News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label Bireuen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bireuen. Tampilkan semua postingan

Satgas : 91 Ribu Korban bencana Aceh Masih di Pengungsian

Senin, 02 Februari 2026

Jakarta | acehtraffic.com-  Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra melaporkan, hingga Kamis, 29 Januari 2026, sebanyak 111.788 warga masih berada di posko pengungsian. Aceh menjadi provinsi dengan jumlah pengungsi tertinggi, mencapai lebih dari 80 persen dari total pengungsi di tiga provinsi terdampak.

Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra, Amran, menyebutkan Aceh tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 91.663 orang, sementara Sumatra Utara 11.085 pengungsi, dan Sumatra Barat 9.040 pengungsi. 

“Total secara keseluruhan pengungsi sampai dengan kemarin itu ada 111.788 jiwa,” ujarnya.

Meski jumlah pengungsi mencapai ratusan ribu, Amran menyebut terdapat tren penurunan secara bertahap. Pemerintah menargetkan seluruh warga terdampak dapat segera pindah ke hunian yang lebih layak.

“Jumlah pengungsi terus berkurang dari waktu ke waktu, dan diharapkan nantinya tidak ada lagi warga yang tinggal di posko pengungsian,” jelasnya.

Untuk mendukung relokasi warga, pemerintah mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) sekaligus menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH). Hingga saat ini, dari total rencana pembangunan 17.231 unit Huntara, sebanyak 4.281 unit telah rampung dibangun, sementara 5.932 warga telah menerima DTH.

Aceh, sebagai provinsi dengan dampak paling masif, menjadi fokus utama pembangunan infrastruktur darurat. Saat ini, 3.248 unit Huntara telah selesai dibangun untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal, sementara 9.766 warga Aceh terdampak memilih skema DTH sembari menunggu proses rekonstruksi rumah permanen.

Dengan selesainya unit Huntara tambahan dan penyaluran DTH, pemerintah berharap beban psikologis dan sosial warga di pengungsian dapat segera teratasi.[pintoe]

Tinjau Lahan Bersengketa, Anggota DPRK Bireuen dan Aktivis Walhi Dapat 'Gertak dikit' Dari Oknum Berseragam

