News Update :

Komandan Iran: Kapal Induk AS Jadi Sasaran Jika Iran Diserang

Minggu, 10 Juli 2011


Teheran - Seorang komandan senior pasukan pengawal Revolusi Iran pada hari Sabtu [09/07]  menegaskan bahwa kapal induk AS akan menjadi sasaran jika Iran diserang di tengah kebuntuan dengan Barat mengenai program nuklir Teheran, demikian dilansir Kantor Berita China Daily [09/07].

Iran sering memperingatkan pembalasan besar jika mereka menghadapi serangan militer dari Israel atau Barat, tetapi komentar terbaru itu muncul  dengan penekanan memperluas jarak jangkauan rudal Iran dalam latihan perang 10 hari berikutnya . Latihan itu meliputi peluncuran rudal silo bawah tanah.

"Pesawat pembawa…bergerak mencapai target. Jika musuh mengancam kami, kami akan menargetkan mereka," kata Amir Ali Hajizadeh, komandan kekuatan udara pengawal Revolusi, dalam komentarnya yang disiarkan televisi pemerintah. 

Hajizadeh juga menegaskan bahwa Iran secara diam-diam melakukan tes rudal pada bulan Februari. Ia mengaku memukul target pada "mulut Samudera Hindia" _ daerah dekat Selat Hormouz di ujung selatan Teluk. Namun, Hajizadeh tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pada bulan April, komandan pengawal Revolusi Iran mengatakan arsenal mampu menjangkau "daerah jauh di luar Teluk Persia." 

Iran telah mencoba membuat proyek militer yang mungkin di luar Teluk, dimana AS juga memiliki beberapa pangkalan udara dan pelabuhan Armada 5 Angkatan Laut di Bahrain. 

Iran mengatakan rudalnya mampu mencapai Israel dan basis militer AS di wilayah tersebut. Dua kapal perang Iran memasuki Mediterania pada Februari untuk pertama kalinya sejak Revolusi Iran tahun 1979, dan kapal selam Iran kembali pekan ini setelah perjalanan yang melintasi Laut Merah. 

Iran juga mengatakan memiliki kemampuan untuk memproduksi rudal dengan jangkauan yang lebih besar daripada yang ada saat ini di gudang, tetapi tidak mereka memproduksinya karena wilayah Israel dan pangkalan AS sudah dalam jangkauan. 

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan kepada parlemen bahwa Iran telah melakukan uji coba rahasia rudal balistik pada Oktober disamping manuver militer. 

Hajizadeh menegaskan hanya uji coba rudal yang dilakukan. Namun tidak jelas informasi apakah  uji coba rahasia pada Februari bulan sama seperti yang diklaim Hague. | AT/ZK

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016