Penghinaan terhadap Nabi
Muhammad itu keluar saat Graham bersitegang dengan seorang penjaga took
bernama Hasan Habib, 21 tahun, Kerjadian itu berlangsung 3 Mei lalu di
the Mall of the Emirates, Dubai.
Awalnya,
Grahaam dan Habib ngobrol mengenai masalah antara pemerintah Pakistan
dan Taliban. Namun, setelah mengetahui Habib dari Pakistan, Graham
langsung berubah sinis. Ia menyebut orang Pakistan tidak normal karena
saling bunuh dan suka membunuh orang di luar Pakistan. Habib berusaha
membela diri dengan menyatakan orang muslim cinta damai dan saling
menolong.
Tapi Graham malah
tertawa. “Ia mengatakan saya gila dan Nabi Muhammad itu bukan pecinta
damai, tapi seorang teroris,” kata Habib dalam kesaksian tertulisnya.
Marah lantaran Nabi Muhammad dihina, Habib mencoba memukul Graham. Namun
tindakan itu dilerai oleh seorang pembeli asal Mesir.
Namun
Graham membantah ia telah melecehkan Nabi Muhammad. “Saya bilang ia
gila karena orang-orang Pakistan teroris. Mereka membunuh orang dan
saling mengebom,” ujarnya dalam laporan polisi.
Pengadilan
akhirnya membebaskan Graham dengan uang jaminan. Vonis buat dia bakal
dibacakan 9 Juni mendatang. Jika terbukjti bersalah, ia terancam hukuman
satu tahun penjara.
Ini bukan
kasus pertama yang menimpa wisatawan asal Inggris. Tahun lalu, sepasang
kekasih ditahan sebulan karena terbukti berciuman dan berangkulan di
tempat umum.| TEMPO


0 komentar:
Posting Komentar