

ACARA kenduri masyarakat Pidie di Masjid Baitul A’la Lil Mujahiddin,
kemarin turut dirangkai dengan aksi penandatanganan bersama pada kain
putih yang bertuliskan penolakan terhadap calon perseorangan. Kain sepanjang 30 meter itu ditempel pada pagar masjid tersebut. Terlihat ribuan tanda tangan, mulai dari para petinggi PA/KPA, anggota DPRA dan DPRK, dan sejumlah pejabat yang hadir pada acara itu, tertera di atas kain putih tersebut.
Sebelumnya, calon gubernur Aceh dari PA, Dr Zaini Abdullah mengatakan, keputusan PA menolak calon independen dalam pilkada kali ini karena alasan untuk mempertahankan agar UUPA tidak diutak atik oleh Pemerintah Pusat.
“Sebab UUPA adalah penjabaran dari
MoU Helsinki. Kita tidak takut independen, tapi kita takut jika
kewenangan Aceh akan hilang dan satu persatu pasal (UUPA) akan
dihilangkan,” ujarnya.
Zaini menambahkan, sikap PA ini semata-mata agar nasib perjanjian Lamteh yang dipangkas satu persatu oleh pemerintah pusat, tidak terulang lagi pada masa sekarang. “Hari ini, MK menghapuskan pasal 256 UUPA. Dan menyebabkan kisruh politik terjadi. Namun kami yakin, pemerintah pusat masih dapat menyelesaikan kisruh politik yang terjadi saat ini,” ujar Zaini.
“Hari ini juga perjanjian harus dijalankan secara jujur dan ikhlas oleh Pemerintah Pusat. Hari ini dalam masa masa pilkada, situasi semakin panas. Kita berharap pemerintah mengambil sikap yang bijaksana. Jika tidak akan terjadi konflik horizontal,” tambah Zaini.| Serambi Indonesia
Zaini menambahkan, sikap PA ini semata-mata agar nasib perjanjian Lamteh yang dipangkas satu persatu oleh pemerintah pusat, tidak terulang lagi pada masa sekarang. “Hari ini, MK menghapuskan pasal 256 UUPA. Dan menyebabkan kisruh politik terjadi. Namun kami yakin, pemerintah pusat masih dapat menyelesaikan kisruh politik yang terjadi saat ini,” ujar Zaini.
“Hari ini juga perjanjian harus dijalankan secara jujur dan ikhlas oleh Pemerintah Pusat. Hari ini dalam masa masa pilkada, situasi semakin panas. Kita berharap pemerintah mengambil sikap yang bijaksana. Jika tidak akan terjadi konflik horizontal,” tambah Zaini.| Serambi Indonesia

0 komentar:
Posting Komentar