
Banda Aceh | Acehtraffic.com -- Anggota Dewan Pers Satria Naradha mengemukakan kredibelitas media massa di Indonesia lebih dipercaya ketimbang lembaga lain. "Hasil riset menunjukkan bahwa di atas 50 persen masyarakat Indonesia masih mempercayakan kredibilitas untuk media massa," katanya dalam acara pendataan media massa di Banda Aceh, Selasa [27/9/2011].
Menurut dia, untuk menjaga kepercayaan tersebut maka perlu dilakukan uji kompetensi terhadap wartawan dan perusahaan pers agar kepercayaan masih tetap melekat di dalam masyarakat. "Kepercayaan itu jangan disia-siakan dan harus dijaga dengan baik," ujar Satria Naradha.
Dikatakannya, kepercayaan itu karena kinerja wartawan di lapangan masih menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Untuk membantu tugas wartawan, masyarakat juga harus bersinergi, tambahnya.
Selain itu, Dewan Pers mendata sejumlah media cetak dan elektronik yang berkerja di Provinsi Aceh. Pendataan tersebut merupakan amanah Undang-Undang [UU] No 40 tahun 1999 untuk Dewan Pers "Pendataan media hanya dilakukan sekali dalam setahun guna mengetahui berapa banyak jumlah media yang bekerja di Aceh dan akan dibukukan," tambah Satria.
Dengan lahirnya buku ini, kata dia tentunya kawan-kawan media di wilayah Papua bisa mengetahui jumlah media yang ada di Aceh.
Sementara itu, anggota Kelompok Kerja Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers Samsuri mengatakan, pendataan tersebut berakhir hingga Desember. "Insya Allah buku tersebut akan rampung Febuari atau Maret," sebut dia.
Acara tersebut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesi [PWI] Aceh, Ketua Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Banda Aceh dan sejumlah pemilik media di Aceh. |AT/Yd/Ant

0 komentar:
Posting Komentar