Kamis, 05 Mei 2016

Bireuen | acehtraffic.com -  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat kabupaten Bireuen dan Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendapat pemotretan gratis, ‘Gaya Peutakot?’  dari Oknum TNI?
Berdasarkan  situs resmi Walhi Aceh walhiaceh.or.id, Rabu, 4 Mei 2016 anggota DPRK Bireuen Suahimi Hamid bersama M. Nasir dari Walhi dan beberapa warga mengunjungi kebun sawit sengketa yang kini di klaim milik HGU PT. Syaukath Sejahtera di Gampông Krueng Simpo kecamatan Juli Bireuen. BACA JUGA : Bupati Bireuen Tidak Berani Dengan PT.Syaukat Sejahtera, Lebih Berani Ingkari Warga?
Setelah melihat perkebunan tersebut, rombongan hendak kembali ke Kota Bireuen namun ditengah perjalanan,rombongan di hadang dua oknum TNI. Lantas oknum TNI tersebut bertanya.  “Dari mana, Dari mana?” mendapat sodokan pertanyaan yang tajam itu, seorag warga menjawab mereka baru saja kembali dari areal perkebunan. “ Kami pulang dari kebun”.
Nah, saat itulah seorang oknum TNI mengambil handphone dan memotret tim tersebut dan pergi.
Walhi Aceh dalam websitenya merilis, dari keterangan warga bahwa oknum TNI tersebut selama ini sering melakukan teror dan intimidasi kepada petani agar tidak lagi mempersoalkan PT Syaukat Sejahtera yang diduga telah melakukan penyerobotan terhadap lahan yang telah di garap masyarakat.
Berdasarkan kronologis yang di peroleh acehbaru.com dari LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe yang sempat menangani  warga korban penyerobotan, menyebutkan, awalnya sebanyak tiga puluh (30) warga  Kreung Simpo  mencoba  membuka  lahan   di   seputaran   daerah  Alue Cermen Kecamatan Kreung Simpo untuk dijadikan lahan pertanian.
Sebagai syarat sederhana mereka meminta izin kepada kepala desa setempat, dan kepala Desa mengizinkan warga untuk membuka lahan dikawasan itu, sementara adiministrasi bisa di urus belakangan.
Setelah mendapatkan arahan seperti itu maka 30 warga tersebut membuka lahan, setelah lahan dibuka dan area lahan menjadi bersih tiba-tiba lahan warga tersebut digarap oleh perusahaan perkebunan PT Syaukat Sejahtera dengan menggunakan Backo.
Merasa lahan mereka diambil orang lain dalam hal ini kehadiran alat berat Backo, warga pun protes dan menghadang aktivitas Backo tersebut.
Mendapat penghadangan dari warga,  pihak perusahaan melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Bireuen, pelaporan  mereka didasari  penghadangan oleh 30 warga, dan warga digiring atau di‘Peulop’ dengan bahasa perampasan tanah, dan mereka diancam terkena pasal 385 KUHP.
Sementara 30 masyarkat yakin apa yang dilakukannya benar, karena  tanah yang digarap mereka yang luasnya sekitar  190 Hektar berada diluar peta ijin prinsip dari PT. Syaukat Sejahtera dan tanah yang mereka garap tidak dimiliki oleh siapapun melainkan tanah tersebut adalah milik Negara di dunia dan milik Allah di alam sementa ini.
Dan uniknya  bulan April tahun 2014 BPN Bireuen mengeluarkan Peta baru yang tanah tersebut sudah berada dalam izin PT. Syaukat Sejahtera ?
Lalu apa yang terjadi terhadap masyarakat?
Pada tanggal 19 Mei 2014 warga mendapat panggilan pertama oleh Kepolisian Bireuen berstatus sebagai saksi. Selanjutnya pada tanggal 26 Juli 2014 warga tersebut kembali dipanggil oleh pihak Polres Bireuen, nah pemanggilan kedua warga tidak dilaukan pemeriksaan oleh Polres Bireuen? Tapi warga langsung dibawa ke Pengadilan untuk diadili?
Dan hari itu juga Pengadilan Negeri Bireuen dengan proses persidangan ‘Super Kilat’ itu memutuskan hukumah terhadap 30 warga, dengan hukuman 1,6 tahun penjara secara tahanan bebas?
Persidangan ‘Super Kilat’  tersebut  diadili oleh hakim tunggal dan satu oarang panitera. Sementara dari pihak lain yang hadir adalah, Geuchik Gampong, Saksi dari PT Syaukat Sejahtera, Kepala Dusun Bifak, Mukim Juli, dan Polisi lebih kurang 5 orang.
Setelah di Vonis bebas oleh pengadilan negeri Bireuen yang mengadili perkara mereka ‘Super Kilat”  itu, warga kembali melanjutkan perjuangan mereka.
Kali ini mereka berunjuk rasa di depan Kantor bupati Bireuen. Warga berorasi menyampaikan keluh kesah, pahitnya membangun hutan jadi kebun yang sejatinya  bukan untuk tujuan kaya, tapi hanya untuk memiliki sepetak tanah dengan harapan tumbuhan yang ditanam nanti bisa menyambung hidup ditanah kelahiran, ditanah indatu, Aceh yang katanya Mulia ini.
Setelah dua jam berkoar-koar diluar gedung Kantor Bupati yang berlokasi di Cot Gapu, akhirnya pihak bupati  bersedia menemui warga pendemo dan  bersedia  menandatangani  surat pernyataan;
Dengan ini kami pihak pemerintah Kabupaten Bireuen menyatakan akan segera menindak lanjuti tuntutan dan kami akan melakukan upaya-upaya untuk menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi antara pikak petani dengan pihak PT. Syaukath Sejahtera dengan mengedepankan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Dalam hal ini kami akan nyatakan secara tertulis yaitu:
 Kami akan segera membentuk Tim Penyelesaian sengketa antara Petani dengan PT. Syaukath Sejahtera.
  1. Kami Siap memfasilitasi pertemuan antara Pihak Petani dengan PT. Syaukath Sejahtera Secepat mungkin.
  2. Kami siap dan akan segera meninjau kembali izin lokasi Lahan Perkebunan PT. Syaukath Sejahtera yang berkaiatan dengan permasalahan ini.
  3. Kami siap dan akan segera Meminta pihak PT. Syaukath Sejahtera. menghentikan segala aktifitas pada lokasi Lahan yang disengketakan sampai dengan persengketaan antara petani dengan PT. Syaukath Sejahtera selesai.
  4. Kami akan mengambil kebijakan dengan mengedepankan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi.
 Demikianlah surat pernyataan ini kami perbuat dan dapat dipergunakan seperlunya.
Bireuen , 16 Oktober 2014
Hormat Kami,
Bupati Bireuen
 An. Bupati Bireuen
Jamaludin, SE, MM
Untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut DPRK Bireuen juga telah mengeluarkan rekomendasi agar tidak ada kegiatan apapun dilahan yang sedang bersengketa itu, tetap saja rekomendasi itu tetap tidak bertaji, rekomendasi itu  bagaikan menjaring angin di laut lepas atau kencing ditengah hujan lebat.
Terasa pemerintah Bireuen seperti terkurung dalam konflik kepentingan, karena terkesan kurang semangat menyelesaikan kasus yang berpihak kepada warga bangsa mulianya, akhirnya pada 17 September 2015 warga dari Bangsa Mulia coba mengadukan nasibnya ke perwakilan bangsa Mulia yang ada di DPR Aceh dengan harapan mereka (DPR Aceh-red) dapat menolong nasib Bangsa sesukunya yang lemah ini dari rongrongan pemilik modal.
Hasil dari sana anggota DPR A dapil Bireuen menjanjikan akan membuat pertemuan di Krung Simpo, namun pertemuan itu tidak dilaksanakan hingga sekarang
Hem !
“PT. Syaukat Sejahtera  mengabaikan semua itu, dan dengan leluasa melakukan penanaman kepala sawit di areal yang masih bersengketa,” Ujar Nasir Kadiv advokasi Walhi Aceh. (SUMBER acehhbaru.com)

