News Update :

Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Dibunuh

Minggu, 24 Juli 2011


TEHERAN - Seorang ilmuwan nuklir Iran adalah "dibunuh oleh teroris" di timur kota Teheran pada hari Sabtu, kantor berita resmi IRNA melaporkan [23/07].

Dariush Rezaei, PhD Fisika nuklir dan seorang profesor universitas, dibunuh oleh pengendara sepeda motor di depan rumahnya pada Sabtu malam, kantor berita setengah resmi ISNA melaporkan.

Menurut media setempat, ilmuwan yang dibunuh adalah seorang ahli terkait dengan Organisasi Energi Atom Iran.

Istri Rezaei, yang sedang bersamanya ketika serangan itu terjadi, selamat dari insiden mematikan itu tetapi cedera dan segera dibawa ke rumah sakit, televisi satelit lokal TV Press melaporkan.

Dariush Rezaei, profesor fisika nuklir
[Photo: trumbull.kent.edu]
Korban adalah seorang profesor fisika nuklir di Mohaqeq Ardebili University di Iran barat laut kota Ardebil, kantor berita semi-resmi Mehr melaporkan.

Polisi Teheran telah mengkonfirmasikan pembunuhan itu dan mengatakan bahwa penyelidikan kasus ini telah dimulai.

Sementara itu, Wakil bidang Politik Gubernur Teheran Safar Ali Baratlou, mengkonfirmasikan berita itu, mengatakan kepada ISNA bahwa tidak ada tersangka yang ditangkap sejauh ini.

Pada bulan Januari 2010, ilmuwan nuklir Iran dan profesor Fisika pada universitas bergengsi di Teheran, Massoud Ali Mohammadi, tewas oleh bom remote control yang melekat pada sebuah sepeda motor yang diparkir dekat rumahnya.

Pada bulan November 2010, ilmuwan nuklir Iran lainnya Majid Shahriar juga tewas oleh bom yang melekat pada mobilnya dalam perjalanan ke tempat kerjanya.

Pada bulan Januari, Iran mengatakan jaringan mata-mata Israel telah terbongkar dan menangkap sekelompok orang yang terkait dengan pembunuhan ilmuwan nuklir Massoud Ali Mohammadi.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan bahwa Iran akan menuntut secara hukum Israel atas pembunuhan ilmuwan nuklir mereka.

"Kami telah mengumpulkan beberapa bukti” kata jurubicara itu.

Dalam bulan itu juga Wakil Presiden Iran Nasrin Soltankhah mengumumkan bahwa Iran membentuk tim keamanan untuk melindungi para ilmuwan nuklirnya.

“Perlindungan bagi para ilmuwan Iran serius dipertimbangkan oleh sistem keamanan Negara”, kata Soltankhah. Dia menambahkan bahwa para ilmuwan Iran juga dilatih untuk menghadapi kemungkinan bahaya yang dapat mengancam kehidupan mereka.

Pihak berwenang Iran telah menuduh Amerika Serikat dan badan intelijen Israel berada di balik pembunuhan itu.

Negara Barat mencurigai Iran berusaha membangun senjata nuklir meskipun Teheran mengklaim bahwa itu hanya akan digunakan untuk pembangkit energi bagi masyarakat sipil. | AT/ZK/Xinhua

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016