JAKARTA - Perjuangan berat timnas Indonesia guna meretas harapan
berlaga di putaran final Piala Dunia 2014 Brazil dimulai malam ini. Mereka akan
berupaya menggapai keberuntungan dengan menjajal tim kuat Iran pada kualifkasi
babak ketiga grup E Asia.
Sayang, di tengah harapan agar Indonesia
mampu meraih hasil positif, kabar buruk harus diterima timnas. Mereka
dipastikan tampil pincang setelah dua anggota tim inti, yakni bek kiri M.
Nasuha dan penjaga gawang Ferry Rotinsulu, tidak dapat diturunkan. "Timnas
Indonesia tidak bisa menurunkan Nasuha dan Ferry," rilis timnas yang
dikirimkan langsung dari Teheran, Iran.
Disebutkan, M. Nasuha tidak dapat
diturunkan karena akumulasi kartu kuning yang diterima pada dua pertandingan
kualifikasi babak kedua melawan Turkemenistan. Sementara itu, Ferry tidak
tampil karena cederanya kembali kambuh.
"Ferry, cedera lutut kanannya
kambuh. Itu sebenarnya cedera lama. Waktu latihan terakhir tadi (kemarin, Red),
katanya masih nyeri. Pelatih memutuskan untuk menggantinya," jelas Media
Officer Timnas Desy Christina melalui e-mail kepada Jawa Pos tadi malam.
Mengenai Ferry, kondisi dia
sebenarnya sudah dikhawatirkan. Sebab, saat pertandingan uji coba Indonesia
melawan Jordania pada 28 Agustus lalu, dia ditarik keluar pada menit ke-30
karena cedera. Pernah dikabarkan pulih dan siap tampil, Ferry ternyata kembali
merasakan nyeri di lutut pada sesi latihan kemarin [1/9]. Dia akhirnya diputuskan
untuk tidak diturunkan.
Mengenai pengganti Ferry, timnas
belum bisa mengumumkan secara resmi. Mereka masih menunggu sampai beberapa jam
menjelang kickoff mengenai siapa saja nama-nama yang akan diturunkan dalam
pertandingan yang diadakan di Azadi Stadium, Teheran, Iran, tersebut.
Namun, jika dilihat dari komposisi
tim pada uji coba terakhir melawan Jordania, gambaran siapa saja yang akan
menggantikan posisi dua pemain tersebut sudah tampak. Posisi bek kiri yang
biasanya ditempati Nasuha bakal diisi Benny Wahyudi.
Pemain asal Arema Malang tersebut dipercaya karena dianggap memiliki kemampuan yang paling mendekati Nasuha. Hanya, kedisiplinan dan kecepatannya untuk menutup lubang yang ditinggalkan setelah naik membantu serangan masih perlu diperbaiki.
Sementara itu, di bawah mistar, posisi Ferry hampir pasti akan diisi Markus Haris Maulana. Meski saat Indonesia melawan Jordania Markus sempat melakukan kesalahan, rupanya, faktor pengalaman masih membuat dia lebih diprioritaskan daripada kiper ketiga I Made Wirawan.
Pemain asal Arema Malang tersebut dipercaya karena dianggap memiliki kemampuan yang paling mendekati Nasuha. Hanya, kedisiplinan dan kecepatannya untuk menutup lubang yang ditinggalkan setelah naik membantu serangan masih perlu diperbaiki.
Sementara itu, di bawah mistar, posisi Ferry hampir pasti akan diisi Markus Haris Maulana. Meski saat Indonesia melawan Jordania Markus sempat melakukan kesalahan, rupanya, faktor pengalaman masih membuat dia lebih diprioritaskan daripada kiper ketiga I Made Wirawan.
Namun, peluang Indonesia tidak
sepenuhnya tertutup karena Iran juga harus tampil tanpa dua pemain andalan,
yaitu Meziar Zare dan Karim Ansarifard. Kehilangan dua pemain tersebut tentu
juga memukul tim Iran lantaran perannnya cukup besar bagi tim.
Itu berdasar pada catatan pertandingan terakhir tim Iran di babak kedua melawan Maladewa lalu. Ansarifard menjadi pencetak dua di antara empat gol kemenangan Iran. Sedangkan Zare menjadi salah seorang pembuka peluang bagi terciptanya gol kedua Iran.
Itu berdasar pada catatan pertandingan terakhir tim Iran di babak kedua melawan Maladewa lalu. Ansarifard menjadi pencetak dua di antara empat gol kemenangan Iran. Sedangkan Zare menjadi salah seorang pembuka peluang bagi terciptanya gol kedua Iran.
Untuk itu, tim Iran sangat mungkin bakal menurunkan penyerang
senior Farhad Majidi untuk mengisi posisi Ansarifard. Sedangkan posisi Zare
bakal diisi oleh Milad Zeneyedpour.
Karena itu, Bambang Pamungkas dkk harus waspada. Pasalnya, secara postur dan pengalaman, pemain Iran lebih unggul. Bahkan, di atas kertas, Iran yang berperingkat ke-53 dunia lebih diunggulkan atas Indoensia yang berada di posisi ke-131 dunia.
Karena itu, Bambang Pamungkas dkk harus waspada. Pasalnya, secara postur dan pengalaman, pemain Iran lebih unggul. Bahkan, di atas kertas, Iran yang berperingkat ke-53 dunia lebih diunggulkan atas Indoensia yang berada di posisi ke-131 dunia.
Selain itu, timnas harus bisa mengatasi tekanan suporter tuan
rumah. Sebab, pelatih Iran Carloz Queiroz secara langsung sudah meminta fans
Iran untuk memenuhi stadion berkapasitas 100 ribu tempat duduk tersebut.
Hanya, dengan filosofi bola itu
bundar dan semangat untuk membuat sejarah kali pertama lolos ke Piala Dunia,
timnas tetap memiliki peluang untuk menahan gempuran tim tuan rumah dan membawa
pulang poin.|At/Ag/jpnn.com


0 komentar:
Posting Komentar