BANDA ACEH - Pertumbuhan ekonomi Aceh tanpa migas tahun 2010 mencapai 5,32
persen. Sedangkan dengan minyak dan gas (migas) diukur dari kenaikan Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) tumbuh sebesar 2,64 persen.
Pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2010 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2009 lalu, dimana ekonomi Aceh tahun 2009 setelah revisi itu tumbuh tanpa migas 3,97 persen dan dengan migas minus 5,51 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhamimi, mengatakan perekonomian Aceh 2010 secara umum mengalami kenaikan, terutama disebabkan semakin meningkatnya nilai tambah yang berasal dari sektor pertanian.
"Peranan sektor pertanian sangat dominan terhadap nilai PDRB Aceh, sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujar Suhaimi, tadi malam.
Disebutkan, PDRB Aceh dengan harga berlaku dengan migas tahun 2010 mencapai nilai Rp77,51 triliun atau meningkat Rp5,82 triliun dibanding PDRB tahun 2009 senilai Rp71,69 triliun.
Sedangkan berdasarkan harga konstan tahun 2000 juga mengalami kenaikan dari Rp32,22 triliun tahun 2009 menjadi Rp33,07 tahun 2010. PDRB tanpa migas tahun 2010 juga mengalami peningkatan baik dengan harga berlaku maupun harga konstan, cetus Suhaimi.
Selama 2010 hampir seluruh sektor ekonomi yang membentuk PDRB meningkat. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor listrik dan air bersih yang mencapai 16,97 persen serta sektor pengangkutan dan komunikasi 6,57 persen.
Berikut sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 6,36 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 5,54 persen, sektor bangunan 5,11 persen, sektor pertanian 5,02 persen dan sektor jasa-jasa 3,62 persen. Pertumbuhan negatif terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian minus 6,72 persen, juga pada sektor industri pengolahan minus 8 persen.
"Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi 2009, sektor ekonomi yang mengalami peningkatan cukup tinggi terjadi pada sektor pertanian, pertambangan dan penggalian tanpa migas, sektor listrik dan air bersih, sektor bangunan, perdagangan hotel dan restoran serta pengangkutan dan komunikasi," tutur Suhaimi.
Pada sisi lain, pendapatan perkapita Aceh tahun 2010 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2009 lalu. Dimana PDRB perkapita Aceh dengan migas senilai Rp17,28 juta dan tanpa migas Rp14,400 juta. Sedangkan pada tahun 2009 pendapatan perkapita Aceh dengan migas hanya Rp16,43 juta dan tanpa migas senilai Rp13,433 juta.


0 komentar:
Posting Komentar