Irwandi Yusuf atau lengkapnya drh. Irwandi Yusuf M.Sc. (lahir di Bireuen, Aceh, 2 Agustus 1960; umur 50 tahun) adalah Gubernur Provinsi Aceh sekarang ini. Bersama wakilnya, ia
dilantik pada 8 Februari 2007
oleh Menteri Dalam
Negeri Mohammad Ma'ruf di hadapan
67 anggota DPR
Aceh. Dan kini menyatakan maju lagi sebagai calon Gubernur Aceh Priode 2012-2017.
Semenjak
kecil, ia terpesona dengan ilmu pertanian. Setelah tamat sekolah diniyah, dia
melanjutkan ke Sekolah Penyuluhan Pertanian di Saree dan kuliah di
Faktultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Setelah meraih gelar kedokteran hewan (1987),
dia menjadi dosen sejak tahun 1989 untuk jurusan yang sama hingga terpaksa
ditinggalkannya karena tampil sebagai kandidat kuat gubernur pada pilkada 2006.
Pada 1993, ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan S-2 pada
College of Veterinary Medicine State University (Universitas Negeri Oregon),
Amerika Serikat.
Dia
juga merintis berdirinya lembaga swadaya Fauna dan Flora Internasional pada
1999-2001 dan pernah bekerja di Palang Merah Internasional
(ICRC) pada tahun 2000. Selain sebagai senior Representative GAM (TNA) untuk
Misi Pemantau Aceh (AMM). Ia masuk Gerakan Aceh Merdeka atau
GAM dan dipercaya menduduki posisi Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM selama
1998-2001. Rekan sesama dosen sampai terheran-heran dengan langkah pindah
haluan 180 derajat itu.
Seorang
teman bertanya kepadanya, "Kamu orang pandai, kenapa masuk GAM?"
Mendengar pertanyaan itu, ia balik bertanya, "Saya yang kamu bilang pandai
saja masuk GAM, kamu tunggu apa lagi?" Akibat sikapnya itu, ia kemudian
berurusan dengan aparat keamanan dan ditangkap pada awal 2003. Ia divonis 9
tahun dalam kasus Makar.
Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 melepaskan dirinya dari penjara Keudah,
Banda Aceh. Ia melarikan diri ke Finlandia. Banyak orang mengira riwayat hidupnya sudah tamat.
Ternyata, ia dipercaya petinggi GAM di Swedia
sebagai Koordinator Juru Runding GAM. Saat rapat pertama di Aceh Monitoring
Mission, dia tampil sebagai koordinator Juru Runding GAM di Aceh (2001-2002).
"Mungkin
karena isi buku Singa Aceh yang begitu melekat di kepala, saya kemudian
masuk GAM," kata Irwandi kepada wartawan Tempo pada Desember 2006. Ia yang
tak mewakili partai manapun sudah membaca buku itu semenjak berumur tujuh
tahun. Cerita tentang kepahlawanan tokoh-tokoh Aceh
di masa kerajaan itu seperti menembus waktu dan merasuk dalam dirinya.
Inspirasi dari para tokoh Aceh tersebut membuat pilihannya berjuang bersama GAM
daripada menjadi dokter hewan.
Hasil
penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan Jaringan Isu
Publik (JIP) menunjukkan keunggulan suaranya atas pasangan-pasangan
lain. Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar menempati urutan teratas perolehan suara
sebesar 39,27%[1]. Pada 29 Desember 2006,
KIP Aceh mengumumkan
penghitungan resmi akhir pemilihan kepala daerah dan ia berhasil memenanginya.
Dengan
768.745 suara (38,2 persen), ia unggul atas saingan-saingannya dan berhak
menjabat untuk periode 2007-2012. Suara yang sah masuk mencapai 2.012.370,
sedang suara tidak sah mencapai 158.643. Rekapitulasi hasil penghitungan suara
ditetapkan Komisi Independen Pemilihan
atau KIP di Banda Aceh. Pasangan ini memenangi perolehan suara di 15 dari
21 kabupaten/kota di Aceh. Namun, kalah di Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie,
Aceh Tengah, Bener Meriah, Singkil, dan Aceh Tamiang.


0 komentar:
Posting Komentar