Acehbaru FC Gagal Melaju Ke Putaran III Samuti Cup

Kamis, 14 Januari 2016

Bireuen | acehtraffic.com – Aceh Baru FC Kota Lhokseumawe gagal melenggang ke putaran ke tiga Turnamen Samuti Cup Ke – 10 , setelah ditaklukkan tim tuan rumah PSSK Samuti Kota 0 – 4 pada pertandingan hari pertama putaran ke dua di Lapangan Samuti Kota Kecamatan Gandapura, Selasa 12 Januari 2016 lalu.

Sejak kick off di mulai tim tuan rumah PSSK Samuti Kota langsung melancarkan serangan dan berhasil menusuk jantung pertahanan Aceh Baru FC yang di motori pemain sayap Said Husaini (8), gempuran bertubi-tubi tim tuan rumah berhasil di patahkan barisan pertahanan Aceh Baru FC.

Namun kondisi ini tidak bertahan lama , pada menit 15 babak pertama sebuah kesalahan di lakukan pemain bawah Aceh Baru FC, bola mental ini tidak disia- siakan pemain tuan rumah dengan tendangan keras sekira lima meter di depan gawang, Said Husaini berhasil menggetarkan gawang Aceh Baru FC yang di kawal Rifan.

Kedudukan 0-1 untuk tuan rumah membuat permainan semakin menarik, anak kota gas mencoba membangun serangan untuk bisa membalas ketertinggalan. Kerja keras yang di lakukan anak Aceh Baru FC hampir membuah hasil setelah pada menit ke 20 sebuah tendangan keras pemain tengah Misrizal (9) berhasil membuat kiper tuan rumah berjibaku menghalau bola yang mengarah ke gawangnya. Nnamun Sampai pertandingan babak pertama berakhir kedudukan tetap 0-1 untuk tuan rumah.

