Banda
Aceh - Petani
kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, diharapkan memperbanyak penggunaan
pupuk organik agar produktifitas tanaman andalan ekspor itu bisa lebih
meningkat.
"Untuk memperbaiki kualitas dan produktifitas kopi Arabika para petani hendaknya memperbanyak penggunaan pupuk organik, meskipun tidak terus meninggalkan pemakaian pupuk nonorganik secara total," kata Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, saat membuka Sekolah Lapang di Kecamatan Risip Antara, Jumat.[8/7]
Sekolah
Lapang merupakan proses pemangkasan kopi yang digagas oleh Jembatan Masa Depan
(JMD) yang bernaung dibawah IOM-SEAGA.mpung Pilar Kecamatan Rusip Antara.
Selain
penggunaan pupuk organik, kata Bupati, ada hal lain yang juga tak boleh
diabaikan, yakni jarak tanam dan sistem pemangkasan yang sangat berpengaruh
besar terhadap proses pembuahan.
"Pemangkasan
yang bagus akan membantu sirkulasi udara dan pasokan cahaya matahari yang
dibutuhkan oleh cabang-cabang produksi," imbuhnya.
Diakui
Nasaruddin, perawatan kopi di beberapa lahan di Aceh Tengah masih perlu
penanganan yang intensif.
Karena
itu, sekolah langsung yang diselenggarakan oleh IOM-SEAGA ini akan turut
memperbaiki mutu kopi Arabika Gayo yang telah menjelajahi pasar dunia, ungkap
Nasaruddin.
Lebih
jauh, mantan penyuluh pertanian ini mengatakan, tanaman kopi merupakan urat
nadi perekonomian masyarakat.
Pemerintah
dengan segenap upaya terus memberikan dukungan kepada para petani dan salah
satu bentuk dukungan pemerintah adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan
hingga ke areal-areal perkebunan masyarakat, katanya.
Saat
ini, kata Bupati, masyarakat tidak perlu berlomba-lomba untuk memperbanyak
kebun tapi yang lebih penting dari hal itu adalah bagaimana mengupayakan hasil
produksi.
Selama
ini, menurut data yang ada, kata dia, perolehan petani masih berkisar pada 700
Kg/hektare/tahun. "Ke depan bagaimana upaya untuk kita tingkatkan dari 700
Kg hingga menjadi 1-1,5 ton/hektare, bahkan jika dirawat dengan baik bukan
tidak mungkin perbatangnya mengahsilkan 2 kg/tahun," ujarnya.
Koordinator
Jembatan Masa Depan Dr Samshe Pandiayanagan menyampaikan tujuan dari
pelaksanaan Sekolah Lapang ini adalah untuk meningkatkan hasil peroduksi kopi.
Sekolah
Lapang ini langsung dipandu oleh 29 orang AEW atau petani pendamping yang
direkrut dari 14 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tengah.
Ke-29
AEW ini akan menjadi instruktur bagi para petani di wilayah masing-masing,
dimana untuk satu orang AEW akan memberikan teknik pemangkasan yang benar
kepada 20 oranng petani, katanya..
Masih
menurut Samshe Pandiayangan, setiap petani yang dilatih dibekali dengan buku
panduan, selain proses pemangkasan, kepada para peserta Sekolah Lapang ini juga
akan dibekali ilmu tentang cara pemilihan induk bibit, perawatan sampai kepada
tahap akhir yakni pemasaran.
Pada
acara pembukaan Sekolah Lapang itu Bupati Aceh Tengah menyerahkan secara
simbolis buku panduan SL kepada Darmansyah dan Mahyana anggota AEW, yang
dilanjutkan dengan demonstrasi pemangkasan yang benar oleh Bupati Aceh Tengah.
| sumber Antara

0 komentar:
Posting Komentar