
Bangkok - Partai Oposisi Thailand, Partai Phue menang telak dalam pemilihan umum di Negara Thailand dan memperoleh suara mayoritas di parlemen. Kandidat perdana menteri Yingluck Shinawatra pada hari Senin [4/07] mengumumkan pembentukan koalisi lima partai yang terdiri dari partai Pheu Thai, Chat Thai Pattana, Chat Pattana Puea Pandin, Phalangchon dan Mahachon.
Pengumuman itu dikeluarkan satu hari setelah pemilihan umum 3 Juli di mana partai Pheu mengalahkan Partai Demokrat yang berkuasa dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.
Menurut hasil pemilu terakhir, Pheu Thai memenangkan 265 kursi dari 500 kursi keseluruhan yang ada di parlemen. Partai demokrat 159 kursi, Bhumijaithai 34 kursi, Chartthaipattana 19 kursi; Palung Chon 7 kursi; Chart Pattana Puea Pandin 7 kursi; Partai Rak Prathet Thai 4 kursi; Matubhum, 2 kursi dan partai Rak Santi, 1 kursi.
Oleh karena itu, pemerintah koalisi mungkin akan terdiri dari 299 anggota parlemen atau sekitar 60 persen kursi DPR.
"299 adalah angka yang baik," kata Yingluck.
Dia menekankan "rekonsiliasi" harus berlangsung dan ekonomi dibangun kembali untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat.
"Korupsi adalah masalah lain yang akan kita selesaikan," kataYingluck dalam konferensi pers.
Dia juga berjanji untuk memulihkan "hubungan internasional," tampaknya mengacu pada hubungan dengan Kamboja, yang tegang karena sengketa perbatasan atas kuil Preah Vihear yang berusia sejak abad ke-10.
Pemilihan umum di negara itu secara umum berjalan dengan lancar.
Namun, seperti dikutip Bangkok Post, Senin [04/07] Jungprasert Somchai anggota Komisi Pemilihan (EC) mengatakan bahwa EC telah menerima 1.929 keluhan penipuan dalam pemilihan dan pembelian suara. Bukti penipuan pemilihan umum ditemukan di lima provinsi : Sukhothai, Si Sa Ket, Maha Sarakham, Buri Ram, dan Chaiyaphum. | ZK/China Daily

0 komentar:
Posting Komentar