News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Bendera Partai Aceh Dibakar Di Aceh Jaya, Gara-Gara Duluan Bakar Atribut Golkar?

Kamis, 03 November 2016

Aceh Jaya | acehtraffic.com-  Setelah insiden saling membakar di Kembang Tanjong Pidie, kini aksi bakar membakar bendera merembes ke Aceh Jaya. Dilaporkan sejumlah bendera Partai Aceh jadi sasaran pembakaran dikawasan itu, diduga aksi balasan setelah terjadi pembakaran atribut Golkar. Kamis, 3 November 2016
Diberitakan acehtrend.co, Jubir  DPW PA Aceh Jaya Azis Muhajir, S.Fil.I, MA pihaknya menduga pelaku pembakaran dan pencabutan bendera Partai Aceh tim sukses Ir. Junaidi dan Bustami, ST.
Sementara T.Asrizal,SH ketua Partai Golkar Aceh Jaya sekaligus partai pengusung pasangan  Ir Junaidi – Bustami Syarbini,ST dalam berita ini menyebutkan kejadian pembakaran atribut  milik Partai Aceh itu dilakukan oleh simpatisan Junaidi, bukan oleh timses.
“Pembakaran atribut Partai Aceh itu dilakukan oleh simpatisan Yah Gam (Ir Junaidi-red) setelah adanya pembakaran atribut partai Golkar di seputaran Krueng Sabe.
Atas kejadian ini Asrizal sebagai ketua pemenangan Yah Gam sangat menyesal, padahal sebelumnya telah dilakukan penanganan Pilkada Damai secara bersama.(sumber acehtrend.co) 

Akai Ku’eh, Jadi Penyebab Saling Bakar Bendera Di Kembang Tanjong ?

acehtraffic.com- Sejak pilkada 2007 akal ku’eh merusak dan mencuri spanduk calon sudah berlangsung. Tingkat terparah terjadi pada pilkada 2012 lalu. Spanduk dan baliho para calon banyak yang rusak dan dibakar. Kejadian  ini memang banyak terjadi dimalam hari, alias kala waktu sepi dan tidak ada orang yang melihatnya.
Sebelum kejadian di Kembang Tanjung Pidie, di Aceh Timur spanduk pasangan Ridwan Abu Bakar (Nektu) – Abdur Rani juga sempat dirusak oleh orang tak dikenal, kemudian pada awal Agustus 2016  sejumlah baliho dan spanduk pasangan balon dari jalur Independen bupati dan wakil bupati Bireuen 2017 – 2022  Tu Sop-dr.Pur  di kawasan kecamatan Makmur  juga di obrak abrik pelaku misterius sekira pukul  01.00 dini hari.
Kejadian terbaru, Rabu 2 November 2016 sekitar pukul 05:30, 3 lembar bendera Partai Nasional Aceh (PNA) dibakar orang yang tidak diketahui identitasnya. Bendera lainnya dibuang ke sungai. Baliho pasangan Gubernur Aceh Irwandi-Nova yang diusung PNA, Demokrat, PDA, yang terpasang di kawasan kantor camat juga dirusak.
Model-model penghilangan atau perusakan spanduk pada malam hari atau dinihari atau dikala shalat Jumat berlangsung adalah model lama yang dipraktikkan kembali pada pilkada 2016-2017 ini- BACA LENGKAPNYA 

Fadlon Hasan Beri Sinyal Didukung Golkar

Selasa, 12 April 2016

Langsa | acehtraffic.com- Fadlon Hasan yang sudah menyatakan maju sebagai calon walikota langsa pada pilkada mendatang mengaku menyambut hangat dan mendukungan Fazlun Hasan maju dalam pemilihan walikota Langsa pada 2017 mendatang. 

Hal tersebut disampaikan saat bertemu Fazlun Hasan pada acara pelantikan DPD I golkar dan deklarasi calon gubernur Aceh TM. Nurlif. Di Banda Aceh minggu lalu.

Wakil ketua umum DPP Partai Golkar,  Nurdin Halid dan sekretaris DPP Idrus Marham memberi dukungan kepada Fazlun Hasan untuk menjadi walikota langsa periode mendatang.

