New York - Harga minyak mentah dunia di AS pada perdagangan Jumat (13/5) naik karena kekhawatiran terhadap ekonomi Eropa dan berita soal pemimpin Libya Muammar Gaddafi.
Minyak mentah jenis light Sweet naik 68sen menjadi US$99,6 per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent naik 85 sen menjadi US$113,8 per barel . Volume perdagangan pekan ini terasa sepi dengan volatilitas harga mencapai US$11 per barel.
Minyak mentah jenis Brent naik US$5 per barel setelah turun hingga US$16 per barel karena terpengaruh faktor permintaan dan penawaran setelah kematian Osama bin Laden. Pasar mengkhawatirkan harga BBM yang tinggi serta kekhawatiran utang dan kebijakan konsumen minyak soal moneter.
Para pedagang mulai masuk lagi pada akhir pekan ini setelah menikmati keuntungan dengan kenaikan dolar pada tengah hari di New York. "Harga minyak mentah naik menjelang penutupan akhir pekan," kata Tom Knight, trader dari Arnold di Texarkana, Texas yang dikutip dari yahoo.finance.com.
Harga minyak tertekan setelah Menteri Luar Negeri Italia, Franco Franttini bahwa Gaddafi diperkirakan sudah terluka dan meninggalkan ibukota Tripoli. Meskipun stasiun televisi milik pemerintah Libya mengejek NATO dengan mengatakan Gaddafi berada di tempat yang aman.
Namun harga minyak mentah dunia mendapat dorongan dengan data ekonomi dari Jerman dan Prancis yang mengalami pertumbuhan ekonomi kuartal I 2011 di atas perkiraan sehingga mengalami kenaikan euro terhadap dolar. Namun dolar kembali rebound setelah investor fokus lagi terhadpa masalah utang eropa menjelang pertemuan para pejabat keuanga Uni Eropa di Brussels. Faktor ini juga membantu mengangkat harga minyak mentah dunia.
| inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar