News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan

Wagub Aceh Terima Kunjungan Komisi VIII DPR RI

Jumat, 16 Februari 2018

Banda Aceh | acehtraffic.com – Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menerima kunjungan tim dari Komisi VIII DPR RI yang membidangi, Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Penangguangan Bencana, Badan Amil Zakat dan Badan Wakaf Indonesia di ruang potensi Daerah, Kamis (15/02/2017).
Ketua Tim yang juga Wakil Ketua Komisi VIII, H. Marwan Dasopang mengatakan, kunjungan Komisi VIII DPR RI ke Aceh untuk mendapatkankan informasi dan data factual terkait pelaksanaan program pembangunan secara umum di Aceh dan yang menjadi tupoksi Komisi VIII.
Tim Komisi DPR RI juga akan melakukan sejumlah kunjungan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Penanggulangan Bencana Aceh, dan Pondok Pesantren Darul Qurani.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Aceh saat menyambut baik kunjungan tim Komisi VIII DPR RI ke Aceh.
“Kami menganut Pemerintahan yang kolaboratif, artinya tidak ada sekat-sekat antar lembaga, dan saling berkerja sama dalam menyelesaiakan berbagai masalah, yang namanya Pemerintah ya Pemerintah,” kata Nova.  
Nova berharap kunjungan Komisi VIII DPR RI ke Aceh dapat memberi manfaat kepada DPR RI dan juga Pemerintah Aceh. “Kami memberikan waktu yang sebanyak-banyak kepada Komisi VIII untuk berdiskusi dengan lembaga terkait di Aceh,” ujar Nova.

Pertemuan tersebut dihadiri, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Munawar, Kepala Dinas Sosial Aceh, Al-Hudri, Kepalda BPBA, Yusmadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nevi Ariyani, Kakawanil Kemenag Aceh, Daud Pakeh serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Aceh Timur Sosialisasi Pemberantasan Saber Pungli

Jumat, 15 Desember 2017

acehtraffic.com | IDI – Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib melalui Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, Safrizal, SH, M.AP, membuka secara resmi Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Sapu Bersih-Pungutan Liar (Saber Pungli) di Aula Serbaguna Idi, Kabupaten Aceh Timur, Jumat 15 Desember 2017.

Dalam sambutannya, Safrizal menjelaskan, dengan adanya sosialisasi tersebut maka hal-hal yang berurusan dengan pungutan yang tidak resmi (liar—red) semakin menghilang. “Kami berharap seluruh peserta untuk berperan aktif dalam mensosialisasi program saber pungli hingga ke satkernya masing-masing, karena pungli itu merugikan masyarakat dan daerah,” ujar Safrizal.

Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan dihadiri ratusan peserta dari pimpinan SKPK, BUMN/BUMD, perbankan, camat, keuchik, kepala SMA/SMP/SD dan pokja dan anggota UPP Kabupaten Aceh Timur.

Sementara pemateri hadir dari Tim Satgas Saber Pungli Propinsi Aceh yaitu AKBP Drs. Zakaria, Kompol Syamsuar, Rudi Ismawan, AKP Suhardi, Irmayani, Bripka Rahmat Salihin. Kegiatan sehari itu diikuti ratusan peserta dari berbagai instansi pemerintah (sad)

Sekda Buka Rakor Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional

Jumat, 25 Agustus 2017

Banda Aceh |acehtraffic.com– Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Syaiba Ibrahim membuka  Rapat Koordinasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS)  se- Aceh di hotel Grand Nanggroe, Kamis (24/08/17).

Sekda Dermawan dalam sambutan yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Syaiba Ibrahim menyampaikan, penyediaan air minum merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus ditingkatkan karena kebutuhan air minum masyarakat terus meningkat. 

Syaiba mengakui, upaya pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat tidaklah mudah. 

Hal ini disebakan oleh beberapa faktor yang menjadi penghambat seperti terbatasnya kemampuan PDAM dalam menjamin kelancaran pendistribusian air bersih ke pelanggan,  sulitnya menjangkau pelanggan yang jauh dari pusat pelayanan, dan soal ketersediaan sumber air bersih yang terkadang tidak stabil.