Fazlun Hasan mengatakan Insya Allah, mereka (pentolan golkar) menyambut hangat dan mendukung namun demikian mekanisme partai harus ditempuh. 

" Banyak yang mendukung saya namun mekanisme penjaringan calon yaitu survey harus tetap dilakukan, " ucap Fazlun Hasan.(12/4).

Fazlun mengungkapkan dari komunikasi politik lintas partai yang dilakukan jauh jauh hari sebelumnya hasilnya partai nasional dan partai lokal mendukung dirinya untuk maju dalam pemilihan walikota langsa.
"Dukungan ini menjadi modal saya untuk memberikan yang terbaik bagi pendukung saya dan masyarakat kota langsa," ungkap Fazlun Hasan.

Melihat dukungan masyarakat kota langsa yang saat ini terus menyatakan dukungannya kepada Fazlun Hasan, dirinya optimis akan mendapatkan hasil yang terbaik dalam penjaringan survey bakal calon yang dilakukan sejumlah partai nasional.

" Insya Allah saya akan mendapatkan hasil yang terbaik, tentu saja terbaik untuk masyarakat kota Langsa," ungkap Fazlun Hasan. (Ivo)

KPA Nagan Siapkan Calon Bupati Untuk 2017

Senin, 11 Januari 2016

Nagan Raya | acehtraffic.com – Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh Nagan Raya mulai rapatkan barusan untuk menyatukan sikap untuik pencalonan Bupati dan Wakil di 2017 mendatang, nama yang telah muncul bersama Partai Aceh (PA) setempat menggelar rapat konsolidasi terhadap adalah Muhammad Jamin Idham sebagai Balon Bupati dan Chalidin Oesman sebagai bakal calon bupati dan wakil. Minggu, Minggu 10 Januari 2016.

Tgk Ali Hasyimi Ketua KPA Nagan Raya, mengatakan, kandidat bupati Nagan dari KPA dan Partai Aceh adalah M.Jamin Idham wakilnya, Chalidin Oesman. “Kita akan menaangkan pasangan ini,” Ujar Ali Hasyimi

Dalam kusyawarah tersebut pihaknya mengyundang para panglima dari tingkat daerah hingga Sagoe, begitu juga dengan pengurus partai dari tingkat kabupaten hingga desa. (acehbaru.com)

HUT Kopassus Dihadiri Mantan Pemberontak GAM. "Untuk Menghapus Rasa Saling Curiga"

Sabtu, 02 Mei 2015

Jakarta | acehtraffic.com- HUT Ke-63 Korps Pasukan Khusus (Kopassus) di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu 29 April 2014. Dihadiri oleh sejumlah mantan pemberontak GAM. Di Era 90an Kopassus adalah garda depan pemburu aktivis dan warga yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan. Sabtu, 2 Mei 2015

Pasca damai kondisi telah berubah, kiprah Kopassus dalam memburu anggota GAM era 90an telah melambungkan nama gerakan yang diproklamirkan Nek Hasan Ditiro dan om Ilyas Leube, dr Zubir Mahmur, dr Muktar baik nasional maupun kalangan Ngo international. 

Kiprah Kopassus dalam pemburuan melahirkan dua dampak, sekilas di aceh AM atau GAM sudah tiarap, sementara di tempat lain semangat melawan semakin tumbuh akibat adanya yang tersakiti dalam proses tersebut, sehingga memnghimpun semangat yang sama bagi pemuda Aceh khususnya yang merasakan dampakk langsung dari operasi. 

Dan puncaknya stelah DOM dicabut reformasi bergulir, GAM semakin kuat menyusul bergabungnya sejumlah warga yang terkena imbas operasi jaring merah 1989-1998. kekuatan GAM menguat hingga terjadi tsunami 26 Desember 2004 yang kemudian diteruskan dengan perdamaian damai.