Memasuki babak kedua, permainan sepenuhnya dikuasai skuad tuan rumah, anak-anak Aceh Baru mulai kewalahan meladeni setiap serangan. Kosongnya lapangan tengah Aceh Baru FC dimamfaatkan tuan rumah mengobrak ngabrik pertahanan pasukan Lhokseumawe sehingga kiper Rifan harus jungkir balik memblokir tembakan striker tuan rumah.

Sepuluh menit babak kedua PSSK Samuti Kota berhasil menambah keunggulan lewat kaki Ujang (10), hasil 0-2 untuk tuan rumah juga tidak bertahan lama. Permainan yang sudah di kendalikan pemain Samuti ini membuat tim Aceh Baru tidak mampu bangkit memperkecil ketinggalan, walhasil pada menit ke 50 tuan rumah berhasil memperbesar kemenangannya kembali melalui sepakan keras Ujang.

Hasil 0-3 menyebabkan irama permainan semakin tak berimbang, usaha pemain Aceh Baru FC yang di motori Bujang selalu kandas. Memasuki injury time, striker Adam ( 11) melengkapi kemenangan tuan rumah menjadi 0-4 .

Dipertandingan sebelumnya Jumat, 1 Januari 2016 kesebelasan Aceh Baru Football Club dari Kota Lhokseumawe berhasil menundukkan tim Putra Selection Kuta Blang Bireuen 4 – 2 lewat drama adu finalti di lapangan bola kaki Samuti Kota Kecamatan Gandapura.(acehbaru.com)

Bupati Bireuen Launching Parkir Berlangganan

Rabu, 13 Januari 2016

Bireuen | acehtraffic.com – Bupati Bireuen H Ruslan M Daud terlihat membuka kain bungkusan, petanda Launching Parkir Berlangganan Meunuju Bireuen Yang Tertib Dan Nyaman resmi di mulai, acara yang di gelar Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen, bertempat di halaman Meuligoe Bupati Bireuen, Selasa (12/1/2016).

Pantauan media ini, Bupati Ruslan juga dilihat mengalungkan bet tanda pengenal juru parkir secara simbolis kepada sejumlah awak parkir di sejumlah lokasi di Kabupaten Bireuen.

Tidak hanya itu, sejumlah mobil dinas atau mobil berplat merah terlihat di pasang stiker tanda mereka sudah membayar tiket parkir, sehingga mobil mereka bisa parkir dimana saja di seluruh titik parkir yang telah di tentukan sesuai aturan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen Mulyadi kepada media ini mengatakan, untuk tahab ini stiker parkir hanya di berlakukan kepada mobil dinas yang berplat merah, sedangkan untuk masyarakat kita liat nanti, katanya.

“Kita berlakukan dulu untuk mobil berplat merah, untuk masyarakat kita liat dulu kedepan, menyangkut harga untuk mobil harus stor Rp 50.000 Per bulan sedangkan untuk kenderaan roda dua Rp. 15. 000 Per bulannya”, jelas Mulyadi | Mizi

Warga Leubu Protes Truk Timbun Rel Bikin Rusak Jalan

Minggu, 25 Oktober 2015


Bireuen | acehtraffic.com - Aksi  protes yang dilakukan warga kemukiman Suka Makmur Kecamatan Makmur dengan menanam batang pisang di badan jalan Leubu - Ulee Gle dan melarang Truk pengangkut tanah timbun beroperasi, Minggu 25 Oktober 2015. 


Protes tersebut bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pihak suplayer tanah timbun untuk Rel Kereta Api yang berdampak pada hancurnya badan jalan mulai dari desa Cot Kruet hingga ke desa Leubu Mee.


