - Kawai XVI karena tidak tahan hantaman lumpur musim hujan dan berdebu disaat kemarau. "Masyarakat di sini sudah tidak tahan dengan kondisi jalan yang rusak parah seperti ini, karena jalan penghubung belum diaspal padahal kata pemerintah dibangun tahun ini," kata Imam Mukim Kecamatan Meurebo Haidin HS di Meulaboh, Senin [12/9/2011]. 

Ia menjelaskan aksi tersebut dilakukan karena belum terealisasinya pengaspalan jalan lintas Kecamatan Meureubo-Kawai XVI itu, akibat dari belum diumumkan tender pengerjaan jalan Bina Marga dan Cipta Karya [BMCK] Provinsi Aceh.

Masyarakat setempat juga melakukan penanaman pohon di ruas badan jalan, sehingga jalan itu sejak Senin pagi tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua karena terhempit oleh lobang dan pohon pisang.

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Barat Abdul Kadir yang juga tokoh masyarakat setempat menambahkan pengerjaan jalan itu terancam gagal apabila sampai Oktober 2011 tender pengerjaan belum diumumkan.

"Kita tidak menyalahkan masyarakat apabila memblokir jalan dan kejadian itu sudah beberapa kali dilakukan warga tapi pemerintah daerah hanya mampu menimbun dengan tanah ala kadarnya," katanya.

Jelas Abdul Kadir, kalangan DPRK bukan mendukung pemblokiran jalan akan tetapi sikap tegas dari pihak Pemerintah Provinsi Aceh perlu dilakukan untuk segera mengumumkan pemenang tender pengerjaan jalan itu.

Ia juga menyayangkan jalan itu merupakan sarana penghubung pendidikan yang setiap hari digunakan anak sekolah, tenaga pendidik dan jalan alternatif antara Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya.

Katanya, tidak jarang ditemukan masyarakat tersungkur di lobang dan jatuh ke sunggai Meureubo karena kondisi jalan yang sempit, bahkan seminggu terakhir nyaris merenggut nyawa seorang siswa yang hendak berangkat ke sekolah.

"Kawasan itu masih katagori terisolir, mobil bus sekolah saja tidak bisa masuk melawati jalan itu, padahal anak-anak sekolah membutuhkan sarana transportasi berangkat sekolah," tambahnya.

Jalan sekitar lima kilometer yang rusak parah itu seharusnya selesai dikerjakan di tahun 2011, namun apabila tidak dilaksanakan maka warga setempat harus menunggu satu sampai dua tahun kedepan pada tender selanjutnya apabila disertakan. |AT/Yd/Antara
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016