acehtraffic.com - Tokoh eks kombantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang terlihat plin plan ketika Pilpres 2014 kemarin sekarang sudah merapat untuk melanjutkan konsilidasi penguatan jadi orang nomor satu di Aceh, sebagaimana dulu tokoh PA versi Malek Mahmud,Zakaria Saman,Zaini Abdullah mengapresiasi dukungannya kepada Jokowi JK dan satu versi lagi mendukung Gerindra dengan alasan sebagai bentuk balas budi ketika Pilkada 2012, begitu juga di PNA mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf secara spontanitas mendukung kubu "Salam 2 Jari" dan ada juga tokoh PNA mendukung Prahara maksudnya Prabowo Hatta, bila memang ujung-ujungnya terjadi pelobian seperti ini untuk apa harus ada saling bermusuhan dan hingga berujung kepada kematian?
Seperti di kutip di Bongkarnews.com Minggu 8 Februari 2015, Pertemuan mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dengan Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf beberapa waktu lalu di Jakarta membuat semua pihak tercengang, untuk apa kedua eks GAM yang sempat besitegang pada Pilkada Aceh 2012 kembali bertemu?
Adakah pertemuan itu karena niat ingin mempersatukan kembali eks GAM dibawah payung Komite Peralihan Aceh, atau hanya pertemuan politik biasa antara Muzakir Manaf yang menjabat sebagai Ketua Partai Aceh dan Irwandi Yusuf selaku pendiri Partai Nasional Aceh untuk merancang peta politik 2017 medatang untuk memperebutkan Aceh 1 dan Aceh 2.
Segudang pertanyaan itu dialamatkan Ketua Presidium Forum Aneuk Nanggroe Aceh Peduli Damai Sejahtera (FANAPDS), Hasnawi Ilyas kepada Bongkar News, Senin (2/2) via selulernya. Hasnawi yang kerap disapa Awie Juli meminta kepada Mualem (sapaan akrab Muzakir Manaf_red) dan Tgk Agam (sapaan akrab Irwandi Yusuf_red) agar menjeleskan kepada publik khususnya kepada eks GAM baik yang bergabung dengan Partai Aceh, Partai Nasional Aceh maupun partai nasional lainnya perihal pertemuan keduanya di Jakarta.
"Kami segenap eks GAM yang tergabung dalam FANAPDS ingin mengetahui substansi pertemuan Mualem dan Tgk Agam, dengan hormat kami meminta kepada keduanya menjelaskan hasil dari pertemuannya, apakah hasil pertemuan itu seperti yang kami harapkana atau tidak," katanya Awie Juli yang cukup santer meminta kepada seluruh mantan kombatan GAM, baik eks Libya maupun eks dalam Nanggroe (Negara_red) agar bersatu kembali melanjutkan cita ? cita perdamaian yang disuarakan melalui media.
Awie Juli mengaku, konflik politik dan kepentingan di tubuh mantan kombatan GAM selama ini telah meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap mantan pejuang kemerdekaan Aceh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berakhir dengan perjanjian damai MoU Helsinki, Firlandia pada 15 Agustus 2005 silam.
"Kami atas nama FANAPDS memberikan apresiasi atas pertemuan Muzakir Manaf dengan Irwandi Yusuf, selanjutnya kami meminta kepada keduanya untuk mempersatukan kembali eks GAM untuk melanjutkan pembangunan Aceh yang merata dan bermartabat," katanya.
Awie Juli juga meminta kepada Muzakir Manaf yang menjabat Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) untuk mengumumkan jumlah mantan kombatan GAM yang selamat pasca perdamaian, menurut dia, hal itu perlu diketahui publik dan pihak terkait lainnya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi mantan kombatan yang tertuang dalam butir - butir MoU Helsinki.
"Mualem juga harus mengetahui jumlah janda korban konflik, anak yatim yang hari ini perlu diperhatikan baik pemerintah maupun eks GAM, kami meminta Mualem memberikan data jumlah eks GAM, janda korban konflik dan anak yatim bagi FANAPDS," pungkasnya.| AT | BSM |

