News Update :

Ekses Konflik Agraria, Anak Tak Sekolah Kawal Pembangunan Proyek Pakai “Senjata”

Selasa, 30 September 2014

Anak-anak korban pengusiran paksa PT Patria Kamoe yang tidak lagi memiliki tempat tinggal asik bermain mobil-mobilan dilokasi pengungsian di Idi Timu, Aceh Timur, seolah-olah sedang mengawal proyek pembangunan jalan. Senin, 22 September 2014. |Photo: acehbaru.com/Isbahannur |

Idi | acehtraffic.com – Anak-anak korban pengusiran paksa PT Patria Kamoe yang tidak lagi memiliki tempat tinggal asik bermain mobil-mobilan dilokasi pengungsian di Idi Timu, Aceh Timur, seolah-olah sedang mengawal proyek pembangunan jalan. Senin, 22 September 2014. (Baca: Kejahatan Kemanusiaan di Aceh Timur)
Mereka bermain seolah-olah sedang membangun sebuah jalan, disamping mobil jenis dumtruck juga berdiri tegap seorang pria kecil yang memanggul senjata otomatis (beudee trieng) yang terbuat dari bambu kecil, seolah-olah sedang mengawal pembangunan jalan, layaknya militer didunia nyata.
Orang tua mereka mengatakan hal tersebut merupakan rutinitas mereka, karena mereka tidak lagi bisa sekolah akibat diusir dari kampungnya di Gajah Meuntah kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur. “banyak yang sekolah dikampung, baik SD, SMP maupun SMA, tapi sekarang kan jauh, jadi mereka nggak bisa sekolah lagi, pulang kita mana berani” Kata Waltini (45).
Dia menyebutkan sebanyak 41 anak dibawah umur tidak bisa sekolah akibat pengusiran yang dilakukan oleh PT Patria Kamoe. Sebenarnya orang tua sudah berusaha memasukkan kesekolah terdekat kamp pengungsian, namun mereka tidak diterima oleh sekolah dasar Peudawa Puntong, Idi, dengan alasan tidak ada bangku. (Baca: Konflik Agaria di Aceh Timur, LSM Sahara Minta Cabut Izin HGU PT Patria Kamoe)
“pihak sekolah mengatakan tidak ada kursi lagi, ini sebenarnya masalah besar, masa depan mereka juga ikut terancam” Katanya. | acehbaru |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016