
SAN FRANCISCO - Dua kelompok hacker berprofil tingkat tinggi, pada hari Rabu [27/06] menyerukan kepada pengikutnya untuk memboikot PayPal atas penolakan yang berkelanjutan yang dilakukan situs pembayaran elektronik itu dalam menangani aliran dana sumbangan untuk Wikileaks. Demikian dilansir kantor berita Xinhua, Kamis [28/07].
"Kami mendorong orang yang menggunakan PayPal untuk segera menutup rekeningnya dan mempertimbangkan alternatif lain," kata kelompok hacker Anonymous dan Lulz Security dalam komunikasi resmi mereka, dan mereka mengklaim bahwa "PayPal terus menahan dana Wikileaks."
Mereka juga meluncurkan akun Twitter yang disebut "OpPayPal" untuk mengusir orang menjauh dari San Jose, layanan pembayaran online yang berbasis di California.
Melalui akun Twitter, kelompok hacker itu mengatakan bahwa PayPal telah kehilangan lebih dari 9.000 rekening hanya dalam beberapa jam. Mereka juga mengklaim bahwa pengguna PayPal telah menurun karena orang membatalkan akun mereka.
Sejauh ini Paypal yang memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif di seluruh dunia tidak membuat komentar mengenai pembokitan itu.
Pada Desember lalu, layanan PayPal diserang dalam serangkaian serangan DoS [denial-of-service attack] yang dilakukan oleh Anonymous sebagai aksi balasan atas keputusan Paypal yang membatasi secara permanen akun yang digunakan oleh Wikileaks dalam mengumpulkan dana.
Dalam pernyataan pada hari Rabu [27/07], para hacker juga mengutuk badan Investigasi Fideral AS [FBI] yang melakukan penangkapan atas orang yang diduga anggota Anonymous baru-baru ini, dia terancam menghadapi hukuman penjara selama 15 tahun ditambah denda sampai 500.00 dolar AS.
Menurut Departemen Kehakiman AS, 16 hacker ditangkap Selasa lalu, 14 di antaranya dituduh melancarkan serangan hacking pada PayPal. | AT/ZK
"Kami mendorong orang yang menggunakan PayPal untuk segera menutup rekeningnya dan mempertimbangkan alternatif lain," kata kelompok hacker Anonymous dan Lulz Security dalam komunikasi resmi mereka, dan mereka mengklaim bahwa "PayPal terus menahan dana Wikileaks."
Mereka juga meluncurkan akun Twitter yang disebut "OpPayPal" untuk mengusir orang menjauh dari San Jose, layanan pembayaran online yang berbasis di California.
Melalui akun Twitter, kelompok hacker itu mengatakan bahwa PayPal telah kehilangan lebih dari 9.000 rekening hanya dalam beberapa jam. Mereka juga mengklaim bahwa pengguna PayPal telah menurun karena orang membatalkan akun mereka.
Sejauh ini Paypal yang memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif di seluruh dunia tidak membuat komentar mengenai pembokitan itu.
Pada Desember lalu, layanan PayPal diserang dalam serangkaian serangan DoS [denial-of-service attack] yang dilakukan oleh Anonymous sebagai aksi balasan atas keputusan Paypal yang membatasi secara permanen akun yang digunakan oleh Wikileaks dalam mengumpulkan dana.
Dalam pernyataan pada hari Rabu [27/07], para hacker juga mengutuk badan Investigasi Fideral AS [FBI] yang melakukan penangkapan atas orang yang diduga anggota Anonymous baru-baru ini, dia terancam menghadapi hukuman penjara selama 15 tahun ditambah denda sampai 500.00 dolar AS.
Menurut Departemen Kehakiman AS, 16 hacker ditangkap Selasa lalu, 14 di antaranya dituduh melancarkan serangan hacking pada PayPal. | AT/ZK

0 komentar:
Posting Komentar