Banda Aceh -- Para elit politik dan pemerintah di Aceh diminta menempuh jalan kompromi atau musyawarah jika agenda pembahasan rancangan Qanun tentang pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak menemukan kesepakatan dalam pembahasan di tingkat legislatif [DPRA]. "Semua pihak harus menempuh jalan kompromi dan musyawarah bila nanti ditemukan kendala dalam pembahasan rancangan Qanun itu," kata anggota DPR RI asal daerah pemilihan Aceh Teuku Riefky Harsha di Banda Aceh, Ahad.[21/8].
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan hal tersebut terkait agenda pembahasan ulang rancangan Qanun tentang pilkada oleh DPRA yang dijadwalkan pada 5 September 2011.
Sementara rancangan Qanun pilkada yang sebelumnya telah disetujui DPRA, namun tidak ditandatangani Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Sementara jadwal tahapan pilkada Aceh bergeser dari rencana sebelumnya. Sedangkan pemilihan dijadwalkan pada Nopember 2011.
"Yang paling penting, semua pihak harus mengutamakan kepentingan masyarakat banyak bukan menduhului rasa ego kelompok atau partainya. Rakyat Aceh sangat berharap situasi damai bisa terus bertahan di daerah ini," katanya menambahkan.
Rancangan Qanun pilkada Aceh tersebut tidak ditandatangani gubernur karena tidak memasukkan klausul tentang calon dari perseorangan/independen.
Dipihak lain, ia menyatakan bahwa sikap Partai Demokrat terkait dengan rancangan Qanun pilkada Acehtetap menerima hasil putusan Mahkamah Konstitusi yang memperbolehkan calon maju lewat jalur independen atau perseorangan.
"Sikap kita fleksibel saja soal itu. Sebab MK telah memutuskan, dan keputusan tersebut sudah final dan bersifat mengikat," katanya.
Ketika ditanya apakah Partai Demokrat mengusung bakal calon gubernur/wakil gubernur Aceh dari internal partai, Riefky mengatakan dipastikan partainya siap mengajukan kader terbaik untuk memimpin provinsi ini dimasa mendatang.
"Tapi, dari kandidat yang muncul saat ini kami masih memilih pada posisi nomor dua atau bakal calon wakil gubernur. Namun juga tidak menutup kemungkinan ada beberapa kader berpeluang untuk nomor satu," kata dia.
Incaran untuk menempati posisi nomor dua [calon wagub] sejuah ini sudah masuk dalam pembahsan di internal partai, bahkan telah melakukan beberapa kali survei, kata dia menjelaskan.
"Namun, bagi kandidat yang memiliki potensi untuk membangun Aceh ke daerah lebih baik dan sejhatera pasti akan kita perjuangkan," kata Riefky.|AT/Yd/Antara

0 komentar:
Posting Komentar