
Bireuen
| Acehtraffic.com -- Setelah serobot bantuan korban bencana, Murdani, SE pak ketua PMI
Bireuen belum menghentikan aksinya, belakangan diketahui sebuah rumah rangka baja berukuran
4 x 6 meter atau sering disebut “ Shelter “ yang selama ini dipakai para relawan untuk berteduh,
itu pun diangkut untuk Pak ketua untuk dijadikan pondok di kebunnya.
Berdasarkan
keterangan yang di kumpulkan reporter The Acehtraffic.com, cerita aneh bin
ajaib ini terjadi pada penghujung bulan Juli lalu, Pak ketua Murdani, SE datang ke markas dan meminta
para relawan yang tidur dan menyimpan barang di shelter tersebut untuk mengemasi barang, karena shelter mau dibongkar untuk dibawa kekebunnya.
Kabar
pembongkaran itu mulai terdengar ketelinga pengurus lainnya, dan ternyata pengurus
lain tidak dapat berbicara banyak dengan olah ketua barunya itu yang tanpa
bermusyawarah membongkat shelter begitu
saja, bahkan waktu itu, pengurus sempat heran dengan tindakan Pak ketua yang
memamfaatkan asset PMI untuk di jadikan pondok di kebunnya, yang tak lain
adalah kepentingan pribadi Pak Ketua.
“Shelter itu diangkut pak ketua sekitar 23 juli dengan menggunakan truk PMI
juga,” Ujar seorang relawan kepada The Acehtraffic.com, Kamis [22/9/2011] lalu
Murdani
SE, ketua PMI Cabang Bireuen yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya Jumat [23/9/2011] malam oleh wartawan Koran local mengatakan, persoalan shelter itu sangat
kecil dibanding sejumlah masalah lainnya yang harus dibenahi di PMI Bireuen.
“Kepada yang melaporkan silakan datang ke kantor PMI untuk melihat apa yang
sedang kami bangun,” katanya.
Dia
mengatakan, media boleh saja mengekspos berita untuk membangun PMI, tetapi
kalau untuk memojokkan PMI Bireuen dan pengurusnya tolong tunggu dulu. “Jangan
ada lagi ekses Muscab merembes hingga sekarang, kami pun baru enam bulan
bertugas,” kata Murdani yang juga anggota DPRK Bireuen itu.
Ditanya
apakah shelter itu ada dalam lingkungan kantor PMI Bireuen, Murdani tak
menjawab jelas. Dia mengatakan, shelter itu dibongkar untuk membersihkan
lingkungan kantor dari kondisi kumuh. Katanya shelter itu tidak masuk dalam
aset PMI Bireuen. “Shelter akan dibangun kembali, ada tiga shelter akan kita
bawa pulang, tetapi belum ada dananya,” katanya.
Terlepas
dari semua jawaban tersebut, para relawan yang selama ini mengabdikan diri
untuk kemanusiaan, semakin melihat perlakuan yang kurang manusiawi yang di
lakonkan sang ketua, padahal sang ketua juga berfrofesi sebagai anggota DPRK
Bireuen dari Partai Persatuan Pembangunan[PPP] tidak menunjukkan ketauladanan
yang baik.
“Bagusnya
sebelum kantor –kantor PMI di gadaikan, dia lebih baik mundur,” Ujar seorang
warga Bireuen yang mengetahui kondisi ini. |AT/Rd/Yd/Ag

0 komentar:
Posting Komentar