
Jakarta -- Pemberian gelar doktor honoris causa [HC] kepada Raja Arab Saudi tidak melalui mekanisme yang semestinya karena tidak melibatkan elemen penting UI.
Dosen Fisip UI Effendi Gazali mengatakan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri melakukan pembohongan publik.
Sebab, Rusliwa, menurut Effendi, menginformasikan pemberian gelar tersebut telah dikaji oleh komite yang terdiri atas delapan guru besar UI dari berbagai disiplin ilmu yang mewakili unsur anggota majelis wali amanah, senat akademik, dan guru besar.
"Namun, dalam kenyataannya Senat Akademik Universitas [SAU] sama sekali tidak dilibatkan. Ini pembohongan publik," terangnya, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu [7/9/2011].
Menurutnya, SAU menyatakan sebaliknya bahwa tidak ada perwakilan SAU di komite penganugerahan gelar HC. Artinya SAU tidak pernah secara resmi mengirimkan perwakilan ke komite tersebut sehingga apa yang diputuskan tidak dibahas apalagi disetujui SAU. |AT/Yd/Micom

0 komentar:
Posting Komentar