BANDA ACEH - Seratusan perawat di Banda Aceh memperingati hari
perawat sedunia yang diperingati setiap tanggal 12 Mai. Mereka berjalan
kaki dari rumah sakit jiwa Banda Aceh di Lampriet menuju ke gedung DPRA
dan Simpang lima.
Dipimpin Direktur rumah sakit jiwa Banda Aceh, Saiffuddin, saat tiba
digedung dewan, para peserta aksi yang terdiri dari perawat dan
mahasiswa keperawatan itu meminta pemerintah Aceh dan DPRA untuk
mendesak segera disahkannnya Rancangan Undang-undang keperawatan.
pemerintah Aceh juga minta untuk mengeluarkan kebijakan yang berpihak
kepada para Perawat.
"Pemerintah dan DPRA harus memalakukan evaluasi kembali legalitas dan
lisensi perawat, agar tercapai pelayanan yang maksimal bagi
masyarakat," kata seorang peserta aksi dalam orasinya, Kamis (12/5).
Para perawat juga meminta gubernur Aceh agar mendesak para pemilik
rumah sakit untuk memberikan upah layak bagi perawat. Itu untuk
menciptakan pelayanan yang lebih baik dan aman bagi masyarakat.
Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah yang menemui para pengunjukrasa
mengatakan, dewan akan menampung aspirasi para perawat itu, dan kemudian
akan menyampaikannya kepada pemerintah pusat dan DPR-RI. DPR Aceh juga
akan memperjuangkan segeranya pengesahan rancangan Undang-undang tentang
Keperawatan.
Usai berorasi, ratusan perawat yang mengelar aksi dengan tertib itu
menuju simpang lima Banda Aceh. Mereka membagi-bagikan bunga bagi para
pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.| Sumber The AtjehPost

0 komentar:
Posting Komentar