Jakarta
- Tentara Nasional Indonesia siap menerima instruksi dari Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelamatkan 13 warga Indonesia yang
menjadi anak buah kapal (ABK) MV Gemini milik Singapura. "Kalau Presiden
perintahkan kami siap," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono
di Gedung DPR, Rabu 11 Mei 2011.
Agus
mengatakan, TNI tak bisa mendahului mengambil sikap dalam perompakan
kapal Gemini Sebabnya, tataran kebijakan koordinasi di lapangan
dilakukan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko
Suyanto. "Nanti hasil koordinasi itu yang harus dilakukan TNI, ya, kami
lakukan," kata dia.
Keterlibatan TNI dalam operasi penyelamatan, kata Agus, juga tergantung
sikap resmi Pemerintah Singapura. Seperti diketahui, kapal Gemini
berbendera Singapura. "Kami serahkan sepenuhnya tindakan-tindakan
tergantung dari Pemerintah Singapura," ujar Agus.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR, Tubagus
Hasanuddin, meminta Presiden Yudhoyono mendesak Pemerintah Singapura
untuk segera menyelamatkan kapal MV Gemini. Alasannya, ada 13 WNI yang
menjadi awak kapal tersebut.
"Pemerintah harus 'G to G' (government to government) minta
tolong selamatkan 13 WNI kita. Presiden juga bisa mendesak Pemerintah
Singapura," kata Hasanuddin kepada wartawan di Gedung DPR.
Hasanuddin tak memungkiri bahwa pihak yang paling berkompeten untuk
memimpin operasi penyelamatan kapal Gemini adalah Pemerintah Singapura.
Posisi Indonesia hanya membantu.| Tempo

0 komentar:
Posting Komentar