Meureudu
– Gara-gara pemberitaan, Wartawan Metro Aceh, Muliadi diancam gorok leher oleh
anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pidie Jaya, M Nasir. Merasa
terancam, Mulyadi melaporkan ke polisi, Rabu (6/7).
Ditemani
sejumlah wartawan, Mulyadi mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres
Pidie sekitar pukul 11.00 WIB. Kepada petugas di sana, Mulyadi mengaku tidak
nyaman setelah ada ancaman potong leher oleh M Nasir, warga Gampong Masjid
Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya di sebuah warung kopi dalam Kota Meureudu.
Menurutnya,
pelaku yang mengaku anggota KNPI marah karena pemberitaan di Metro Aceh
berjudul ‘ BPK Diminta Audit Dana KNPI Pidie’.
”Kamu
jangan tinggal lagi di Gampong Masjid Tuha, kalau tidak dengar akan saya gorok
leher dan akan bawa naik ke atas. Mulai sekarang kamu jangan nampak lagi di
gampong ini,” kata Muliadi meniru ucapan M Nasir, kemarin.
Menurutnya,
berita yang dibuatnya sudah sesuai dengan UU Pers. ”Saya juga sudah
mewawancarai pengurus KNPI terkait tudingan itu,” katanya kepada sejumlah
wartawan dan polsi. Sementara
itu, Ketua KNPI Pidie Jaya Safwan Gade membenarkan M.Nasir anggota KNPI Pidie
Jaya. Namun dia membantah terkait pengancaman seperti dutuduhkan Mulyadi.
”Dia
hanya meminta wartawan bertanggung jawab atas pemberitaan yang dia tulis tidak
benar dan datanya fiktif. Jadi tidak ada ancaman, anggota saya hanya minta
pertanggung jawaban berita, karena datanya fiktif,” kata Ketua KNPI Pidie Jaya,
kemarin.
Kapolres Pidie AKBP
Dumadi, Sst Mk melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi, SH mengatakan akan mendalami
laporan Muliadi terkait kasus pengancaman. ”Kita sedang dalami laporannya, jika
benar akan kita lanjutkan,” jelas Supriadi. |Sumber Harian Aceh


0 komentar:
Posting Komentar