
Kabut debu musim panas menyelimuti kota Hudaidah Yaman Selatan, Senin [13/6]. Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di kampus Darul Ulum Asyar’iyyah, basah kuyup bermandikan
keringat.
Mereka sedang bersiap untuk menghadapi ujian. Dengan gigih dan sabar mereka membuka lembar demi lembar kitab
muqarror (pelajaran), memaksimalkan waktu yang ada demi menghadapi ujian yang
sedang berlangsung.
Kondisi negara yang sedang konflik tersebut memang sempat membuat goyah dan tak menentu pada benak mahasiswa, akhirnya pertolongan yang mereka harap-harapkan datang, akhirnya pihak KBRI pun siap melayani dan membantu terhadap mahasiswa yang siap untuk dievakuasi ke Indonesia. Setelah tawaran datang, para mahasiswa pun siap dievakuasi sekarang dengan catatan ujian bisa ditunda.
Rector Universitas Darul Ulum Asyar’iyyah Dr. Syaikh Muhammad Ali Yahya Mur’i tidak menyetujui penundaan ujian tersebut dan berjanji siap menjamin keamanan mahasiswa dan mempercepat waktu ujian serta melarang pulang bagi mahasiswa sebelum ujian selesai.
Kondisi negara yang sedang konflik tersebut memang sempat membuat goyah dan tak menentu pada benak mahasiswa, akhirnya pertolongan yang mereka harap-harapkan datang, akhirnya pihak KBRI pun siap melayani dan membantu terhadap mahasiswa yang siap untuk dievakuasi ke Indonesia. Setelah tawaran datang, para mahasiswa pun siap dievakuasi sekarang dengan catatan ujian bisa ditunda.
Rector Universitas Darul Ulum Asyar’iyyah Dr. Syaikh Muhammad Ali Yahya Mur’i tidak menyetujui penundaan ujian tersebut dan berjanji siap menjamin keamanan mahasiswa dan mempercepat waktu ujian serta melarang pulang bagi mahasiswa sebelum ujian selesai.
Para
mahasiswa pun siap mendengar dan ta’at pada perintah Syaikhnya, ada sedikit
ruang ketenangan dan bisa bernafas lega setelah mendapatkan respon yang positif
dari pihak Universitas. Begitu juga dari pihak KBRI yang sebelumnya terkesan tidak
peduli, kini Drs Agus Sarif Budiman selaku ketua team evakuasi WNI yang berada
di Yaman. Belajar pun bisa sedikit tenang dan konsentrasi.
Ada sedikit titik terang dari permasalahan yang sedang dihadapi WNI di Yaman, khususnya mahasiswa yang berada di Kota Hudaidah, mengingat kondisi Yaman masih konflik dan belum tahu kapan keadaan kembali aman para mahasiswa yang berada di Hudaidah masih bertanya-tanya nasib mereka setelah ujian selesai.
Ada sedikit titik terang dari permasalahan yang sedang dihadapi WNI di Yaman, khususnya mahasiswa yang berada di Kota Hudaidah, mengingat kondisi Yaman masih konflik dan belum tahu kapan keadaan kembali aman para mahasiswa yang berada di Hudaidah masih bertanya-tanya nasib mereka setelah ujian selesai.
Harapan
mereka proses pengevakuasian tetap dilangsungkan, mengingat negara itu sedang
bergolak. Kami terus mengharap kepedulian
dari pihak KBRI untuk tetap memikirkan nasib mahasiswwa setelah selesai masa
ujian.Semoga.
| Soib Mukhlas Ketua MPA Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman.
| Soib Mukhlas Ketua MPA Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman.

0 komentar:
Posting Komentar