SABANG - Mengantisipasi kejahatan dengan menggunakan senjata api, Kodim
0112 Sabang melakukan sweeping senjata api dan bahan peledak di
Pelabuhan Balohan, Sabang, Minggu (21/8).
“Sweeping kita gelar agar masyarakat Sabang merasa aman menyambut lebaran maupun menghadapi Pemilu. Kita tak ingin ada kejahatan menggunakan senpi di Sabang seperti yang terjadi baru-baru ini.
Untuk itu kita butuh dukungan masyarakat membatu info tentang kepemilikan senpi illegal. Jika ada yang mau menyerahkan senpi, kita siap menerima, yang bersangkutan tak akan diberi sanksi,” kata Dandim 0112 Letkol CZI Muslim Jaya SE.
Operasi tersebut melibatkan tim gabungan dari Polres, Lanal dan Lanud yang berjumlah sekira 30 orang. Semua bersiap di Pelabuhan Balohan sebagai salah satu pintu msuk ke Sabang Dandim beserta Pasi Intel Kodim Kapten Qabul dan sejumlah perwira dari Polres Sabang turun langsung ke lapangan. Kegiatan mulai digelar Pukul 16.00 WIB saat kedatangan KMP BRR. Sejumlah penumpang yang turun dari kapal, baik yang menggunakan kendaraan atau yang berjalan kaki diperiksa barang bawaannya.
Setelah memeriksa tiga ratusan penumpang KMP BRR, setengah jam kemudian tim menunggu kedatangan kapal cepat. Saat tiba, sejumlah penumpang Kapal Ekspress Bahari diperiksa satu persatu. Tim juga memeriksa ke dalam kapal. Namun tim tak menemukan benda-benada yang mencurigakan.
Sementara itu walikota Sabang Munawar Liza Zainal mengaku dikomplain masyarakat terkait razia senjata yang dilakukan Kodim 0112/Sabang di pelabuhan Balohan kemarin. "Ini pengalaman pertama saya di Sabang, bahwa TNI maju di depan untuk melakukan sweeping, seharusnya polisi yang maju," Ujar Walikota Munawar dalam pesan singkat (BBM) kepada situs berita The Atjeh Post.
Gara-gara razia itu, Munawar mengaku mendapat mendapat protes dari masyarakat. "Mestinya dikoordinasikan dulu," tegas Walikota. Menurut Munawar, razia terhadap penumpang kapal khususnya kepada masyarakat sipil, mestinya dilakukan oleh polisi, bukan TNI. "Polisi yang periksa, TNI mem-back di belakang," kata Munawar.| Serambi |Atj| AT|
“Sweeping kita gelar agar masyarakat Sabang merasa aman menyambut lebaran maupun menghadapi Pemilu. Kita tak ingin ada kejahatan menggunakan senpi di Sabang seperti yang terjadi baru-baru ini.
Untuk itu kita butuh dukungan masyarakat membatu info tentang kepemilikan senpi illegal. Jika ada yang mau menyerahkan senpi, kita siap menerima, yang bersangkutan tak akan diberi sanksi,” kata Dandim 0112 Letkol CZI Muslim Jaya SE.
Operasi tersebut melibatkan tim gabungan dari Polres, Lanal dan Lanud yang berjumlah sekira 30 orang. Semua bersiap di Pelabuhan Balohan sebagai salah satu pintu msuk ke Sabang Dandim beserta Pasi Intel Kodim Kapten Qabul dan sejumlah perwira dari Polres Sabang turun langsung ke lapangan. Kegiatan mulai digelar Pukul 16.00 WIB saat kedatangan KMP BRR. Sejumlah penumpang yang turun dari kapal, baik yang menggunakan kendaraan atau yang berjalan kaki diperiksa barang bawaannya.
Setelah memeriksa tiga ratusan penumpang KMP BRR, setengah jam kemudian tim menunggu kedatangan kapal cepat. Saat tiba, sejumlah penumpang Kapal Ekspress Bahari diperiksa satu persatu. Tim juga memeriksa ke dalam kapal. Namun tim tak menemukan benda-benada yang mencurigakan.
Sementara itu walikota Sabang Munawar Liza Zainal mengaku dikomplain masyarakat terkait razia senjata yang dilakukan Kodim 0112/Sabang di pelabuhan Balohan kemarin. "Ini pengalaman pertama saya di Sabang, bahwa TNI maju di depan untuk melakukan sweeping, seharusnya polisi yang maju," Ujar Walikota Munawar dalam pesan singkat (BBM) kepada situs berita The Atjeh Post.
Gara-gara razia itu, Munawar mengaku mendapat mendapat protes dari masyarakat. "Mestinya dikoordinasikan dulu," tegas Walikota. Menurut Munawar, razia terhadap penumpang kapal khususnya kepada masyarakat sipil, mestinya dilakukan oleh polisi, bukan TNI. "Polisi yang periksa, TNI mem-back di belakang," kata Munawar.| Serambi |Atj| AT|


0 komentar:
Posting Komentar