Untuk mengatasi hambatan itu kata Syaiba, Pemerintah Aceh  telah membentuk Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP SPAM) Regional , dengan tugas utama  melakukan pendampingan bagi PDAM di seluruh Aceh agar dapat meningkatkan kinerjanya.

“Lembaga ini juga bertugas melakukan pengembangan SPAM di berbagai daerah, dengan harapan agar empat standar pelayanan dan penyediaan air minum, yaitu: kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan, dapat kita penuhi,” kata Syaiba.

Meskipun tidak mudah kata syaiba, Peningkatan pelayanan tetap akan ditingkatkan dengan memberdayakan semua kekuatan yang ada, termasuk dukungan dari pemerintah pusat. 

“Oleh sebab itu, program-program penyediaan air di Aceh perlu kita sinergikan dengan program yang ada di tingkat pusat,”ujar Syaiba. 

Syaiba mengatakan, pertemuan rapat koordinasi tersebut akan lebih fokus pada upaya menggali permasalahan dan merumuskan ide-ide untuk meningkatkan pelayanan dan akses air minum kepada masyarakat di Aceh. 

“Mari kita memanfaatkan forum ini untuk saling berdiskusi, berbagi dan bertukar informasi terkait upaya meningkatkan program layanan air minum yang lebih baik.  Semoga kerja keras dan niat baik kita mendapat ridha dari Allah SWT,” ujar Syaiba. (lis)

Camat Dapat Bimbingan soal Paten

IDI | acehtraffic.com– Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri, M.AP, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Kegiatan tersebut berlangsung Aula Kantor Camat Idi Rayeuk, Kab. Aceh Timur, Senin-Selasa 21-22 Agustus 2017.

Ketua Panitia Muhammad Ridha, S.STP, selaku Kasubag Umum Sekdakab Aceh Timur dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan SK Bupati Aceh Timur Nomor 140/369 Tahun 2017. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan sebanyak 72 orang peserta yang terdiri dari 24 orang camat, 24 orang Kasi serta petugas loket sebanyak 24 orang.

Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, melalui Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri, M.AP, dalam sambutan menyampaikan, Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) merupakan pelayanan penyelenggaran pelayanan publik di kecamatan yang proses pengelolaannya mulai dari permohonan sampai tahap terbitnya dokumen.

“Masyarakat cukup menyerahkan berkas ke loket pelayanan sambil duduk menunggu sejenak. Kemudian dipanggil untuk menerima dokumen yang sudah selesai. Setelah itu melakukan tarif pembayaran bila ada tarifnya,” kata Zahri seraya menambahkan, pelimpahan sebagian wewenang kepada kecamatan untuk mengurusi bidang perizinan dan pelayanan bidang non-perizinan masyarakat dapat dengan mudah untuk dilayani.

Zahri menambahkan, tujuan dilaksankan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta manfaat akan dirasakan masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, mudah, tidak diskriminatif dan transfaran.

“Dengan demikian masyarakat akan lebih puas dalam memperoleh pelayanan dari kecamatan. Memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan informasi serta menghargai martabat dan kedudukan warga penguna pelayanan,” tutup Zahri. (***).

Masyarakat Aceh Peringati 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Jumat, 18 Agustus 2017

Banda Aceh | acehtraffic.com -- Ribuan masyarakat Aceh larut dalam peringatan 72 tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Kamis 17 Agustus 2017. Dalam peringatan itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf didapuk sebagai Inspektur Upacara.

Pembacaan teks Proklamasi dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada pukul sepuluh pagi. Untuk Provinsi Aceh teks yang ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta itu, dibaca langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Muharuddin.

Sementara itu, pembawa baki berisi bendera Merah-Putih adalah Alya Randah Aqilah Siswi SMA 10 Fajar Harapan Banda Aceh. Bertindak sebagai komandan paskibraka adalah Paju 1 Rai C, Yon Armed 17/Komposit, Letda Armed Herly Murti, Lulusan Akmil tahun 2014.

Untuk pengibar bendera Merah Putih adalah tiga siswa dari tiga sekolah berbeda. Mereka adalah Mirza Aulia Siswa SMK 1 Banda Aceh yang didapuk sebagai pembentang bendera. Yang mengulur bendera adalah Muhammad Faiz siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh, dan Naufa Dharma siswa SMA 5 Banda Aceh sebagai penggerek bendera. 