Dua batang pisang sudah tertanam di badan jalan yang rusak sejak pukul 07.00 pagi tepatnya depan kedai Desa Leubu Mesjid , satu jam kemudian mobil truk mulai  berdatangan  menuju lokasi pengambilan tanah di Cot Siula Desa Cot Kruet sekira 2 km dari tempat kejadian. 


Namun mobil truk yang diperkirakan sekitar 30  unit  lebih itu terpaksa parkir berjejer di jalan depan kedai Leubu Mesjid hingga mencapai 1 km , hal ini terjadi karena warga kemukiman Suka Makmur melarang mereka untuk tidak beraktivitas mengangkut tanah sebelum ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab terhadap jalan yang sudah rusak tersebut.


Menurut keterangan Muhammad Abdullah tokoh masyarakat Makmur, aksi yang dilakukan warga setelah adanya kesepakatan antara aparatur desa Leubu Mee , Leubu Cot , Leubu Mesjid , Kuta Barat, Tringgadeng dan Cot Kruet serta pihak Muspika Makmur. 


 "Aksi ini dilakukan untuk menjaga sarana jalan yang sudah hancur-hancuran akibat lalu lalangnya truk pengangkut tersebut dalam beberapa hari ini , disamping itu para sopirpun terkesan ugal-ugalan dalam mengejar trip tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya".Ujarnya


Disamping itu mereka juga tidak memakai layar penutup tanah sehingga debu berterbangan dan mengganggu pengguna jalan. Tambah Imum Mukim Suka Makmur itu


Setelah satu jam lebih mobil tidak bisa beroperasi, akhirnya sekira pukul 10.00 wib  pihak suplayer tanah menjumpai aparat Desa, mukim dan turut dihadiri camat ,kapolsek dan anggota Koramil Makmur serta unsur Dinas Cipta Karya dan Bina Marga. Kabupaten Bireuen untuk merembuk persoalan tersebut


Sambil menunggu hasil musyawarah ,mobil di perkenankan beroperasi kembali sekitar pukul 10.20 wib.


Dari hasil musyawarah tersebut, menurut camat Makmur Ibrahim S.Sos , jalan yang rusak segera diperbaiki pada hari Senin 26 Oktober 2015  dengan ketentuan pihak suplayer menyediakan Beko dan material sedangkan pihak dinas BMCK menyiapkan Grader dan Compac.


Sementara itu Eka Syahputra kabag pemeliharaan jalan dan jembatan Dinas BMCK Kabupaten Bireuen yang turun langsung ke lokasi menjelaskan, mulai Senin dia segera menugaskan pekerja untuk memotong bagian jalan yang rusak.


Ketika ditanya apakah jalan yang dibongkar itu di aspal kembali, dia menjawab " jalan yang di bongkar ini tidak kita aspal, cuma kita timbun saja". Katanya


Namun untuk pengaspalan jalan Leubu akan di prioritaskan pada anggaran tahun 2016 , tapi bagian aspal yang rusaknya kecil akan kita tempel aspal juga.tambahnya Eka


Setelah semua persoalan selesai,sekitar jam 1.30 wib camat yang didampingi kapolsek serta anggota Koramil Makmur , para geuchik kemukiman suka makmur juga mukim dan disaksikan masyarakat mencabut kembali pohon pisang tersebut (sumber acehbaru.com)

Arpus Aceh Gelar Lomba Bercerita Tingkat SD Se-Aceh di Bireuen

Jumat, 21 Agustus 2015

Bireuen | acehtraffic.com- Dalam rangka mengembangkan kegemaran membaca di Tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah bagi melestarikan aneka budaya daerah (lokal) serta membangun rasa menghargai dan menghormati perbedaan suku, budaya, seni dan tutur bahasa dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa.

Dikatakan kepada media, Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh Drs. Anas M Adam, MPd, didampingi kepala Arpus Bireuen Zawajir, SE saat bertemu Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud, Kamis (20/8/2015) mengatakan, Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh akan menyelenggarakan Lomba Bercerita bagi Siswa-siswi Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta Tingkat Provinsi, Story Telling, Road Show dan Pameran Buku,  yang akan di gelar pada tanggal 23 s.d 26 Agustus 2015 di Pendopo Bupati Bireuen, Jl. Hamzah Bendahara No. 1 Bireuen, katanya.

Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh Drs. Anas M Adam, MPd, memuji kesungguhan Bupati Bireuen dalam meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten itu, sehingga Arpus Aceh mendapat kerja sama yang cukup baik untuk melaksanakan even bercerita tingkat SD se-Aceh di Kabupaten tersebut, jelasnya.

Lomba Bercerita Tingkat SD Se-Aceh itu bertema, “Menumbuhkan kegemaran membaca dan kecintaan terhadap budaya lokal dalam upaya membangun pendidikan karakter serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa”. Serta Melalui Gerakan Minat Baca Mari Kita Tumbuhkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Aceh dan Dinul Islam Menuju Masyarakat Aceh Yang Cerdas dan Mandiri”, sebut Anas.

Lomba bercerita ini akan diikuti siswa SD/MI dari 23 kab /kota se-Aceh dan Pemenang lomba bercerita tingkat provinsi ini akan diikutkan pada kejuaraan/lomba tingkat nasional pada bulan oktober 2015 nanti.

Sedangkan, Story Telling diikuti oleh 300 siswa TK se Bireuen berisikan kegiatan bercerita oleh pendongeng  untuk memotivasi anak-anak untuk membaca, untuk kegiatan ini dilaksanakan di aula PKK  pendopo bireuen.

Sementara Road Show adalah kegiatan yang berisikan talk show para tokoh dan budayawan dengan peserta sejumlah 300 siswa SMU se-Bireuen, kegiatan ini akan dipusatkan di aula pendopo pada hari ketiga  Rabu 26 Agustus 2015, Jelas Anas.

Untuk pameran buku akan dihadiri oleh beberapa penerbit lokal dan nasional disertai dengan stan pameran dengan tempat berada di halaman pendopo Bupati Bireuen, ujarnya.

Anas menjelaskan, sebenarnya kegemaran membaca lebih mudah ditanamkan pada anak-anak usia dini, makanya kita perlu mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya perpustakaan yang ada di perpustakaan sekolah, keberhasilan gerakan membaca akan dapat dicapai secara Nasional, dengan melibatkan peran serta semua komponen bangsa, baik di Tingkat Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota, simpulnya.

Menurut Anas langkah penting yang harus dilakukan pemerintah antaranya adalah Mengembangkan Perpustakaan Kecamatan dan Perpustakaan Desa supaya akses masyarakat ke perpustakaan menjadi lebih dekat. | AT | str-tag|

Peringatan Damai Di Bireuen, Dengan Doa. Bupati Sebut Cara Damai Kita Dicontoh Orang?

Sabtu, 15 Agustus 2015

Bireuen | acehtraffic.com - Memperingati 10 tahun perjanjian damai Aceh yang sering di sebut MoU Helsinki, di Kabupaten Bireuen, Pemkab Bireuen menggelar zikir akbar yang diikuti ribuan orang terdiri dari warga, Pegawai Pemerintah dan pelajar, bertempat di Masjid Agung Sultan Jeumpa (14/8/2015).

Dalam sambutannya, Bupati Bireuen, Ruslan M. Daud, mengatakan, peringatan 10 tahun penandatangan nota kesepahaman (MoU) Helsinki hari ini, merupakan upaya kita untuk mengenang konflik yang terjadi dimasa lalu di Aceh, yang kemudian di sudahi dengan kesepakatan damai dalam sebuah kesepahaman yang di tanda tangani oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia (RI) di Helsinki, Finlandia.

“Akhir konflik Aceh dengan cara berdamai kemudian dijadikan contoh kepada negara lain, dalam menghentikan pertikaian di negara mereka”, Sebut Bupati Ruslan.

