News Update :

Sandiwara KBRI Dengan Mahasiswa Indonesia Dalam Perang Di Yaman

Sabtu, 16 Juli 2011


Sanaa – Aksi tsauroh [revolusi] yang terjadi di Yaman selama beberapa bulan belakangan sudah melumpukan segala hal di negeri tersebut. Bahan bakar minyak, transportasi, sembako harga meroket, melengkapi penderitaan mahasiswa Indonesia yang belajar itu.

Setelah kedutaan Besar Republik Indonesia [KBRI] Yaman berjanji beberapa minggu lalu pada mahasiswa Indonesia yang belajar di Yaman akan segera di evakuasi setelah ujian. Ternyata sampai hari ini mereka masih dalam suasana ketakutan dan bingung harus bagaimana. Jum’at [15/07].

Pasalnya setelah gencar-gencarnya pemberitaan dimedia tentang penderitaan mahahasiswa Indonesia yang terkepung konflik bersenjata,  KBRI sepertinya kebakaran jenggot, dan berjanji pada mahasiswa bahwa mereka akan segera dievakuasi, tetapi apa yang terjadi  sampai berita ini diturunkan belum juga direalisasi.

“Kiban tawoe, nyoe teungoh ujian, pulom han geubi woe le Abi, lom geujamin le gobnyan soal keamanan” [bagaimana kita pulang ujian dikampus belum selesai, apalagi tidak diizinkan oleh Rektor dan keamanan beliau juga menjamin] kata seorang mahasiswa asal Aceh dan akhirnya mereka ditinggal pergi oleh KBRI yang pindah ke Jeddah.

Menurut pantauan reporter Acehtraffic.com, sebenarnya mahasiswa sudah disurati untuk datang ke kantor KBRI Yaman, tetapi mahasiswa menunda untuk pulang mengingat sedang ujian dikampus.

Rector Universitas Darul Ulum Asyar’iyyah Dr. Syaikh Muhammad Ali Yahya Mur’i tidak menyetujui penundaan ujian tersebut dan berjanji siap menjamin keamanan mahasiswa dan mempercepat waktu ujian serta melarang pulang bagi mahasiswa sebelum ujian selesai.

Sedangkan staf KBRI Yaman banyak yang sudah dievakuasi ke Jeddah Arab Saudi, yang tinggal Huddaidah hanya anggota konsuler dan Ketua duta besar. |AT/Irz/Yd/Rd
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016