Gubernur Irwandi mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai 72 tahun kemerdekaan dengan rasa semangat dan optimisme yang tinggi. "Harapan saya republik ini semakin maju dan secara politik lebih stabil," kata Irwandi. 

Peringatan kemerdekaan Indonesia, kata Irwandi beriringan dengan peringatan damai Aceh. Di mana, perdamaian Aceh yang dicapai melalui perjanjian Helsinki diperingati 15 Agustus 2 hari lalu. 

"Aceh adalah bagian dari NKRI. Karena itu mari sama-sama kita membangun Aceh untuk mengejar ketertinggalan kita dari provinsi lain," kata Irwandi. Gubernur berharap ke depan Aceh menjadi provinsi leading dalam segala bidang.

Di hari perdamaian dan kemerdekaan Indonesia, Gubernur Irwandi menginstruksikan tiga hal kepada seluruh masyarakat Aceh yaitu belajar, kerja keras dan beriman (za)

MTQ Aceh di Aceh Timur Akan Digelar 18 November

Minggu, 13 Agustus 2017

Banda Aceh | acehtraffic.com--  Musabaqah Tilawatil Quran ke-XXXIII Tingkat Provinsi di Aceh Timur bakal digelar 18 hingga 25 November 2017.

Hal tersebut dipastikan seusai gubernur mengadakan rapat dengan Bupati Aceh Timur dan para Pimpinan SKPK pendapa Gubernur Aceh, Jumat 11 Agustus 2017.

Sebelumnya, MTQ ke 33 tersebut rencana digelar pada September tahun ini. Namun, mengingat waktu yang kiat dekat dan persiapan pelaksanaan yang masih kurang, gubernur bersama kepala pimpinan Aceh Timur sepakat menunda jadwal pelaksanaan.

"Pergeseran tersebut guna memaksimalkan keseluruhan persiapan penyelenggaraan MTQ Aceh Timur," kata Irwandi Yusuf.

Untuk itu, Irwandi meminta agar seluruh elemen yang terlibat dalam MTQ Provinsi Aceh ke 33 di Aceh Timur bekerja maksimal. Mulai dari pembinaan qari hingga pelaksanaan nantinya harus dipastikan berjalan lancar dan baik.

"Kerja sungguh-sungguh demi kesuksesan acara tersebut," pesan Irwandi Yusuf.

Selain itu, Irwandi meminta semua pembangunan yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan publik. Di mana anggaran yang digunakan adalah uang rakyat, sehingga paska-MTQ sekali pun, bangunkan tersebut masih bisa digunakan dan diakses publik.

 "Jangan sampai bangunan kosong dan terbengkalai seusai MTQ nanti." pintanya.

Dalam pelaksanaan MTQ nanti, Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib akan menjadi ketua harian dan Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh Munawar A. Jalil menjadi ketua dewan pengarah.

Pemilihan Aceh Timur sebagai tuan rumah MTQ ke 33 dilakukan pada akhir tahun 2015 lalu. Saat itu, kabupaten yang kemudian dimekarkan ke Kota Langsa dan Aceh Tamiang tersebut berhasil menyisihkan Pidie yang juga menjadi kandidat tuan rumah.

Hadir dalam rapat tersebut Bupati Aceh Timur dan para Kepala SKPK, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin, serta Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh. (r/sd)

Empat Calon Haji Gampong Jawa Idi, di Peusijuk

Kamis, 10 Agustus 2017

Aceh Timur | acehtraffic.com- Sebanyak empat warga desa Gampong Jawa, di dua dusun, yakni dusun Calok Gelima dan Dusun Kuta Baroe,  Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur yang akan menunaikan ibadah haji di peusijuk oleh desa setempat. 

Kegiatan yg dilakukan saat ini dalam rangka menjalin silaturahim antara warga dengan pihak desa, serta menuruskan kebiasaan yang selama ini sering dilakukan pihaknya saat memasuki bulan haji.

