BANDA
ACEH – Klub Liga Primer Indonesia (LPI) Atjeh United resmi disandingkan bersama
Persiraja Banda Aceh. Kedua tim tersebut telah menyepakati tetap menggunakan
nama Persiraja. Perkawinan tersebut, LPI menyuplai biaya kehidupan sebesar 5
Milyar kepada Persiraja.
Mantan
ketua umum Persiraja kepada wartawan mengatakan "Nama klub
tidak berubah yaitu tetap Persiraja sampai saat ini. hal ini hanya penggabungan
dua klub saja agar dapat melanjutkan
kompetisi kedepannya, bahwasannya LPI
hanya mendukung kebutuhan Persiraja," ujar Mawardy Nurdin, usai menanda tanggani
kesepakatan kerjasama antara Persiraja dan PT Atjeh Sportingda Mandiri di
Pendopo Walikota Banda Aceh.
Mawardy
juga menambahkan, Liga Primer Indonesia mendukung dana untuk beberapa tahun
kedepan menggunakan legalitas Aceh United, yaitu PT Atjeh Sportingda Mandiri, agar Persiraja
bisa mendaftar ke Asian Football Club (AFC).
Syarat
untuk bisa mengikuti AFC adalah harus memiliki anggaranRp. 15 milyar yang 60 %
digunakan untuk kontrak pemain, kemudian sisanya untuk operasional, kemudian
klub juga harus memiliki legalitas yang disahkan oleh Mentri Hukum dan HAM,
serta harus memiliki infrastuktur yang memadai termasuk juga stadion.
Mawardi
berharap hari senin tanggal 22 Agustus, klub Laskar Lantak Laju harus
mendaftarkan diri ke AFC. Acara perkawinan
Klub Persiraja dengan Atjeh United juga dihadiri oleh Ketua PSSI Djohar Arifin Husein,
Konsorsium LPI, dan sejumlah pengurus Aceh United dan Persiraja. Ini adalah hari dimana Persiraja mengakhiri masa jomblonya. Selamat berbulan madu dengan Aceh United [AT/Ag]

0 komentar:
Posting Komentar