KUALASIMPANG - Pencairan
anggaran Pilkada gubenur/wakil gubenur Aceh yang dianggarkan untuk KIP
Aceh Tamiang, sebesar Rp 8 miliar terhambat akibat belum turunnya
Daftar Pengisian Anggaran (DPA) dari KIP Aceh. Sementara tahapan
pemutakhiran data untuk PPK, PPS dan PPD harus segera dilaksanakan.
Ketua
KIP Aceh Tamiang, Izuddin, Kamis (30/6) mengatakan, dari
plot anggaran itu sudah dikirim 50 persen, namuan DPA belum turun,
sehingga pencairannya terhambat. “Sudah ada RKA namun secara hukum RKA
tidak bisa dipakai untuk pencairan dana karena dokumen tidak
ditandatangani pihak KIP Provinsi,” ujarnya.
Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pemutakhiran data pemilih pada pertengahan Juli mendatang dalam dua minggu ini pihak melakukan pelatihan kepada anggoat PPS yang berjumlah 639 orang, PPD 610 orang dan PPK tambah sekretariat 120 orang. “Pemutakhiran data pemilih dimulai tanggal 18 Juli mendatang,” ujarnya.
Karena membutuhkan anggaran besar untuk tahapan Pilkada tersebut, pihaknya mengharapkan DPA dari KIP provinsi segera turun dalam waktu dekat karena dalam pelatihan tersebut peserta diberikan dana pengganti ongkos transportasi.|Srb
Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pemutakhiran data pemilih pada pertengahan Juli mendatang dalam dua minggu ini pihak melakukan pelatihan kepada anggoat PPS yang berjumlah 639 orang, PPD 610 orang dan PPK tambah sekretariat 120 orang. “Pemutakhiran data pemilih dimulai tanggal 18 Juli mendatang,” ujarnya.
Karena membutuhkan anggaran besar untuk tahapan Pilkada tersebut, pihaknya mengharapkan DPA dari KIP provinsi segera turun dalam waktu dekat karena dalam pelatihan tersebut peserta diberikan dana pengganti ongkos transportasi.|Srb

0 komentar:
Posting Komentar