ACEH BESAR - Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf mengatakan kondisi
politik di Aceh kian meruncing. Hal itu disampaikannya usai doa bersama
memperingati setahun wafatnya deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
Tengku Hasan Tiro di Desa Mereu, Indrapuri Aceh Besar, Kamis, (2/6).
Muzakir mengatakan, sebelum meninggal, Tengku Hasan Tiro telah
mengamanahkan kepada rakyat Aceh untuk menjaga perdamaian dan
mensejahterakan seluruh rakyat Aceh. Untuk mewujudkan itu, dia meminta
rakyat Aceh bersatu. "Apakah kita sanggup menjaga amanah itu terpulang
kepada kita semua," ujarnya.
Pada tahun 2005 lalu, Hasan Tiro telah mengambil jalan untuk berdamai
dengan pemerintah Indonesia. Hal itu kata Muzakir merupakan
satu-satunya jalan untuk mensejahterkana rakyat Aceh. Apalagi kata dia,
Aceh adalah daerah yang subur. "Bek sampe deuk tikoh dalam krong (Jangan
sampai seperti tikus mati di lumbung padi)," kata pria yang akrab
disapa Mualem itu. Mualem juga mengatakan, hanya melalui Partai Aceh
semua amanah dan harapan Tengku Hasan Tiro dapat diwujudkan.
Doa bersama mengenang setahun meninggalnya tokoh pergerakan Aceh
Almarhum Tengku Hasan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Tampak hadir
beberapa petinggi GAM seperti Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud,
Perdana menteri GAM, Zaini Abdullah, dan Zakaria Saman, serta ketua KPA
dan Partai Aceh dari seluruh wilayah di Aceh.
Lokasi makam yang berada sekitar tiga kilometer dari pasar Indrapuri itu sesak pengunjung. Kenderaan mengular di sepanjang jalan menuju ke lokasi makam.|Sumber The AtjehPost

0 komentar:
Posting Komentar