Sepeluh tahun perdamaian Aceh sudah berlangsung, kedepan semua pihak harus ikut menjaga dan merawatnya, sehingga konflik tidak lagi terjadi di Aceh, setiap kebijakan diharap berpihak kepada keadaan yang damai dan tidak menimbulkan masalah, sehingga perdamaian yang di capai akan terus berkekalan, ujar Ruslan.

 “Khusus kepada instansi kesbangpolinmas agar melakukan terobosan untuk dapat meminimalisir konflik serta kepada instansi lainnya juga harus melakukan program kerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga perdamaian terpelihara,” tambahnya lagi.

Sementara, Zikir akbar Memperingati 10 tahun perjanjian damai Aceh dipimpin langsung oleh Imam besar Masjid Agung, Tgk H Muhammad Ishak.| AT | R| STR|

Bireuen Matangkan Persiapan HUT RI ke-70

Bireuen | acehtraffic.com- Mematangkan kesiapan, pelaksanakan pengibaran bendera merah putih. Dalam rangka peringatan HUT RI ke 70, Senin 17 Agustus 2015. Bupati Bireuen yang akan bertindak selaku inspektur upacara nanti, bersama tim Paskibra dan TNI-Polri serta peserta pendukung lainnya, hari ini mengelar gladi bersih, Sabtu (14/8/2015) di stadion Cot Gapu.

Bupati Bireuen H Ruslan M Daud, melalui Kabag Humas Setdakan Farhan Husen,SE,.MM, menuturkan, kesiapan pasukan paskibra dan tim pendukung lainnya telah maksimal, pengkuhannya paskibra akan di lakukan langsung oleh Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud, juga pada Sabtu 15 Agustus 2015 , di aula Setdakab Lama.

Diharapkan, pelaksanaan upacara dihari puncak, Senin 17 Agustus 2015, dapat terlaksana dengan lancar, sebut Farhan.

Sementara itu, Ketua seksi Paskibra Saed Abdurrahman ditanyai, mengatakan. Bupati Bireuen H Ruslan M Daud, menjadi inspektur upacara pengibaran bendera merah putih. Sedangkan, penurunannya inspektur upacara Dandim 0111/Bireuen. Gladi bersih, dilaksanakan bersama, Sabtu (15/8) pagi, di stadion Cot Gapu. Sedangkan Ketua Umum HUT RI ke 70 tersebut adalah Sekdakab  Bireuen Ir. Zulkifli.

Pasukan Paskibra adalah siswa-siswi dari sejumlah kecamatan di Bireuen itu, dan telah dimulai sejak Juni 2015. Sejak 1 Agustus, tim Paskibra telah mulai dikarantina lokasinya di SMPN 2 Cot Gapu. Selama dikarantina, tim terus berlatih menyatukan gerakan dan kekompakan dengan jumlah pasukan 45 dan seluruhnya dari anggota TNI.

Hari puncak upacara HUT RI ke 70 tingkat kabupaten Bireuen akan pusatkan di stadion Cot Gapu, melibatkan sejumlah peserta dari dinas, badan, kantor, berbagai unsur terkait lainnya dan para pelajar diwilayah seputaran Kota Juang.

Upacara juga digelar di 16 kecamatan, lainnya di Bireuen. Jelas Ketua Seksi Paskibra Saed Abdurrahman didampinggi Wakil Seksi Paskibra Kapten INF Nanang S. | AT | R | str|

Harga Udang Vaname Turun, HKTI Aceh Minta Menteri Susi Lihat Aceh

Kamis, 30 Juli 2015

Bireuen | acehtraffic.com - Petani tambak di Gampong (desa-red) Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen mengeluhkan turunnya harga udang vannamei mencapai Rp.15.000 sampai Rp. 20.000 per kilo gram, hal ini sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu sehingga petani tambak rugi mencapai ratusan juta rupiah akibat harga udang dengan harga pakan tidak sesuai.

Anjloknya harga udang vannamei di pasaran telah membuat petani tambak risau, apalagi jika di kalkulasi harga pakan dengan harga jual udang yang saat ini berkisaran Rp.67.000 per kilo gram ses 40 ekor udang, sedangkan sebelumnya harga udang vannamei ses 40 ekor mencapai Rp.130.000 per kilo gram.