Setelah itu, para mantan combatan GAM tidak lagi disibukkan dengan dana perjuangan, ceramah kemerdekaan atau lainnya. tapi mereka berubah menjadi pengurus partai politik dan berkampanye model baru, baik untuk meraih kursi dewan atau kursi kepala daerah. 

Rabu 29 April 2015 Korps Pasukan Khusus (Kopassus) merayakan .HUT Ke-63 di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur,  sejumlah mantan pemberontak yang dulunya berseberangan hadir, mereka masing-masing mantan panglima GAM yang kini Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, akrab disapa “Mualem”, Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, dan mantan menteri Pertahanan GAM, Zakaria Saman.

Tokoh-tokoh yang diundang khusus itu sebagiannya adalah para elite Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA/PA) yang di masa konflik dulu dikenal sebagai elite dan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Di antaranya Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Darwis Djeunib, Sofyan Dawood, bahkan tokoh referendum yang juga mantan ketua Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), Muhammad Nazar SAg.

Dari DPR RI asal Aceh, tampak hadir Prof Dr Bakhtiar Ali, Ir Tagore Abubakar yang juga tokoh relawan Pembela Tanah Air (PeTA). Tokoh PeTA lainnya adalah Ir Syukur Kobath. Hadir pula mantan wakil ketua MPR RI, Dr Ahmad Farhan Hamid MS, aktivis LSM dan KNPI, pimpinan organisasi partai politik, dan sejumlah bupati.  Di antara bupati yang hadir adalah Bupati Bener Meriah Ir Ruslan Abdul Gani, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, dan Bupati Aceh Jaya Ir Azhar Abdurrahman. Bahkan mantan bupati Bireuen, Drs Mutafa A Glanggang juga hadir.

Kamaruddin AbubakarWakil Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), mengatakan, kehadirannya dalam peringatan HUT Kopassus itu merupakan sebuah penghormatan dan penghargaan. “Dulu kami memang saling bermusuhan, tapi setelah kesepakatan damai dicapai, tidak ada lagi permusuhan atau lawan. Yang ada hanyalah kawan dan saudara,” kata mantan panglima Wilayah Pidie yang dijuluki Abu Razak ini.

Menurutnya, kehadiran mantan-mantan pentolan GAM itu sekaligus menghapuskan rasa saling curiga. Sebaliknya, reintegrasi dan rekonsiliasilah yang lebih menonjol. “Kita sekarang bersama-sama merawat perdamaian dan membangun Aceh menjadi lebih baik lagi, terutama pembangunan ekonomi,” kata Abu Razak yangsekarang aktif di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh | AT | R|Sumber Serambi|




Jokowi tanya ke Jaksa Agung, mengapa duo Bali Nine belum dieksekusi

Kamis, 02 April 2015

Jakarta | acehtraffic.com - Presiden Joko Widodo sempat bertanya mengapa terpidana hukuman mati duo Bali Nine tidak segera dieksekusi. Pertanyaan Presiden kepada Jaksa Agung HM Prasetyo dituturkan Menteri Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno.

"Ya ada pertanyaan itu kenapa tidak segera dilaksanakan (eksekusi)," ujar Tedjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 2 Maret.

Tedjo mengatakan saat itu Jaksa Agung Prasetyo menjawab jika masih ada terpidana yang masih belum selesai proses hukumnya. Yakni ada beberapa terpidana mati mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

"Lalu jaksa agung mengatakan masih ada yang harus diselesaikan secara hukumnya. Jadi kita harus hati-hati jangan sampai di kemudian hari jadi masalah," ujarnya.

Atas hal itu, kata Tedjo, menyerahkan semuanya kepada proses hukum yang sedang berjalan. "Proses hukum berjalan saja. kita ikuti saja," ujar Tedjo. | merdeka.com |

