Sepanjang 2011, ada sekitar 57 ibu yang terinfeksi
HIV. Bahkan seorang diantaranya meninggal dunia karena AIDS. Hal ini
berdasarkan data Project Global Fund Dinas Kesehatan Sumatera Utara.
Untuk mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan dan angka kematian bayi, program jaminan persalinan gratis bisa juga dinikmati ibu hamil yang terinfeksi HIV AIDS.
Manager Project Global Fund Dinas Kesehatan, Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis mengatakan, beberapa target MDGS adalah, mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi penyakit HIV, tuberculosis, malaria dan penyakit infeksi lainnya.
“Program jampersal sangat berimbas dengan program HIV AIDS. Semakin banyak program yang mendukung diharapkan ibunya sehat, anaknya sehat dan penyakitnya berkurang,” katanya, Senin (30/5).
Menurutnya, jampersal merupakan proyek yang sangat mendukung program HIV untuk mengurangi angka kematian ibu dan mengurangi resiko anak tertular infeksi HIV dari ibunya. Ibu hamil yang terinfeksi HIV tidak ada perbedaan dalam hal pelayanan jampersal. Bahkan, gratis mendapatkan pelayanan VCT dan PMTCT.
“Ketika ada ibu hamil yang terinfeksi HIV, ia masuk melalui pelayanan VCT dan begitu mau melahirkan harus periksa CD4 supaya diketahui berapa kadar CD4nya, kalau dibawah 350 harus minum ARV. Setelah itu mengikuti program PMTCt dan saat melahirkan melalui operasi sesar untuk kurangi resiko tertularnya infeksi HIV pada anak yang dilahirkan,” tuturnya.
Kepala Bidang Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Agustama menambahkan, program jaminan persalinan gratis berlaku untuk semua ibu hamil baik normal dan ibu hamil yang terinfeksi HIV AIDS.
“Tidak ada perbedaan, berlaku bagi semua ibu hamil termasuk ibu yang terinfeksi HIV AIDS. Teknisnya tetap mendapat pelayanan dari program HIV, sedangkan saat dan pasca persalinan ditangani pada program jampersal,” terangnya.|PM
Untuk mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan dan angka kematian bayi, program jaminan persalinan gratis bisa juga dinikmati ibu hamil yang terinfeksi HIV AIDS.
Manager Project Global Fund Dinas Kesehatan, Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis mengatakan, beberapa target MDGS adalah, mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi penyakit HIV, tuberculosis, malaria dan penyakit infeksi lainnya.
“Program jampersal sangat berimbas dengan program HIV AIDS. Semakin banyak program yang mendukung diharapkan ibunya sehat, anaknya sehat dan penyakitnya berkurang,” katanya, Senin (30/5).
Menurutnya, jampersal merupakan proyek yang sangat mendukung program HIV untuk mengurangi angka kematian ibu dan mengurangi resiko anak tertular infeksi HIV dari ibunya. Ibu hamil yang terinfeksi HIV tidak ada perbedaan dalam hal pelayanan jampersal. Bahkan, gratis mendapatkan pelayanan VCT dan PMTCT.
“Ketika ada ibu hamil yang terinfeksi HIV, ia masuk melalui pelayanan VCT dan begitu mau melahirkan harus periksa CD4 supaya diketahui berapa kadar CD4nya, kalau dibawah 350 harus minum ARV. Setelah itu mengikuti program PMTCt dan saat melahirkan melalui operasi sesar untuk kurangi resiko tertularnya infeksi HIV pada anak yang dilahirkan,” tuturnya.
Kepala Bidang Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Agustama menambahkan, program jaminan persalinan gratis berlaku untuk semua ibu hamil baik normal dan ibu hamil yang terinfeksi HIV AIDS.
“Tidak ada perbedaan, berlaku bagi semua ibu hamil termasuk ibu yang terinfeksi HIV AIDS. Teknisnya tetap mendapat pelayanan dari program HIV, sedangkan saat dan pasca persalinan ditangani pada program jampersal,” terangnya.|PM


0 komentar:
Posting Komentar