News Update :

Mengenal Aceh Dan Tarian Ranub Lampuan di Denmark

Minggu, 18 September 2011

DENMARK - Dewan Integrasi (Integrationsråd) Kotamadya Jammerbugt mengadakan sebuah acara yang di beri nama Kultur- og Foreningsdag  atau hari Kultul dan persatuan, Sabtu [17 /9] acara ini bertujuan untuk menunjukkan kerukunan yang dimiliki warga Denmark.

Helle Bak Andreasen, Anggota Dewan setempat yang juga ketua Dewan Integrasi dalam pidato pembukaan mengatakan  bahwa ini adalah hal yang pertama di adakan oleh Dewan Integrasi di Kotamadya Jammerbugt.  

 "Tujuan kita menunjukkan fleksibilitas yang kita miliki dalam hubungan baik bagi warga negara kita yang telah lama tinggal di sini, dan bagi mereka warga yang baru datang ke Denmark,  apakah mereka sebagai pendatang baru atau pengungsi dan migran", sebut Helle Bak Andreasen

Dia menambahkan pemerintah sudah mengatur sedemikian rupa, sehinga tidak menjadi persoalan dengan ekonomi, yang penting sekali adalah masyarakat masih merasa di perhatikan oleh pemerintah, sekaligus pemerintah harus menuhi kebutuhan rakyatnya.

Acara  yang di dukung persatuan, perpustakaan, departemen kesehatan kota dan relawan, serta perkumpulan masyarakat Aceh World Achehnese Association (WAA)   di mulai pada jam 10.00 – 14.00 siang bertempat di  gedung olahraga dan Budaya – Brovst.

Dalam acara tersebut menampilkan, beberapa tarian dari berbagai belahan dunia,  antaranya Tarian Aceh yang di persembahkan oleh Group Putroe Aceh, Tarian dan lagu dari warga Bhutan di Denmark, Tarian traditional Denmark, Tarian Afrika, serta beberapa cabang olah raga, seperti tinju, bola tangan (hånd bold), main catur, mencabut bulu kening dengan benang, dan mengepang rambut ala Afrika.

World Achehnese Association bagi-bagi cenderamata

Warga Aceh yang terkumpul dalam wadah WAA menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan cendra mata berupa buku mengenal Aceh, terutama kepada walikota Jammerbug Mogens Gade.

Buku mengenal Aceh (Intro Til Aceh) cetak khusus oleh Aceh Investment and Promotion Board (Badan investasi dan Promosi Aceh) dengan harapan masyarakat Denmark semakin mengenal Aceh.|AT/Mizi
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016