Kaos #SaveHajiLulung Laris Manis Terjual di Car Free Day

Minggu, 15 Maret 2015

JAKARTA | acehtraffic.com - Perseteruan DPRD DKI dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga kini terus berlanjut.
Kisruh 'anggaran siluman' APBD DKI mendadak membuat popularitas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung meroket.
Tidak hanya di media sosial saja, ketenaran Haji Lulung ternyata dimanfaatkan oleh Redi dengan menjual kaos yang memuat tulisan-tulisan lucu yang sempat muncul di media sosial seperti Twitter beberapa hari lalu.
Pria yang berusia 45 tahun ini menjual dagangannya di ajang Car Free Day, tepat di depan Hotel Grand Hyatt, Bundaran HI, Jakarta Pusat. Ia mengaku menproduksi sendiri kaos-kaos itu di rumahnya, di daerah Kedoya, Jakarta Barat.
"Ini saya cetak sendiri, produksi bersama teman-teman saya di daerah Kedoya," ujar Redi di depan Hotel Grand Hyatt, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2015).
Sambil melayani para pembeli, Redi mengaku menjual kaos-kaos itu dengan harga Rp75 ribu untuk yang berwarna putih, dan Rp98 ribu untuk yang berwarna hitam. Harga tersebut diakuinya sudah tidak bisa ditawar lagi.
"Sudah harga pas pak, enggak bisa ditawar lagi ya," katanya kepada seorang pembeli yang mencoba menawar dagangannya.
Redi menjajakan dagangannya di acara Car Free Day sejak pukul 07.00 WIB. Ia mengaku membawa 400 potong yang terdiri dari 200 warna putih dan 200 kaos berwarna hitam. Lapaknya pun dipadati masyarakat yang ingin membeli kaos itu. Tak tanggung-tanggung, dalam sekejap kaos itu pun ludes terjual.
"Saya bawa 400 mas, ya alhamdulillah laris manis nih," jelasnya.
Pantauan Okezone, dalam kaos yang dijual Redi itu terdapat berbagai tulisan-tulisan lucu. Seperti '#savehajilulung Lulung lewat pancoran, patungnya langsung hormat', 'Santai aja kali inikan media online bang hajinya ajah ngak tersinggung #savehajilulung', 'Haji Lulung enggak pernah kesemutan, yang ada semut kelulungan'.
Seperti diketahui, ketenaran Lulung dimulai saat dia bersitegang dengan Ahok saat rapat mediasi bersama DPRD DKI di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sikap politisi PPP itu pun langsung ditanggapi oleh masyarakat melalui media sosial. | okezone.com |

Ahok dan Istri vs DPRD DKI

Jakarta | acehtraffic.com - Belum juga usai perseteruan DPRD DKI Jakarta dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) soal RAPBD DKI 2015, masalah baru kembali muncul. Gara-garanya, beredar foto rapat yang tengah dipimpin istri dan adik Ahok yakni, Veronica Tan dan Harry Basuki.
Dalam foto rapat yang digelar di salah satu ruangan di Balai Kota DKI itu, nampak hadir Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sarwo Handayani. Foto itu lantas ramai menjadi pembicaraan di media sosial.
Para wakil rakyat di DPRD DKI pun ikut angkat bicara dan bereaksi. Tak tanggung-tanggung, Tim Angket DPRD DKI bahkan berencana memanggil Veronica Senin (16/) untuk dimintai keterangan.
"Kami akan panggil istrinya pak gubernur. Konteksnya banyak, nanti bisa dilihat nanti. Setelah itu CSR, SKPD juga, setelah itu Pak Gubernur," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menduga dalam rapat tersebut tengah dibicarakan suatu proyek.
"Pertanyaannya, apakah proyek itu ada di APBD?" ujarnya.
Ahok dan Veronica pun tak mau tinggal diam foto tersebut dipermasalahkan. Setelah sebelumnya mengaku bingung mengapa istri dan adiknya memimpin rapat dipersoalkan, Ahok kali ini lebih keras menanggapi pernyataan para anggota DPRD DKI yang berniat memanggil Veronica.
ebab, menurut Ahok, pemanggilan istrinya tidak ada sangkut pautnya dengan penyelidikan DPRD DKI Jakarta terhadap RAPBD DKI Jakarta 2015. Seperti biasa, Ahok lantas berseloroh harusnya Tim Angket DPRD DKI memanggil nenek Ahok bukan istrinya.
"Harusnya panggil nenek gue dong kan. Gue bilang pemahaman nenek lu," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3).
Ahok mengaku geli panitia angket DPRD DKI Jakarta akan memanggil istrinya. Sebab pengajuan angket diusulkan untuk melakukan penyelidikan terhadap RAPBD DKI Jakarta 2015.
"Makanya kalau panggil itu lucu aja. Angket itu angket urusan apa? Urusan APBD kan. Kok panggil istri saya? Lebih cocok angket itu panggil nenek gue sebetulnya. Karena gue kan marahin pemahaman nenek lu," tutupnya
Kompak dengan Ahok, sang istri, Veronica Tan, pun angkat bicara. Veronica mengaku belum menerima surat panggilan dari Tim Angket DPRD DKI.
"Nggak. Nggak jawab. Kan belum dipanggil," ungkapnya singkat sebelum masuk ke mobil yang sudah menunggu di pelataran parkir Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3).
Layaknya Ahok, Veronica sepertinya tak mau ambil pusing soal rencana pemanggilan dirinya. Jika seandainya surat pemanggilan sudah diterimanya, dia belum bisa memastikan apakah akan memenuhi panggilan atau tidak.
"Tergantung," ujarnya sambil tersenyum.| konfrontasi.com |

