News Update :

Ghazali Abbas Adan: Perilaku Menyimpang Harus Diluruskan

Minggu, 15 Mei 2011

BANDA ACEH - Insiden yang mewarnai ceramah maulid Nabi Muhammad saw di Gampong Pango Bambong, Kecamatan Delima, Pidie, Kamis (13/5) malam ditanggapi oleh Drs Tgk Ghazali Abbas Adan selaku penceramah yang diturunkan secara paksa dari panggung pada malam itu.

Seperti diberitakan, dakwah (ceramah) maulid Nabi Muhammad saw yang digelar di Gampong Pango Bambong, Kecamatan Delima, Pidie, Kamis (13/5) sekitar pukul 22.45 WIB, dengan penceramah Drs Tgk Ghazali Abbas Adan, berakhir ricuh. Tiga pengunjung dakwah terluka, saat sekelompok pria yang hampir 20 orang, memaksa turun sang penceramah sambil menggoyang-goyang panggung. Kericuhan itu diduga akibat ketersinggungan pihak tertentu karena isi ceramah Ghazali terkesan menyentil mereka.

Menanggapi insiden tersebut, Ghazali Abbas Adan kepada Serambi mengatakan, di bumi ini tidak boleh ada orang yang bikin ulah (istilah Aceh; peukasyo ie), berperilaku menyusahkan, merugikan, dan meu-elanya (menganiaya) orang lain. “Inilah yang menjadi materi pokok dalam setiap dakwah saya,” tandas Ghazali.

Menurutnya, dengan mengangkat materi pokok tersebut melalui dakwah billisan, dirinya ingin mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. perilaku siapapun yang telah nyata-nyata merusak tatanan kehidupan masyarakat beradab, bermarwah, bermartabat, dan mengerti halal haram harus diluruskan, apapun risikonya. “Membiarkan siapapun/kelompok manapun berbuat semaunya, berarti dengan sadar dan sengaja membiarkan hidup dan lestari perilaku anti-Islam rahmatan lil alamin,” kata Ghazali, mantan anggota DPR RI yang memimpin sebuah partai politik lokal di Aceh, PAAS.

Dalam ceramahnya malam itu, Tgk Ghazali Abbas, antara lain menyampaikan, “Kita harus berhubungan baik sesama manusia. Jangan membuat rusuh di muka bumi dengan memberikan tafsiran syirik, maksiat, sombong, arogan, maupun menang sendiri. Seperti sikap tidak boleh mengutip pajak liar di masyarakat. Kalau ikut tender harus menang, apabila kalah jangan merusak kantor maupun memukul pimpro. Juga tidak dibenarkan minta fee proyek. Kalau ikut tender, harus menang. Aceh ini bagian dari NKRI.” Kalimat ini didapat Serambi dari Kapolres Pidie, AKBP Dumadi, mengutip penggalan isi dakwah Tgk Ghazali Abbas. Apakah kalimat-kalimat itu yang membuat kelompok penyerang merasa tersinggung atau ada faktor-faktor lain, belum diketahui secara pasti karena kasus itu sendiri sedang dalam pengusutan pihak berwajib.

Insiden di Gampong Pango Bambong tersebut juga sempat ditanggapi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dengan mengatakan agar arogansi dari pihak penyerang, siapa pun dia, harus dihentikan. “Hukum harus ditegakkan dengan tegas,” ujarnya sembari menyatakan sangat menyesalkan kejadian itu, karena menodai sakralitas peringatan maulid yang diisi dengan dakwah agama.

Ia juga mengingatkan para penceramah maulid agar memperhatikan dengan sungguh-sungguh kondisi sosial kemasyarakatan dan sensibilitas politik audiens di daerah tertentu, sehingga isi dakwahnya tidak sampai mengundang reaksi keras dari pihak pengunjung dakwah. “Mari kita tunjukkan wajah Islam di Aceh yang damai, persuasif, dan menjadi rahmatan lil alamin,” ujar Gubernur Irwandi.| Serambi
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016