News Update :

GAMBIT Bantah Jubir KPA Pusat

Kamis, 11 Agustus 2011


LANGSA - Reaksi pihak KPA yang meragukan eksistensi Gambit pada masa perjuangan GAM mendapat tanggapan keras dari laki-laki yang kini menjadi buronan paling dicari oleh pihak keamanan di Aceh Timur. 

“Saya terdaftar sebagai anggota KPA Wilayah Peureulak, Daerah Sa Peureulak, Sagoe Kuta Daya. Di tubuh saya [di bahu dan kaki] masih ada dua peluru yang belum dikeluarkan. Jadi saya tidak terima dikatakan bukan mantan kombatan GAM,” kata Gambit yang kembali menelepon Serambi, menjelang pukul 00.00 WIB, Rabu [10/8].

Dia menyatakan, kalau pun sekarang di berjuang dengan caranya sendiri, itu bukan karena instruksi KPA, baik Pusat maupun Wilayah. “Aksi saya bukan untuk memojokkan KPA Pusat,” tandasnya.

Dalam pernyataannya, Gambit juga menyiratkan itikad baik untuk turun dan menyerahkan senjata kepada pihak berwajib jika semua tuntutan keadilan terhadap pemerataan distribusi ekonomi direspons oleh pihak KPA Wilayah Peureulak.

Gambit juga menjelaskan, ia bergabung dengan GAM pada 1999. Ia mengaku anggota GAM yang mendapat latihan militer pada tahap pertama gerakan bersenjata di Aceh. “Apa yang kini saya lakukan adalah inisatif saya sendiri, tidak ada perintah dan tujuan politik apapun. Saya hanya memberi peringatan kepada teman-teman lain agar tidak lupa kepada rakyatnya,” ujar Gambit dari ujung telepon. “Saya sedang tidak berperang dengan siapapun,” lanjutnya.

Dimintai penegasannya untuk turun dan menyelesaikan masalah secara damai, Gambit kembali menegaskan, “saya tetap mau turun dan menyerahkan senjata jika ada upaya dari pihak Wilayah. Tapi sampai saat ini tidak ada seorang pun yang menghubungi saya dan menyatakan keinginan itu.”

Gambit juga membantah anggapan seolah-olah aksinya untuk menciptakan perpecahan di tubuh PA/KPA. “Tidak benar itu. Saya berharap masyarakat Aceh tetap mempercayai PA. Jika nanti pemimpin kita salah, biar kami yang mengambil tindakan,” demikian pernyataan Gambit sambil menutup hubungan telepon. |AT/serambi
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016