Heboh Meme Haji Lulung Jadi Alat Tukar Bali Nine

Jumat, 13 Maret 2015

acehtraffic.com - Isu ketegangan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Australia akibat pelaksanaan eksekusi mati rupanya membuat paranetizen kreatif untuk membuat meme mengenai hal tersebut.
Setidaknya dua meme yang tengah beredar di media sosial ikut melibatkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung. 

Satu mememenggambarkan dialog antara Menteri Luar Negeri Julie Bishop dengan Presiden Joko Widodo.

Dalam meme itu, digambarkan Menlu Bishop tengah mengajukan usul agar dua gembong narkoba Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, bisa ditukar dengan tiga narapidana asal Indonesia yang juga tengah menjalani hukuman bui di Negeri Kanguru akibat kasus serupa. 

"Duo Bali Nine saya tukar dengan 3 WNI yang kami tahan, gimana?," tanya Bishop di memeitu. 

Pertanyaan itu dijawab Jokowi dengan guyonan, agar bisa ditambahkan satu orang lagi yang ditukar selain Chan dan Sukumaran. 

"Supaya sama-sama tiga, saya tambahi Haji Lulung, gimana?" kata Jokowi menawarkan. 

Bishop kemudian menolak tawaran tersebut sambil mengatakan: "Apakah Anda bercanda? Tidak". 

Sementara di meme kedua, terlihat Jokowi tengah bersalaman dengan Perdana Menteri Tony Abbott ketika pemimpin Partai Liberal itu menghadiri upacara pelantikan pada Oktober lalu.

Dalam meme tersebut, tertulis kalimat yang seolah diucapkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu terkait pertukaran narapidana asal Australia. 

"Deal, saya akan kirimkan Lulung, Topik (M Taufik) dan Arif (Tubagus Arif) ditukar dengan tiga kanguru," ujar Jokowi dalam meme itu. 

Ketiga nama yang disebut di meme tersebut merupakan orang yang bersitegang dengan Gubernur DKI Jakarta ketika melakukan sidang mediasi mengenai anggaran DPRD. | viva |

Dikhawatirkan Cuma Gosip: Ada Korupsi Besar mau Dibongkar KPK-Polri, Pelakunya Nama-Nama Besar. Siapa?

Sabtu, 28 Februari 2015

Jakarta | acehtraffic.com - Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki datang ke kantor Bareskrim Mabes Polri untuk bertemu Komjen Budi Waseso (Buwas), melakukan pembahasan  terkait penanganan dua kasus korupsi besar yang melibatkan nama nama besar, dan telah diberitakan sebelumnya.

"Ini pertemuan di luar jam kantor. Beliau mampir ke sini karena sekalian pulang. Tadinya saya yang mau ke KPK tapi ternyata beliau yang kesini," kata Buwas saat ditemui di pelataran kantornya, Jumat (27/2/2015).