Abi zainal abidin (abi non), dalam kata sambutannya mengatakan bahwa jadikanlah kegiatan ini sebagai siar didalam kehidupan masyarakat.  Selain itu dia juga menceritakan sedikit banyaknya tentang berapa penting dan manfaat dalam menunaikan ibadah haji.

Ia berharap agar acara ini terus dilakukan,  dan alangkah indahnya setiap kegiatan peusijuk mantan-mantan haji turut meramaikan acara ini. Acara ini juga turut dihadiri sejumlah warga yang Ada dilima Dusun, yaitu dusun tengah, dusun bengkel, dusun calok gelima,  Dusun kebun kelapa,  dan dusun kuta baroe, desa Gampong jawa (sd) 

Aceh butuh 3.072 Pegawai Baru

Rabu, 09 Agustus 2017

Banda Aceh | acehtraffic.com— Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan, mengatakan bahwa Aceh membutuhkan 3.072 pegawai untuk ditempatkan di lingkungan Pemerintahan Aceh. Kebutuhan tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Adapun perincian kebutuhan pegawai negeri tersebut adalah untuk tenaga perhubungan sebanyak 42 orang, tenaga pendidikan, terdiri dari guru SMK, SMA dan SLB sebanyak 2012 orang, tenaga bidang pertambangan dan energi sebanyak 48 orang, tenaga bidang infrastrukrur sebanyak 17 orang dan tenaga kesehatan sebanyak 963 orang.
Penambahan CPNS tersebut, kata Sekda adalah untuk menjalankan berbagai kebijakan otonomi daerah sebagaimana tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Harapan kami, kiranya Bapak Menteri berkenan untuk menyetujuinya agar kinerja Pemerintahan Aceh dapat lebih optimal,” kata Sekda di depan perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi saat membuka kegiatan penguatan Program SAKIP di lingkup Pemerintah se-Aceh, di Aula Serbaguna Setda Aceh, Selasa 8 Agustus 2017.
Permintaan formasi Aparatur Sipil Negara tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/231/2017 perihal penyusunan kebutuhan PNS pada instansi Pemerintah tahun 2017. Merujuk kepada kebijakan itu, Pemerintah Aceh kemudian mengirim surat kepada menteri bersangkutan terkait kebutuhan PNS di lingkup Pemerintahan Aceh.
Sekda berharap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyetujui hal tersebut, sehingga kinerja Pemerintah Aceh bisa menjadi lebih baik.
Kegiatan Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja instansi Pemerintah (SAKIP) ini diadakan untuk meningkatkan kinerja pemerintah, guna mewujudkan good governance dan clean goverment. Dari evaluasi yang dilakukan Kementerian PAN dan RB pada tahun 2016 terhadap Pemerintahan di kabupaten/kota seluruh Aceh, terlihat bahwa penerapan Sakip belum cukup baik.
Karena itu, kata Sekda, Pemerintah Aceh butuh pendampingan yang lebih intensif dari Kementerian PAN-RB untuk berbagai pembenahan bagi penguatan sistem AKIP di Aceh.
“Harapan kami, di tahun-tahun mendatang, sejumlah Pemerintah Kabupaten/kota sudah ada yang mendapatkan penilaian B dalam implementasi SAKIP ini. Atau setidaknya bisa menyamai prestasi Pemerintah Aceh yang tahun 2016 telah mendapat nilai 60,50 atau kategori B (Baik).
Apalagi cita-cita tersebut sejalan dengan visi Pemerintahan Aceh yang baru, yaitu lebih, menekankan pada terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui Pemerintahan yang bersih, adil, dan melayani.
“Untuk itu, dukungan menteri sangat kami harapkan, sehingga sistem Pemerintahan di Aceh berjalan lebih bersih, adil, transparan dan bebas dari KKN,” kata Sekda Dermawan.
Kegiatan penguatan Program SAKIP di lingkup Pemerintah se-Aceh itu turut diikuti Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin serta sejumlah kepala SKPA lainnya.
Sedangkan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara hadir Deputi Akuntabilitas dan RB, Yusuf Ateh, Deputi Pelayanan Publik, Prof. Diah Natalisa, Inspektur, Karo SDM dan Umum, Edy syahputra, Karo Hukip, Herman Suryatman, Asdep Di Kedeputian SDM Aparatur, Bambang, serta humas dan protokol Menpan.  (ese)

