
Lhokseumawe - Bunker dan gua peninggalan
tentara Jepang pada Perang Dunia II di wilayah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh,
akan dipugar untuk melestarikan peninggalan sejarah dan menjadikannya sebagai
objek wisata.
Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota
Lhokseumawe Miswar di Lhokseumawe, Jumat, mengatakan, jumlah bunker tentara
Jepang di dearah ini diperkirakan sebanyak enam lokasi yang terletak di pesisir
pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti. Jumat [8/7]
Sementara gua milik tentara Jepang hanya satu
lokasi yaitu di perbukitan Cot Panggoi, Kecamatan Muara Satu.Disebutkannya, pihaknya akan mengusulkan anggaran
pemugaran sejumlah situs sejarah peninggalan Jepang tersebut pada 2012 di mana
rencananya pemugaran akan dilakukan secara bertahap.
Bunker pertahanan tentara Jepang di pesisir
pantai Ujong Blang, letaknya terpisah-pisah antara satu bunker dengan bunker
lainnya. Bahkan lokasi bunker ada yang telah dikuasai sejak lama oleh warga dan
dijadikan tempat tinggal sehingga diperlukan ganti rugi untuk pemugaran situs
sejarah tersebut.
"Rencananya sejumlah bunker yang letaknya
terpisah-pisah itu akan direlokasi pada satu tempat di kawasan itu juga karena
ada bunker yang hampir lenyap digerus air laut dan juga ada yang telah
dijadikan tempat tinggal," terang Miswar.
Sementara untuk gua peninggalan tentara Dai
Nippon tersebut yang terletak di Cot Panggoi atau tidak jauh dari lokasi pabrik
pencairan gas alam PT Arun NGL, katanya, akan dibersihkan dan dijadikan lokasi
wisata sejarah.
Menurut Miswar, pemugaran dan perawatan sejumlah
situs sejarah peninggalan tentara Jepang di Lhokseumawe perlu sebagai bahan
referensi sejarah karena di sejumlah benteng itu tentara Jepang kerap
mendapat perlawanan dari pejuang lokal pada masa itu.| Sumber Antara

0 komentar:
Posting Komentar