Salah satu ancaman yang dibuat oleh seorang pria 30 tahun saat menyandera anak-anak TK dan 4 orang guru.
![]() |
| Murid TK dibawa ke ambulans setelah mereka disandera seorang pria gila di Muar, negara bagian Johor, Malaysia, 7 Juli 2011. [Photo:REUTERS/Stringer] |
Insiden lima jam berlangsung di sebuah TK di Taman Cemerlang, Sungai Abong mulai terjadi pada pukul 09:30 dan berakhir pukul 03:45 Kamis [07/07] setelah polisi menembaknya di kepala.Tidak ada sandera yang terluka.
Pria yang diyakini pecandu narkoba, membuat ancaman sementara polisi membujuknya untuk menyerah.
![]() |
| Polisi membawa murid TK pada akhir drama penyanderaan, 7 Juli 2011 [Photo: REUTERS/Stringer] |
Norazah, yang masih trauma saat ditemui di Rumah Sakit Spesialis Sultanah Fatimah pada malam ini. Ketika diwawancarai mengatakan bahwa pria itu telah memasuki gedung perumahan taman kanak-kanak sekitar 09:30.
Dia mengatakan, dirinya beserta tiga orang guru, dan 30 anak-anak naik ke lantai atas dan mengunci diri dalam ruangan untuk menghindari didekati oleh pria itu.
"Kami bersandar di pintu ruangan dengan kursi untuk mencegah pria itu masuk dan mengancam keselamatan kami," tambahnya.
Kata Norazah, pria itu membawa parang dan palu, pelan-pelan memasuki tempat dan membawa anak-anak dan guru termasuk dirinya.
"Saya tidak tahu bagaimana pria itu telah memasuki tempat."
"Dia membiarkan anak-anak untuk pergi ke toilet, dan juga mendapatkan minuman,"katanya.
Dan pada pukul 3:45 pria itu ditembak di kepala ketika mencoba menyemprot racun api pemadam kebakaran ke arah personil satuan khusus keamanan Malaysia yang memaksa pria itu ke luar dari ruangan.
Pria itu tidak tewas dan dilarikan ke rumah sakit. | AT/ZK/Bernama



0 komentar:
Posting Komentar