News Update :

Shelter Aset PMI Bireuen, Jadi Pondok Dikebun Pribadi Milik Pak Ketua ?

Senin, 26 September 2011




Bireuen | Acehtraffic.com -- Setelah serobot bantuan korban bencana, Murdani, SE  pak ketua PMI Bireuen belum menghentikan aksinya, belakangan  diketahui sebuah rumah rangka baja  berukuran  4 x 6 meter atau sering disebut “ Shelter “ yang   selama ini dipakai para relawan untuk berteduh, itu pun diangkut untuk Pak ketua untuk dijadikan pondok di kebunnya.

Berdasarkan keterangan yang di kumpulkan reporter The Acehtraffic.com, cerita aneh bin ajaib ini terjadi  pada  penghujung  bulan Juli lalu, Pak ketua Murdani, SE datang ke markas dan meminta para relawan yang tidur dan menyimpan barang di shelter tersebut untuk  mengemasi barang, karena   shelter mau dibongkar untuk dibawa kekebunnya.

Kabar pembongkaran itu mulai terdengar  ketelinga pengurus lainnya, dan ternyata pengurus lain tidak dapat berbicara banyak dengan olah ketua barunya itu yang tanpa bermusyawarah membongkat shelter  begitu saja, bahkan waktu itu, pengurus sempat heran dengan tindakan Pak ketua yang memamfaatkan asset PMI untuk di jadikan pondok di kebunnya, yang tak lain adalah kepentingan pribadi Pak Ketua.

“Shelter itu diangkut pak ketua sekitar 23 juli dengan menggunakan truk PMI juga,” Ujar seorang relawan kepada The Acehtraffic.com, Kamis  [22/9/2011] lalu

Murdani SE, ketua PMI Cabang Bireuen yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya Jumat [23/9/2011] malam oleh wartawan Koran local mengatakan, persoalan shelter itu sangat kecil dibanding sejumlah masalah lainnya yang harus dibenahi di PMI Bireuen. “Kepada yang melaporkan silakan datang ke kantor PMI untuk melihat apa yang sedang kami bangun,” katanya.

Dia mengatakan, media boleh saja mengekspos berita untuk membangun PMI, tetapi kalau untuk memojokkan PMI Bireuen dan pengurusnya tolong tunggu dulu. “Jangan ada lagi ekses Muscab merembes hingga sekarang, kami pun baru enam bulan bertugas,” kata Murdani yang juga anggota DPRK Bireuen itu.

Ditanya apakah shelter itu ada dalam lingkungan kantor PMI Bireuen, Murdani tak menjawab jelas. Dia mengatakan, shelter itu dibongkar untuk membersihkan lingkungan kantor dari kondisi kumuh. Katanya shelter itu tidak masuk dalam aset PMI Bireuen. “Shelter akan dibangun kembali, ada tiga shelter akan kita bawa pulang, tetapi belum ada dananya,” katanya.

Terlepas dari semua jawaban tersebut, para relawan yang selama ini mengabdikan diri untuk kemanusiaan, semakin melihat perlakuan yang kurang manusiawi yang di lakonkan sang ketua, padahal sang ketua juga berfrofesi sebagai anggota DPRK Bireuen dari Partai Persatuan Pembangunan[PPP] tidak menunjukkan ketauladanan yang baik.

“Bagusnya sebelum kantor –kantor PMI di gadaikan, dia lebih baik mundur,” Ujar seorang warga Bireuen yang mengetahui kondisi ini. |AT/Rd/Yd/Ag
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016