Jamaah Calon Haji Aceh Timur Mulai Menasik

Aceh Timur | acehtraffioc.com – Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, membuka Pelaksanaan Pemantapan Manasik Haji bagi Jamaah Calon Haji dan Hajjah Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017, Selasa 8 Agustus 2017. Kegiatan yang pusatkan di Masjid Agung Darussalihin Idi, akan berlangsung selama dua hari mulai Selasa - Rabu 8-9 Agustus 2017.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Timur menjelaskan, penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas pemerintah yang dilakukan dibawah koordinasi Kementerian Agama (Kemenag). Tugas tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan kepada seluruh jamaah haji, agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, tertib, lancar, nyaman dan sesuai dengan tuntutan Agama.

“Harapan kami para jamaah haji dapat melaksanakan ibadahnya secara sempurna dan memperoleh haji yang mabrur,” ujar Syahrul Bin Syama’un seraya menambahkan, kemabruran haji jamaah merupakan dambaan semua jamaah dan akan tampak dalam perubahan sikap, mental dan perilaku setelah kembali dari Tanah Suci.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Marzuki Anshari, dalam laporan sebelumnya menyebutkan, jamaah calon haji Aceh Timur tergabung dalam Kloter 11 BTJ Aceh terdiri dari 235 jamaah Aceh Timur, 110 jamaah Aceh Tamiang dan 42 jamaah Gayo Lues. “Jamaah Calon Haji kita masuk asrama Jumat 25 Agustus pukul 08:00 Wib dan terbang ke Tanah Suci, Sabtu 26 Agustus pukul 06:00,” ujarnya.

Untuk tempat tinggal di Mekah, sambung Marzuki Anshari, Jamaah Calon Haji akan menetap di Wilayah Jarwal Sektor I Nomor Maktap 47 dan Nomor Rumah 1.001. “Jamaah termuda bernama Yuliani Ramli Tala berusia 32 tahun dari Kec. Idi Rayeuk dan jamaah calon haji tertua bernama Abdurrahman Mahmud Hasan berusia 79 tahun dari Kec. Simpang Ulim,” ujar H. Marzuki Anshari. (yed)

Aceh Timur Rencana Promosi Wisata

Aceh Timur | acehtraffic.com – Kabupaten Aceh Timur, merupakan salah satu daerah yang kaya dengan ragam wisata seperti wisata alam, wisata religius, wisata sejarah Islam dan berbagai wisata lainnya termasuk wisata kuliner di Idi. Kesemuanya terbuka dan dibuka untuk umum, baik pengunjung dari Aceh, luar Acehatau untuk wisatawan mancanegara.

“Terhadap duta wisata yang terpilih nanti harapan kita semua agar mampu mempromosikan daerah yang kita cintainya sebagai daerah yang kaya dengan aneka ragam wisata,” kata Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, ketika membuka Acara Grand Final Pemilihan Agam – Inoeng Duta Wisata Aceh Timur 2017 di Gedung ISC di Idi, Senin 7 Agustus 2017.

Pemkab Aceh Timur manaruh harapan besar kepada Agam dan Inoeng yang terpilih nantinya untuk mempromosikan seluruh objek wisata didaerah ini ke luar Aceh Timur, sehingga masyarakat luar mengetahui berbagai objek wisata yang ada didaerah ini.

“Objek wisata sejarah misalnya sebagaimana kita ketahui terdapat Makam Sultan Maulana Abdul Aziz Syah di Peureulak. Makam ini bersejarah karena almarhum merupakan orang pertama membawa Islam ke Asia Tenggara,” katanya.

Selain itu, lanjut Sekda Aceh Timur, di Peureulak juga terdapat Momumen Asia Tenggara (MONISA) yang kini redup dimata wisatawan Indonesia dan mancanegara. “Kita harapkan seluruh SKPK melalui program pengembangannya turut serta dalam mengembangkan dan mempromosikan objek-objek wisata di Aceh Timur, sehingga ekonomi rakyat akan lebih bangkit dan daerah akan semakin maju,” ujar M. Ikhsan Ahyat.(yed).

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016