News Update :

Petani Kopi Agar Perbanyak Gunakan Pupuk Organik

Sabtu, 09 Juli 2011

Banda Aceh - Petani kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, diharapkan memperbanyak penggunaan pupuk organik agar produktifitas tanaman andalan ekspor itu bisa lebih meningkat.

"Untuk memperbaiki kualitas dan produktifitas kopi Arabika para petani hendaknya memperbanyak penggunaan pupuk organik, meskipun tidak terus meninggalkan pemakaian pupuk nonorganik secara total," kata Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, saat membuka Sekolah Lapang di Kecamatan Risip Antara, Jumat.[8/7]


Sekolah Lapang merupakan proses pemangkasan kopi yang digagas oleh Jembatan Masa Depan (JMD) yang bernaung dibawah IOM-SEAGA.mpung Pilar Kecamatan  Rusip Antara.
Selain penggunaan pupuk organik, kata Bupati, ada hal lain yang juga tak boleh diabaikan, yakni jarak tanam dan sistem pemangkasan yang sangat berpengaruh besar terhadap proses pembuahan.

"Pemangkasan yang bagus akan membantu sirkulasi udara dan pasokan cahaya matahari yang dibutuhkan oleh cabang-cabang produksi," imbuhnya.
Diakui Nasaruddin, perawatan kopi di beberapa lahan di Aceh Tengah masih perlu penanganan yang intensif.

Karena itu, sekolah langsung yang diselenggarakan oleh IOM-SEAGA ini akan turut memperbaiki mutu kopi Arabika Gayo yang telah menjelajahi pasar dunia, ungkap Nasaruddin.

Lebih jauh, mantan penyuluh pertanian ini mengatakan, tanaman kopi merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.

Pemerintah dengan segenap upaya terus memberikan dukungan kepada para petani dan salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan hingga ke areal-areal perkebunan masyarakat, katanya.

Saat ini, kata Bupati, masyarakat tidak perlu berlomba-lomba untuk memperbanyak kebun tapi yang lebih penting dari hal itu adalah bagaimana mengupayakan hasil produksi.
Selama ini, menurut data yang ada, kata dia, perolehan petani masih berkisar pada 700 Kg/hektare/tahun. "Ke depan bagaimana upaya untuk kita tingkatkan dari 700 Kg hingga menjadi 1-1,5 ton/hektare, bahkan jika dirawat dengan baik bukan tidak mungkin perbatangnya mengahsilkan 2 kg/tahun," ujarnya.

Koordinator Jembatan Masa Depan Dr Samshe Pandiayanagan menyampaikan tujuan dari pelaksanaan Sekolah Lapang ini adalah untuk meningkatkan hasil peroduksi kopi.
Sekolah Lapang ini langsung dipandu oleh 29 orang AEW atau petani pendamping yang direkrut dari 14 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tengah.

Ke-29 AEW ini akan menjadi instruktur bagi para petani di wilayah masing-masing, dimana untuk satu orang AEW akan memberikan teknik pemangkasan yang benar kepada 20 oranng petani, katanya..

Masih menurut Samshe Pandiayangan, setiap petani yang dilatih dibekali dengan buku panduan, selain proses pemangkasan, kepada para peserta Sekolah Lapang ini juga akan dibekali ilmu tentang cara pemilihan induk bibit, perawatan sampai kepada tahap akhir yakni pemasaran.

Pada acara pembukaan Sekolah Lapang itu Bupati Aceh Tengah menyerahkan secara simbolis buku panduan SL kepada Darmansyah dan Mahyana anggota AEW, yang dilanjutkan dengan demonstrasi pemangkasan yang benar oleh Bupati Aceh Tengah. | sumber Antara

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016