Adapun pembahasan dalam pertemuan antara Buwas dan Ruki terkait penanganan dua kasus korupsi besar yang telah diberitakan sebelumnya.

"Pertemuan Rabu itu membahas kalau saya mau menangani kasus korupsi besar dan saya belum sempat berkoordinasi dengan KPK," katanya.

Buwas menjelaskan Ruki bertanya kepadanya terkait kasus korupsi besar apa yang ingin ditangani. Jangan sampai bertabrakan dengan penanganan kasus-kasus korupsi lainnya yang sedang ditangani KPK.

Selain itu, Buwas membenarkan Ruki datang ke Mabes Polri pada pukul 19.20 WIB, masuk melalui pintu masuk belakang kantor Bareskrim Polri.

"Ya, hak beliau dong mau masuk lewat pintu depan atau belakang," katanya sambil tertawa.

Melalui pertemuan tersebut Budi menyampaikan kepada Ruki kalau dirinya selaku Bareskrim Mabes Polri belum bisa menyampaikan secara detil terkait dua kasus korupsi besar yang dimaksud.

"Saya bilang ke beliau kalau sementara ini belum bisa disampaikan detil kasusnya karena masih dalam tahap penyeldikan. Pokoknya pelakunya ini melibatkan beberapa nama besar," paparnya.

Selain Ruki, dua wakil ketua KPK lainnya yaitu Adnan Pandu Praja dan Indriyanto Seno Adji juga ikut serta dalam pertemuan malam hari tersebut.

Bareskrim Polri saat ini tengah mengusut dua kasus besar yang sebentar lagi akan diungkap. Hal ini diakui oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Ronny F. Sompie yang menyebutkan bahwa hingga kini kasus besar itu masih dalam penyelidikan.

"Ada dua kasus korupsi besar," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima INILAHCOM, menyebutkan Bareskrim Polri tengah mengusut dugaan kasus korupsi pengadaan paspor di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tahun 2009-2014.

Tak hanya itu, dugaan korupsi juga terjadi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) biaya visa di seluruh Kedutaan Besar (Kedubes) RI yang berada di luar negeri. Diduga, biaya visa tersebut tidak langsung disetorkan ke kas negara, melainkan dimasukkan atau ditampung terlebih dulu ke rekening pribadi atas persetujuan pejabat tinggi di Kemenkumham.

Bahkan uang yang ditampung di rekening pribadi dari hasil perolehan bunga PNBP visa itu diduga mencapai Rp38 miliar yang tak segera disetor ke kas negara.

Namun hingga berita ini diturunkan, Kabareskrim Polri, Komjen Budi Waseso dan Kadiv Humas Polri, Irjen Ronny F. Sompie belum dapat dikonfirmasi mengenai informasi tersebut.

Sebelumnya, Anggota DPD RI, I Gede Pasek Suardika sempat melontarkan adanya permasalahan di Kemenkumham melalui akun Twitter miliknya @G_paseksuardika. Menurutnya, di Kemenkumham ada progam Simkim, Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian, dibalik itu ada dugaan patgulipat yang diduga melibatkan pejabat setempat yang dikenal tokoh antikorupsi, pakar hukum, dengan pengusaha top.

Fokus dari program bermasalah itu terkait penerapan Sistem Pelayanan Paspor Terpadu dengan modus membuat Payment Gateway (PG) yang melibatkan vendor bernama PT Berca Hadayaperkasa dalam pelayanan paspor tersebut.

Perbuatan pejabat tersebut karena telah memfasilitasi pihak vendor penyelenggara PG untuk menampung dana PNBP secara tidak sah.

Akibatnya, lanjut Pasek, Dirjen Imigrasi bergantung pada PT Berca Hadayaperkasa dalam pelaksanaan paspor. Posisi negara lemah amankan keuangan negara dari kebocoran. Menurut sumber, sang pendekar hukum itu tampaknya ingin membuat kebijakan untuk sangu menjelang pergantian kekuasaan.| konfrontasi.com |

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016