Aceh Utara | acehtraffic.com - Sejumlah
desa di Kecamatan Sawang di antaranya Desa Lhok Cut, Kubu, Blang Cut, Cot Kawat, Babah Buloh dan Desa lainnya kembali
mempertanyakan janji pihak Bulog yang berencana mengganti Beras Miskin
(Raskin) yang tidak layak di konsumsi hingga sekarang masih menumpuk didesa-desa mereka sampai saat
ini.
Masyarakat tersebut menilai pihak Bulog telah mengingkari janji
serta mempersulit penggatian Raskin yang baru dengan menyuruh tiap
kepala Desa datang ke Bulog untuk mengambil sendiri beras pengganti
serta menanggung segala biaya distribusinya mulai biaya
angkutan(transport),biaya bongkar muat dan biaya lainnya.
Kebijakan pihak bulog ini dinilai, sangat mempersulit warga dan jauh
dari tujuan pemerintah dalam memberikan bantuan raskin pada warga
miskin.
Seperti diungkapkan Ridwan (45) salah seorang Desa Kubu kepada Reporter acehtraffic.com Kamis, 18 September 2014 tidak jauh berbeda pernyataan serupa disampaikan oleh Damnir (47)
Sekretaris Desa Lhokcut yang Membenarkan jika raskin yang diterima
didesanya berbatu,berdedak dan berasnya pecah-pecah seperti makanan ayam
ternak,kami terpaksa membagikannya kepada warga Raskin tersebut.
Meski
tidak layak konsumsi,tidak ada uang kami untuk mengambil beras yang baru
penggantinya ke bulog Lhokseumawe. kami bukan ayam ternak,masak beras berdedak dan bermenir diberikan untuk
kami,walau kami miskin dan tinggal jauh dipelosok desa bukan bearti
kami orang kelaparan ataupun bodoh dalam melihat mana beras layak untuk
dimakan atau tidak, tegas bukari (50) warga yang juga tokoh tuha peut
desa Blangcut sambil menunjukkan Beras yang disalurkan oleh Bulog
Beberapa waktu yang lalu ke desa Mereka.
Seperti di beritakan sebelumnya puluhan sampai dengan ratusan ton beras
raskin di Aceh Utara berdedak, menir,berbatu dan berkutu dalam raskin
yang disalurkan oleh bulog pada minggu yang lalu. | AT | BTM |