H. Mahdi salah seorang petani tambak udang vannamei di Gampong Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen mengatakan bahwa harga pakan dengan harga jual udang vannamei sudah tidak sesuai lagi, dalam sekali panen sekarang ia mengalami kerugian dalam satu ton udang mencapai Rp. 15.000.000 sampai Rp.20.000.000, hal ini di akibatkan tidak adanya pengawasan harga pasaran udang oleh pihak dinas terkait, sebut Mahdi saat di temui di tambaknya Selasa petang 28/7/2015.

H. Mahdi merincikan bahwa pakan yang di habiskan per hari mencapai 74 kilo gram dengan jumlah 300.000 ekor udang di tambak dengan umur 55 hari, dan jika umumnya makin bertambah maka pakanpun terus bertambah, harga pakan saat ini Rp.375.000 per sak 25 kilo gram, dan harganya tak pernah turun yang ada naik, sementara harga udang turun, inilah yang membuat kami petani tambak terkadang harus gulung tikar, ucap Mahdi.

Maka dari itu H. Mahdi berharap agar pemerintah bisa mengantisipasi masalah yang di hadapi petani tambak di Aceh, apalagi menurut Mahdi udang vannamei ini merupakan jenis udang yang bernilai ekspor tinggi dan bahkan di konsumsi oleh orang kaya.

Dari Hasil turun kelapangan tersebut, Tarmizi AG dari  Pemuda tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh meminta agar pemerintah Indonesia membangun pabrik pakan yang cukup untuk kebutuhan di Aceh, sehingga petani tambak di aceh bisa membeli pakan yang lebih murah.

"Kita juga berharap  mentri kelautan dan perikanan supaya dapat memantau harga udang di pasaran serta mempertahankan harganya, Menteri juga harus meantau petani tambak yang ada di seluruh indonesia jangan hanya di sepuran ibu kota jakarta saja,  supaya mentri kelautan dan perikanan mengetahui apa yang sekarang ini di alami oleh petani tambak udang hingga ke Aceh," Kata Tarmizi | AT | R | Tag|

Waduh, Bis ‘Buat’ Tak Bertanggung Jawab. Usai Tarawih Warga Juli Temukan Bayi

Selasa, 23 Juni 2015


Bireuen | acehtraffic.com – Ini benar –benar orang tua pengkhianat dimana tega membuang dan menelantarkan darah daging sendiri. Kisah itu ditemukan warga Desa Juli Paseh Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, mereka menemukan bayi laki laki yang diletakkan orang tak dikenal diatas meja sebuah kios.  Senin 22 Juni 2015


Abdiah, putri dari Abdullah Syam menuturkan, awalnya mereka di dalam rumah mendengar suara tangisan bayi dekat rumahnya, karena penasaran, Abdiah keluar rumah menuju arah sumber suara tangisan tersebut yang berada persis di atas meja kios milik keluarganya.

“Setelah saya nyalakan lampu, saya lihat ada bayi terbungkus handuk, kami semua terkejut,” kata Abdiah di lokasi penemuan bayi tersebut.


Berita penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki itu langsung merebak ke seluruh warga desa, ratusan warga desa berkumpul ingin melihat jelas bayi tersebut. Asrita, bidan desa yang bertugas di desa tersebut menuturkan, bayi tersebut sepertinya dilahirkan sekitar enam jam lalu.


Kepala Desa Juli Paseh, Sufyannur mengatakan berdasarkan penuturan warga sekitar lokasi penemuan bayi tersebut, mereka mengatakan sempat mendengar suara sepeda motor berhenti di depan kios milik Abdullah Syam dan kemudian barulah terdengar suara tangisan bayi.

Keluarga Abdiah mengamankan sementara bayi tersebut dari dari dinginnya udara malam, dan sembari menunggu datangnya pihak kepolisian setempat. | sumber juangnews

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016