
Ambon | acehtraffic.com - Pihak keamanan masih menjaga ketat Ambon pasca-kerusuhan beberapa hari lalu. Bahkan ada tiga orang yang baru datang di Ambon disuruh pergi kembali ke daerah asal. Kapolda Maluku Brigadir Jenderal Polisi Syarief Gunawan di Markas Polda Maluku, mengatakan, ketiga pendatang tidak memiliki tujuan yang jelas ke Ambon. Dari hasil interogasi yang dilakukan, pihak kepolisian memutuskan untuk mengembalikan mereka. Rabu [21/9/2011]
Ceritanya, pada Selasa 20 September 2011 kemarin, tiga orang yang berasal dari Jawa Timur itu mendarat di Bandara Internasional Pattimura menggunakan pesawat Sriwijaya B-737, Reg PK-CKA dengan Captain pilot Ishak.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata Bagas Eko (43 th), asal desa Guluk Manjuk Kecamatan Bluto; Didin Rohidin (34 th), dan Kahyari (39 th) tidak memiliki kartu pengenal diri. Untuk penyelidikan lebih lanjut, mereka dibawa oleh tim Densus 88 ke Markas Polda Maluku untuk diinterogasi.
“Mereka tidak memberikan keterangan yang jelas, tentang tujuannya ke Ambon. Dari hasil interogasi, akhirnya diputuskan untuk memulangkan mereka ke daerah asalnya," kata Gunawan. Jenderal bintang satu ini menyatakan, saat ini beredar SMS gelap yang bernada provokasi baik di Maluku maupun di luar Maluku. SMS ini yang menyebabkan mereka mendatangi Maluku.
Menurut Gunawan, aksi razia ini akan terus dilakukan, untuk mengantisipasi masuknya pendatang yang memiliki tujuan tidak jelas ke Ambon. Kapolda juga mengharapkan, kondisi keamanan di Maluku berangsur-angsur membaik dan masyarakat tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan kekerasan yang berdampak pada stabilitas keamanan di Maluku. |AT/Yd/Viva

0 komentar:
Posting Komentar