News Update :

Tiga Nelayan Langsa Diduga bukan Tewas karena Karam Boat Langsa

Minggu, 24 April 2011


LANGSA – Penyebab kematian tiga nelayan Langsa, M Yahya Arsyad (54), M Isa (38), dan M Haris alias Kondok (35) yang sebelumnya disebut-sebut karena karam boat mulai diragukan oleh rekan-rekan seprofesi korban. Pasalnya, di tubuh korban terdapat tanda-tanda mencurigakan seperti bekas luka bacokan dan sayatan benda tajam.

Seperti diketahui, tiga nelayan Langsa, yaitu M Yahya Arsyad dan M Isa keduanya warga Gampong Sungai Pauh serta M Haris alias Kondok warga Gampong Teulaga Tujoh ditemukan tak bernyawa setelah seminggu hilang di laut. Jasad Haris ditemukan Jumat (22/4) sekitar pukul 12.00 WIB di perairan Kuala Beukah, Aceh Timur. Sedangkan sebelumnya, Rabu (20/4) berturut-turut ditemukan jenazah M Yahya Arsyad dan M Isa.

Menurut informasi yang berkembang, ketiga nelayan itu pergi melaut namun boat mereka tenggelam hingga ketiganya meninggal dunia. Pihak keluarga langsung mengebumikan jasad ketiga korban.

Informasi yang dihimpun Serambi dari sumber-sumber yang minta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, kematian tiga rekan mereka berat dugaan bukan karena kecelakaan laut atau perahu mereka dihempas ombak besar seperti dugaan sebelumnya. Karena di jasad korban M Yahya dan M Isa terdapat sejumlah luka sayatan dan bacokan benda tajam seperti di leher dan beberapa bagian tubuh lainnya. “Tak mungkin kalau meninggal akibat musibah tenggelam boat, ada luka seperti itu,” kata sumber di kalangan teman-teman seprofesi korban.

Kasus yang menimpa Haris, Yahya, dan Isa, menurut nelayan Langsa persis seperti kejadian 2008, ketika empat nelayan juga tewas dengan tubuh dicincang-cincang seperti dimutilasi. Namun pelakunya hingga kini masih misterius.

Nelayan juga mengungkapkan, selama berapa tahun terakhir nelayan setempat sering terlibat perselisihan dengan nelayan Belawan, Sumatera Utara (Sumut). “Kita tak tahu apakah ada hubungan antara kematian teman-teman kami itu dengan gesekan yang terjadi antara kami dengan nelayan Belawan. Kami berharap insiden ini tak terulang lagi. Aparat berwajib diharap bisa mengungkap misteri ini,” begitu harapan nelayan Langsa.

Kasatpol Airud, AKP Bukhari yang dimintai tanggapannya, Jumat (22/4), mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan adanya kejanggalan yang ditemukan pada jasad dua nelayan yang ditemukan meninggal dunia. “Apakah itu murni kecelakaan laut atau tidak, belum bisa dipastikan karena tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut,” kata AKP Bukhari.|Sumber aceh.tribunnews.com
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016